<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966</id><updated>2011-11-23T07:50:58.563-08:00</updated><title type='text'>Spirituality dari Buddha dan Meditasi from:Tjung teck S.1./oleh :Ven.Y.M.Bhikkhu candasilo</title><subtitle type='html'>The life the world science Meditation:from:Tjung teck S.1/hidup didunia ilmu Meditasi/oleh:Ven.Y.M.Bhikkhu candasilo/Alamat E_mail:www.candasilo77@yahoo.co.id</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-6150846139679071353</id><published>2010-12-17T17:03:00.000-08:00</published><updated>2010-12-17T17:35:55.757-08:00</updated><title type='text'>Kisah kembalinya Sang Buddha dari Surga Tavatimsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/TQwP6IRrmPI/AAAAAAAADZA/gwvF97bLbnU/s1600/image023.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 333px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/TQwP6IRrmPI/AAAAAAAADZA/gwvF97bLbnU/s400/image023.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551829931969452274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu saat, ketika berada di Savatthi,Sang Buddha memperlihatkan keajaiban ganda dalam menjawab tantangan para pertapa dari berbagai sekte,Setelah itu,Sang Buddha pergi ke surga Tavatimsa:ibu-nya yang telah lahir di surga Tusita sebagai dewa yang dikenal sebagai Santusita juga datang ke surga Tavatimsa.Di sana sang Buddha menjelaskan tentang Abhidhamma kepada para dewa dan brahma selama tiga bulan masa vassa.Hasilnya,dewa Santusita mencapai tingkat kesucian sotapatti:begitu pula dengan banyak dewa dan brahma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa itu Sariputta Thera menghabiskan vassa di Sankassangara,tiga puluh yojana dari savtthi.Selama ia tinggal di sana,seperti yang telah dianjurkan secara tetap oleh Sang Buddha,ia mengajarkan Abhidhamma kepada lima ratus orang bhikkhu yang tinggal bersamanya dan menutup keseluruhan ceramah pada saat berakhirnya masa vassa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir masa vassa.Maha Monggalana Thera pergi ke surga Tavatimsa untuk menjenguk Sang Buddha.Kemudian,ia diberitahu bahwa Sang Buddha akan kembali de dunia menusia pada saat bulan purnama di akhir masa vassa di tempat di mana Sariputta Thera melaksanakan masa vasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah dijanjikan,Sang Buddha datang sinar enam warna yang terus-menerus bersinar dari tubuh-nya ke gerbang kota Sankassanagara,pada malam hari di bulan purnama di bulan Assyuja ketika bulan bersinar dengan terangnya.Beliau ditemani oleh sekumpulan besar dewa di suatu sisi dan sekumpulan besar brahma di sisi yang lainnya.Sekumpulan besar orang yang dipimpin oleh Sariputta Thera menyambut kedatangan Sang Buddha ke dunia ini:dan seluruh kota diterangi cahaya.Sariputta Thera terpesona oleh keagungan dan kemulian dari seluruh pemandangan kembalinya Sang Buddha.Ia dengan hormat mendatangi sang Buddha dan berkata,"Bhante!kami tidak pernah melihat atau pun mendengar kemulian yang begitu indah dan gemerlapan.Sungguh,Bhante dicintai,dihormati,dan dipuji oleh para dewa,brahma dan manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepadanya sang Buddha berkata,"Anakku Sariputta,seorang Buddha yang memiliki sifat-sifat unik sesungguhnya dicintai oleh manusia dan para dewa,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian Sang Buddha membabarkan syair 181 berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijaksana yang tekun bersamadhi,yang bergembira dalam kedamaian pelepas,yang memiliki kesadaran sejati dan telah mencapai Penerangan Sempurna,akan di cintai oleh para dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima ratus orang bhikkhu yang merupakan murid-murid dari Sariputta Thera mencapai tingkat kesucian arahat,dan banyak sekali dari kumpulan orang yang hadir di sana mencapai tingkat kesucian sotapatti setelah khotbah Dhamma itu berakhir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-6150846139679071353?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/6150846139679071353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=6150846139679071353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/6150846139679071353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/6150846139679071353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2010/12/kisah-kembalinya-sang-buddha-dari-surga.html' title='Kisah kembalinya Sang Buddha dari Surga Tavatimsa'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/TQwP6IRrmPI/AAAAAAAADZA/gwvF97bLbnU/s72-c/image023.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-1904279808926905024</id><published>2010-01-03T08:54:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T08:55:10.344-08:00</updated><title type='text'>Meditasi Metta Bhavana</title><content type='html'>Meditasi Bhavana hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Meditasi BHAVANA&lt;br /&gt;Oleh: Master Tjung teck&lt;br /&gt;PENGERTIAN, FAEDAH,&lt;br /&gt;DAN Meditasi&lt;br /&gt;Meditasi banyak dilakukan setiap orang tentunya dengan bermacam-macam cara dari kehidupan dimana akan melaksanakan suatu Meditasi itu yang membuat kondisi Meditasi yang nyaman dan tenang,Meditasi bhavana ini banyak yang bisa di hujutkan dengan praktek di kehidupan sehari-hari dengan baik kondisi yang berbeda-beda pula akan tetapi semuanya juga akan sama dengan konsentrasi yang terpusat pikiran dengan objecknya masing-masing baik dia seorang praktisi Meditasi seorang wanita dan laki-laki itu sama cuman perbedaan hal sifat dan prilaku yang berbeda baik seorang wanita dan seorang laki-laki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MELAKSANAKAN Meditasi BHAVANA&lt;br /&gt;1. PENGERTIAN Meditasi BHAVANA&lt;br /&gt;Meditasi Bhavana berarti pengembangan, yaitu pengembangan batin dalam melaksanakan pembersihannya.&lt;br /&gt;Istilah lain yang arti dan pemakaiannya hampir sama dengan bhavana adalah samadhi. Samadhi berarti&lt;br /&gt;pemusatan pikiran pada suatu obyek.&lt;br /&gt;Samadhi yang benar (samma samadhi) adalah pemusatan pikiran pada obyek yang dapat&lt;br /&gt;menghilangkan kekotoran batin tatkala pikiran bersatu dengan bentuk-bentuk karma yang baik, sedangkan&lt;br /&gt;samadhi yang salah (miccha samadhi) adalah pemusatan pikiran pada obyek yang dapat menimbulkan&lt;br /&gt;kekotoran batin tatkala pikiran bersatu dengan bentuk-bentuk karma yang tidak baik. Jika dipergunakan&lt;br /&gt;istilah samadhi, maka yang dimaksud adalah "Samadhi yang benar".&lt;br /&gt;2. FAEDAH BHAVANA&lt;br /&gt;Bhavana atau meditasi yang benar akan memberikan faedah bagi orang bagi orang yang&lt;br /&gt;melaksanakannya. Faedah-faedah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari dari praktek meditasi itu&lt;br /&gt;adalah :&lt;br /&gt;1. Bagi orang yang selalu sibuk, meditasi akan menolong dia untuk membebaskan diri dari ketegangan&lt;br /&gt;dan mendapatkan relaksasi atau pelemasan.&lt;br /&gt;2. Bagi orang yang sedang bingung, meditasi akan menolong dia untuk menenangkan diri dari&lt;br /&gt;kebingungan dan mendapatkan ketenangan yang bersifat sementara maupun yang bersifat permanen&lt;br /&gt;(tetap).&lt;br /&gt;3. Bagi orang yang mempunyai banyak problem atau persoalan yang tidak putus-putusnya, meditasi&lt;br /&gt;akan menolong dia untuk menimbulkan ketabahan dan keberanian serta mengembangkan kekuatan&lt;br /&gt;untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut.&lt;br /&gt;4. Bagi orang yang kurang percaya diri sendiri, meditasi akan menolong dia untuk mendapatkan&lt;br /&gt;keparcayaan kepada diri sendiri yang sangat dibutuhkannya itu.&lt;br /&gt;5. Bagi orang yang mempunyai rasa takut dalam hati atau kebimbangan, meditasi akan menolong dia&lt;br /&gt;untuk mendapatkan pengertian terhadap keadaan atau sifat yang sebenarnya dari hal-hal yang&lt;br /&gt;menyebabkannya takut dan selanjutnya dia akan dapat mengatasi rasa takut itu dalam pikirannya.&lt;br /&gt;6. Bagi orang yang selalu merasa tidak puas terhadap segala sesuatu dalam lingkungannya atau dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;kehidupan ini, meditasi akan memberikan dia perubahan dan perkembangan yang menuju pada&lt;br /&gt;kepuasan batin.&lt;br /&gt;7. Bagi orang yang pikirannya sedang kacau dan berputus asa karena kurangnya pengertian akan sifat&lt;br /&gt;kehidupan dan keadaan dunia ini, meditasi akan menolong dia untuk memberikan pengertian padanya&lt;br /&gt;bahwa pikirannya itu kacau utnuk hal-hal yang tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;8. Bagi orang yang ragu-ragu dan tidak begitu tertarik kepada agama, meditasi akan menolong dia&lt;br /&gt;untuk mengatasi keragu-raguannya itu dan untuk melihat segi-segi serta nilai-nilai yang praktis&lt;br /&gt;dalam bimbingan agama.&lt;br /&gt;9. Bagi seorang pelajar atau mahasiswa, meditasi akan menolong dia untuk menimbulkan dan&lt;br /&gt;menguatkan ingatannya serta untuk belajar lebih seksama dan lebih efisien.&lt;br /&gt;10. Bagi orang yang kaya, meditasi akan menolong dia untuk dapat melihat sifat dan kegunaan dari&lt;br /&gt;kekayaannya itu, bagaimana cara menggunakan harta tersebut untuk kebahagiaan dirinya sendiri dan&lt;br /&gt;kebahagiaan orang lain.&lt;br /&gt;11. Bagi orang miskin, meditasi akan menolong dia untuk memiliki rasa puas dan ketenangan serta tidak&lt;br /&gt;melampiaskan rasa iri hati terhadap orang lain yang lebih mampu daripadanya.&lt;br /&gt;12. Bagi seorang pemuda yang sedang berada dalam persimpangan jalan dari kehidupan ini dan dia tidak&lt;br /&gt;tahu jalan mana yang akan ditempuhnya, meditasi akan menolong dia untuk mendapatkan pengertian&lt;br /&gt;dalam menempuh salah satu jalan yang akan membawa ke tujuannya.&lt;br /&gt;13. Bagi orang yang telah lanjut usia yang telah bosan dengan kehidupan ini, meditasi akan menolong&lt;br /&gt;dia ke dalam pengertian yang lebih mendalam mengenai kehidupan ini, dan pengertian tersebut akan&lt;br /&gt;memberi dia kelegaan dan kebebasan dari penderitaan serta pahit getirnya kehidupan ini, dan akan&lt;br /&gt;menimbulkan kegairahan yang baru bagi dirinya.&lt;br /&gt;14. Bagi orang yang mudah marah, meditasi akan menolong dia mengembangkan kekuatan kemauan&lt;br /&gt;untuk mengatasi kelemahan-kelemahannya.&lt;br /&gt;15. Bagi orang yang bersifat iri hati, meditasi akan menolong dia untuk mengerti tentang bahayanya sifat&lt;br /&gt;iri hati itu.&lt;br /&gt;16. Bagi orang yang diperbudak oleh panca inderanya, meditasi akan menolong dia untuk belajar&lt;br /&gt;menguasai nafsu-nafsu dan keinginannya itu.&lt;br /&gt;17. Bagi orang yang telah ketagihan minuman keras yang memabukkan, meditasi akan menolong dia&lt;br /&gt;untuk menyadari dirinya dan melihat cara mengatasi kebiasaan yang berbahaya itu yang telah&lt;br /&gt;memperbudak dan mengikat dirinya.&lt;br /&gt;18. Bagi orang yang tidak terpelajar atau bodoh, meditasi akan memberikan dia kesempatan untuk&lt;br /&gt;mengenal diri dan mengembangkan pengetahuan-pengetahuan yang sangat berguna untuk&lt;br /&gt;kesejahteraan diri sendiri dan untuk keluarga serta handai taulannya.&lt;br /&gt;19. Bagi orang yang sungguh-sungguh melakukan latihan meditasi yang benar ini, maka nafsu-nafsu dan&lt;br /&gt;emosinya tak mempunyai kesempatan untuk memperbodohi dirinya lagi.&lt;br /&gt;20. Bagi orang yang bijaksana, meditasi akan membawa dia kepada kesadaran yang lebih tinggi dan&lt;br /&gt;pencapaian penerangan sempurna; dia akan dapat melihat segala sesuatu dengan sewajarnya dan&lt;br /&gt;tidak akan terseret lagi ke dalam persoalan-persoalan yang remeh.&lt;br /&gt;21. Selanjutnya, dalam agama Buddha, meditasi yang benar itu dipergunakan untuk membebaskan diri&lt;br /&gt;dari segala penderitaan, untuk mencapai Nibbana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa faedah praktis yang dapat dihasilkan dari latihan meditasi. Faedah-faedah ini&lt;br /&gt;merupakan milik yang akan ditemui dalam pikiran sendiri.&lt;br /&gt;3. CARA MELAKSANAKAN BHAVANA&lt;br /&gt;Orang yang baru belajar meditasi sebaiknya mencari tempat yang cocok untuk melakukan meditasi.&lt;br /&gt;Tempat itu adalah tempat yang sunyi dan tenang, bebas dari gangguan orang-orang di sekitarnya, bebas&lt;br /&gt;dari gangguan nyamuk. Untuk tahap permulaan, hendaknya orang berlatih di tempat yang sama, jangan&lt;br /&gt;pindah-pindah tempat. Jika meditasinya telah maju, maka dapat dilakukan di mana saja di setiap tempat,&lt;br /&gt;baik di kantor, di pasar, di kebun, di hutan, di goa, dikuburan, maupun di tempat yang ramai.&lt;br /&gt;Waktu untu melaksanakannya dapat dipilih sendiri. Biasanya waktu yang baik untuk bermeditasi adalah&lt;br /&gt;pagi hari antara pukul 04.00 sampai pukul 07.00 dan malam hari antara pukul 17.00 sampai pukul 22.00.&lt;br /&gt;Jika waktu untuk bermeditasi telah ditentukan, maka waktu tersebut hendaknya digunakan khusus untuk&lt;br /&gt;bermeditasi. Meditasi sebaiknya dilakukan setiap hari dengan waktu yang sama secara teratur atau&lt;br /&gt;kontinyu. Bila meditasinya telah maju, maka dapat dilakukan kapan saja, pada setiap waktu.&lt;br /&gt;Orang bebas memilih posisi meditasi. Biasanya posisi meditasi yang baik adalah duduk bersila di lantai&lt;br /&gt;yang beralas, dengan meletakkan kaki kanan di atas kaki kiri, dan tangan kanan menumpu tangan kiri di&lt;br /&gt;pangkuan. Atau boleh juga dalam posisi setengah sila, dengan kaki dilipat ke samping. Bahkan kalau&lt;br /&gt;tidak memungkinkan, maka dipersilahkan duduk di kursi. Yang penting adalah bahwa badan dan kepala&lt;br /&gt;harus tegak, tetapi tidak kaku atau tegang. Duduklah seenaknya, jangan bersandar. Mulut dan mata harus&lt;br /&gt;tertutup. Selama meditasi berlangsung hendaknya diusahakan untuk tidak menggerakkan anggota badan,&lt;br /&gt;jika tidak perlu. Namun bila badan jasmani merasa tidak enak, maka diperbolehkan untuk menggerakkan&lt;br /&gt;tubuh atau mengubah sikap meditasi. Tetapi, hal ini harus dilakukan perlahan-lahan, disertai dengan&lt;br /&gt;penuh perhatian dan kesadaran. Jika meditasinya telah maju, maka dapat dilakukan dalam berbagai posisi,&lt;br /&gt;baik berdiri, berjalan, maupun berbaring.&lt;br /&gt;Sebelum melaksanakan meditasi, sebaiknya diminta petunjuk atau nasehat dari guru meditasi atau&lt;br /&gt;mereka yang telah berpengalaman mengenai meditasi, agar dapat dicapai sukses dalam bermeditasi.&lt;br /&gt;Pada saat hendak bermeditasi, sebaiknya dibacakan paritta terlebih dahulu. Selanjutnya, laksanakanlah&lt;br /&gt;meditasi dengan tekun. Pikiran dipusatkan pada obyek yang telah dipilih. Pada tingkat permulaan,&lt;br /&gt;tentunya pikiran akan lari dari obyek. Hal ini biasa, karena pikiran itu lincah, binal, dan selalu bergerak.&lt;br /&gt;Namun, hendaknya orang yang bermeditasi selalu sadar dan waspada terhadap pikiran. Bila pikiran itu&lt;br /&gt;lari dari obyek, ia sadar bahwa pikiran itu lari, dan cepat mengembalikan pikiran itu pada obyek semula.&lt;br /&gt;Bila hal ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka kemajuan dalam meditasi pasti akan diperoleh.&lt;br /&gt;PEMBAGIAN BHAVANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Bhavana dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu :&lt;br /&gt;1. Samatha Bhavana, berarti pengembangan ketenangan batin.&lt;br /&gt;2. Vipassana Bhavana, berarti pengembangan pandangan terang.&lt;br /&gt;Diantara kedua jenis bhavana ini terdapat perbedaan. Perbedaan itu mencakup:&lt;br /&gt;a. Tujuannya&lt;br /&gt;Samatha Bhavana merupakan pengembangan batin yang bertujuan untuk mencapai ketenangan. Dalam&lt;br /&gt;Samatha Bhavana, batin terutama pikiran terpusat dan tertuju pada suatu obyek. Jadi pikiran tidak&lt;br /&gt;berhamburan ke segala penjuru, pikiran tidak berkeliaran kesana kemari, pikiran tidak melamun dan&lt;br /&gt;mengembara tanpa tujuan.&lt;br /&gt;Dengan melaksanakan Samatha Bhavana, rintangan-rintangan batin tidak dapat dilenyapkan secara&lt;br /&gt;menyeluruh. Jadi kekotoran batin hanya dapat diendapkan, seperti batu besar yang menekan rumput&lt;br /&gt;hingga tertidur di tanah. Dengan demikian, Samatha Bhavana hanya dapat mencapai tingkat-tingkat&lt;br /&gt;konsentrasi yang disebut jhana-jhana, dan mencapai berbagai kekuatan batin.&lt;br /&gt;Sesungguhnya pikiran yang tenang bukanlah tujuan terakhir dari meditasi. Ketenangan pikiran&lt;br /&gt;hanyalah salah satu keadaan yang diperlukan untuk mengembangkan pandangan terang atau Vipassana&lt;br /&gt;Bhavana.&lt;br /&gt;Vipassana Bhavana merupakan pengembangan batin yang bertujuan untuk mencapai pandangan terang.&lt;br /&gt;Dengan melaksanakan Vipassana Bhavana, kekotoran-kekotoran batin dapat disadari dan kemudian&lt;br /&gt;dibasmi sampai keakar-akarnya, sehingga orang yang melakukan Vipassana Bhavana dapat melihat hidup&lt;br /&gt;dan kehidupan ini dengan sewajarnya, bahwa hidup ini dicengkeram oleh anicca (ketidak-kekalan),&lt;br /&gt;dukkha (derita), dan anatta (tanpa aku yang kekal). Dengan demikian, Vipassana Bhavana dapat menuju&lt;br /&gt;ke arah pembersihan batin, pembebasan sempurna, pencapaian Nibbana.&lt;br /&gt;Sesungguhnya "dalam kitab suci telah ditulis bahwa hanya dengan pandangan terang inilah kita dapat&lt;br /&gt;menyucikan diri kita, dan tidak dengan jalan lain".&lt;br /&gt;b. Obyeknya&lt;br /&gt;Obyek yang dipakai dalam Samatha Bhavana ada 40 macam. Obyek-obyek itu adalah sepuluh kasina,&lt;br /&gt;sepuluh asubha, sepuluh anussati, empat appamañña, satu aharapatikulasañña, satu catudhatuvavatthana,&lt;br /&gt;dan empat arupa. Sebaliknya, obyek yang dipakai dalam Vipassana Bhavana adalah nama dan rupa (batin&lt;br /&gt;dan materi), atau empat satipatthana.&lt;br /&gt;c. Penghalangnya&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan Samatha Bhavana, pada umumnya orang yang bermeditasi sering mendapat&lt;br /&gt;gangguan atau halangan atau rintangan, yaitu lima nivarana dan sepuluh palibodha. Dalam melaksanakan&lt;br /&gt;Vipassana Bhavana, terdapat pula rintangan-rintangan yang dapat menghambat perkembangan pandangan&lt;br /&gt;terang, yang disebut sepuluh vipassanupakilesa.&lt;br /&gt;SAMATHA BHAVANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;1. EMPAT PULUH MACAM OBYEK MEDITASI&lt;br /&gt;Dalam Samatha Bhavana ada 40 macam obyek meditasi. Obyek-obyek meditasi ini dapat dipilih salah&lt;br /&gt;satu yang kiranya cocok dengan sifat atau pribadi seseorang. Pemilihan ini dimaksudkan untuk membantu&lt;br /&gt;mempercepat perkembangannya. Pemilihan sebaiknya dilakukan dengan bantuan seorang guru.&lt;br /&gt;Keempat puluh macam obyek meditasi itu adalah :&lt;br /&gt;Sepuluh kasina (sepuluh wujud benda), yaitu :&lt;br /&gt;1. Pathavi kasina = wujud tanah&lt;br /&gt;2. Apo kasina = wujud air&lt;br /&gt;3. Teja kasina = wujud api&lt;br /&gt;4. Vayo kasina = wujud udara atau angin&lt;br /&gt;5. Nila kasina = wujud warna biru&lt;br /&gt;6. Pita kasina = wujud warna kuning&lt;br /&gt;7. Lohita kasina = wujud warna merah&lt;br /&gt;8. Odata kasina = wujud warna putih&lt;br /&gt;9. Aloka kasina = wujud cahaya&lt;br /&gt;a.&lt;br /&gt;10. Akasa kasina = wujud ruangan terbatas&lt;br /&gt;Sepuluh asubha (sepuluh wujud kekotoran), yaitu :&lt;br /&gt;1. Uddhumataka = wujud mayat yang membengkak&lt;br /&gt;2. Vinilaka = wujud mayat yang berwarna kebiru-biruan&lt;br /&gt;3. Vipubbaka = wujud mayat yang bernanah&lt;br /&gt;4. Vicchiddaka = wujud mayat yang terbelah di tengahnya&lt;br /&gt;5. Vikkahayitaka = wujud mayat yang digerogoti binatang-binatang&lt;br /&gt;6. Vikkhittaka = wujud mayat yang telah hancur lebur&lt;br /&gt;7. Hatavikkhittaka = wujud mayat yang busuk dan hancur&lt;br /&gt;8. Lohitaka = wujud mayat yang berlumuran darah&lt;br /&gt;9. Puluvaka = wujud mayat yang dikerubungi belatung&lt;br /&gt;b.&lt;br /&gt;10. Atthika = wujud tengkorak&lt;br /&gt;Sepuluh anussati (sepuluh macam perenungan), yaitu :&lt;br /&gt;1. Buddhanussati = perenungan terhadap Buddha&lt;br /&gt;2. Dhammanussati = perenungan terhadap Dhamma&lt;br /&gt;3. Sanghanussati = perenungan terhadap Sangha&lt;br /&gt;c.&lt;br /&gt;4. Silanussati = perenungan terhadap sila&lt;br /&gt;Bhavana hal.&lt;br /&gt;Sumber: Website Buddhis Samaggi Phala, http://www.samaggi-phala.or.id&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;5. Caganussati = perenungan terhadap kebajikan&lt;br /&gt;6. Devatanussati = perenungan terhadap makhluk-makhluk agung atau para dewa&lt;br /&gt;7. Marananussati = perenungan terhadap kematian&lt;br /&gt;8. Kayagatasati = perenungan terhadap badan jasmani&lt;br /&gt;9. Anapanasati = perenungan terhadap pernapasan&lt;br /&gt;10. Upasamanussati = perenungan terhadap Nibbana atau Nirwana&lt;br /&gt;Empat appamañña (empat keadaan yang tidak terbatas), yaitu :&lt;br /&gt;1. Metta = cinta kasih yang universal, tanpa pamrih&lt;br /&gt;2. Karuna = belas kasihan&lt;br /&gt;3. Mudita = perasaan simpati&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;4. Upekkha = keseimbangan batin&lt;br /&gt;e. Satu aharapatikulasanna (satu perenungan terhadap makanan yang menjijikkan)&lt;br /&gt;f. Satu catudhatuvavatthana (satu analisa terhadap keempat unsur yang ada di dalam badan jasmani)&lt;br /&gt;Empat arupa (empat perenungan tanpa materi), yaitu :&lt;br /&gt;1. Kasinugaghatimakasapaññatti = obyek ruangan yang sudah keluar dari kasina&lt;br /&gt;2. Akasanancayatana-citta = obyek kesadaran yang tanpa batas&lt;br /&gt;3. Natthibhavapaññati = obyek kekosongan&lt;br /&gt;g.&lt;br /&gt;4. Akincaññayatana-citta = obyek bukan pencerapan pun tidak bukan pencerapan&lt;br /&gt;a. Sepuluh kasina (sepuluh wujud benda)&lt;br /&gt;Dalam kasina tanah, dapat dipakai kebun yang baru dicangkul atau segumpal tanah yang dibulatkan.&lt;br /&gt;Dalam kasina air, dapat dipakai sebuah telaga atau air yang ada di dalam ember. Dalam kasina api,&lt;br /&gt;dapat dipakai api yang menyala yang di depannya diletakkan seng yang berlobang. Dalam kasina&lt;br /&gt;angin, dapat dipakai angin yang berhembus di pohon-pohon atau badan. Dalam kasina warna, dapat&lt;br /&gt;dipakai benda-benda seperti bulatan dari kertas, kain, papan, atau bunga yang berwarna biru, kuning,&lt;br /&gt;merah, atau putih. Dalam kasina cahaya, dapat dipakai cahaya matahari atau bulan yang memantul di&lt;br /&gt;dinding atau di lantai melalui jendela dan lain-lain. Dalam kasina ruangan terbatas, dapat dipakai&lt;br /&gt;ruangan kosong yang mempunyai batas-batas disekelilingnya seperti drum dan lain-lain.&lt;br /&gt;Disini, mula-mula orang harus memusatkan seluruh perhatiannya pada bulatan yang berwarna biru&lt;br /&gt;misalnya. Selanjutnya, dengan memandang terus pada bulatan itu, orang harus berjuang agar&lt;br /&gt;pikirannya tetap berjaga-jaga, waspada, dan sadar. Sementara itu, benda-benda di sekeliling bulatan&lt;br /&gt;tersebut seolah-olah lenyap, dan bulatan tersebut kelihatan menjadi makin semu dan akhirnya sebagai&lt;br /&gt;bayangan pikiran saja. Kini, walaupun mata dibuka atau ditutup, orang masih melihat bulatan biru itu&lt;br /&gt;di dalam pikirannya, yang makin lama makin terang seperti bulatan dari rembulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;b. Sepuluh asubha (sepuluh wujud kekotoran)&lt;br /&gt;Dalam sepuluh asubha ini, orang melihat atau membayangkan sesosok tubuh yang telah menjadi&lt;br /&gt;mayat diturunkan ke dalam lubang kuburan, membengkak, membiru, bernanah, terbelah di tengahnya,&lt;br /&gt;dikoyak-koyak oleh burung gagak atau serigala, hancur dan membusuk, berlumuran darah,&lt;br /&gt;dikerubungi oleh lalat dan belatung, dan akhirnya merupakan tengkorak. Selanjutnya, ia menarik&lt;br /&gt;kesimpulan terhadap badannya sendiri, "Badanku ini juga mempunyai sifat-sifat itu sebagai kodratnya,&lt;br /&gt;tidak dapat dihindari". Disinilah hendaknya orang memegang dengan teguh di dalam pikirannya obyek&lt;br /&gt;yang berharga yang telah timbul, seperti gambar pikiran mengenai mayat yang membengkak dan lainlain.&lt;br /&gt;Sepuluh anussati (sepuluh macam perenungan)&lt;br /&gt;Dalam Buddhanussati, direnungkan sembilan sifat Buddha. Kesembilan sifat Buddha tersebut&lt;br /&gt;adalah maha suci, telah mencapai penerangan sempurna, sempurna pengetahuan dan tingkah lakunya,&lt;br /&gt;sempurna menempuh jalan ke Nibbana, pengenal semua alam, pembimbing manusia yang tiada&lt;br /&gt;taranya, guru para dewa dan manusia, yang sadar, yang patut dimuliakan.&lt;br /&gt;Dalam Dhammanussati, direnungkan enam sifat Dhamma. Keenam sifat Dhamma itu adalah telah&lt;br /&gt;sempurna dibabarkan, nyata di dalam kehidupan, tak lapuk oleh waktu, mengundang untuk&lt;br /&gt;dibuktikan, menuntun ke dalam batin, dapat diselami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing.&lt;br /&gt;Dalam Sanghanussati, direnungkan sembilan sifat Ariya-Sangha. Kesembilan sifat Ariya-Sangha itu&lt;br /&gt;adalah telah bertindak dengan baik, telah bertindak lurus, telah bertindak benar, telah bertindak patut,&lt;br /&gt;patut menerima persembahan, patut menerima tempat bernaung, patut menerima bingkisan, patut&lt;br /&gt;menerima penghormatan, lapangan untuk menanam jasa yang tiada taranya di alam semesta.&lt;br /&gt;Dalam silanussati, direnungkan sila yang telah dilaksanakan, yang tidak patah, yang tidak ternoda,&lt;br /&gt;yang dipuji oleh para bijaksana, dan menuju pemusatan pikiran.&lt;br /&gt;Dalam caganussati, direnungkan kebajikan berdana yang telah dilaksanakan, yang menyebabkan&lt;br /&gt;musnahnya kekikiran.&lt;br /&gt;Dalam devatanussati, direnungkan makhluk-makhluk agung atau para dewa yang berbahagia, yang&lt;br /&gt;sedang menikmati hasil dari perbuatan baik yang telah dilakukannya.&lt;br /&gt;Dalam marananussati, orang harus merenungkan bahwa pada suatu hari, kematian akan datang&lt;br /&gt;menyongsongku dan makhluk lainnya; bahwa badan ini harus dibagi-bagikan olehku kepada ulat-ulat,&lt;br /&gt;kutu, belatung, dan binatang lainnya yang hidup dengan ini; bahwa tidak ada seorang pun yang&lt;br /&gt;mengetahui kapan, di mana, dan melalui apa orang akan meninggal, serta keadaan yang bagaimana&lt;br /&gt;menungguku setelah kematian.&lt;br /&gt;Dalam kayagatasati, orang merenungkan 32 bagian anggota tubuh, dari telapak kaki ke atas dan dari&lt;br /&gt;puncak kepala ke bawah, yang diselubungi kulit dan penuh kekotoran; bahwa di dalam badan ini&lt;br /&gt;terdapat rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, kulit, daging, urat, tulang, sumsum, ginjal, jantung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;hati, selaput dada, limpa, paru-paru, usus, saluran usus, perut, kotoran, empedu, lendir, nanah, darah,&lt;br /&gt;keringat, lemak, air mata, minyak kulit, ludah, ingus, cairan sendi, air kencing, dan otak.&lt;br /&gt;Dalam anapanasati, orang merenungkan keluar masuknya napas. Dengan sadar ia menarik napas,&lt;br /&gt;dengan sadar ia mengeluarkan napas.&lt;br /&gt;Dalam upasamanussati, orang merenungkan Nibbana atau Nirwana yang terbebas dari kekotoran&lt;br /&gt;batin, hancurnya keinginan, putusnya lingkaran tumimbal lahir.&lt;br /&gt;d. Empat appamañña (empat keadaan yang tidak terbatas)&lt;br /&gt;Empat appamañña ini sering disebut juga sebagai Brahma-Vihara (kediaman yang luhur).&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan metta-bhavana, seseorang harus mulai dari dirinya sendiri, karena ia&lt;br /&gt;tidak mungkin dapat memancarkan cinta kasih sejati bila ia membenci dan meremehkan dirinya&lt;br /&gt;sendiri. Setelah itu, cinta kasih dipancarkan kepada orang tua, guru-guru, teman-teman laki-laki&lt;br /&gt;dan wanita sekaligus. Akhirnya, yang tersulit adalah memancarkan cinta kasih kepada musuhmusuhnya.&lt;br /&gt;Dalam hal ini mungkin timbul perasaan dendam atau sakit hati. Namun, hendaknya&lt;br /&gt;diusahakan untuk mengatasi kebencian itu dengan merenungkan sifat-sifat yang baik dari&lt;br /&gt;musuhnya dan jangan menghiraukan kejelekan-kejelekan yang ada padanya. Perlu diingat&lt;br /&gt;bahwa kebencian hanya dapat ditaklukkan dengan cinta kasih.&lt;br /&gt;Dalam karuna-bhavana, orang memancarkan belas kasihan kepada orang yang sedang ditimpa&lt;br /&gt;kemalangan, diliputi kesedihan, kesengsaraan, dan penderitaan.&lt;br /&gt;Dalam mudita-bhavana, orang memancarkan perasaan simpati kepada orang yang sedang&lt;br /&gt;bersuka-cita; ia turut berbahagia melihat kebahagiaan orang lain.&lt;br /&gt;Dalam upekkha-bhavana, orang akan tetap tenang menghadapi suka dan duka, pujian dan&lt;br /&gt;celaan, untung dan rugi.&lt;br /&gt;e. Satu aharapatikulasañña (satu perenungan terhadap makanan yang menjijikkan)&lt;br /&gt;Dalam satu aharapatikulasañña, direnungkan bahwa makanan adalah barang yang menjijikkan&lt;br /&gt;bila telah berada di dalam perut; direnungkan bahwa apapun yang telah dimakan, diminum,&lt;br /&gt;dikunyah, dicicipi, semuanya akan berakhir sebagai kotoran (tinja) dan air seni (urine).&lt;br /&gt;Satu catudhatuvavatthana (satu analisa terhadap keempat unsur yang ada di dalam badan&lt;br /&gt;jasmani)&lt;br /&gt;Dalam satu catudhatuvavatthana, direnungkan bahwa di dalam badan jasmani terdapat empat&lt;br /&gt;unsur materi, yaitu :&lt;br /&gt;f.&lt;br /&gt;1. Pathavi-dhatu (unsur tanah atau unsur padat), ialah segala sesuatu yang bersifat keras atau&lt;br /&gt;padat. Umpamanya : rambut kepala, bulu badan, kuku, gigi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;2. Apo-dhatu (unsur air atau unsur cair), ialah segala sesuatu yang bersifat berhubungan yang&lt;br /&gt;satu dengan yang lain atau melekat. Umpamanya : empedu, lendir, nanah, darah, dan lainlain.&lt;br /&gt;3. Tejo-dhatu (unsur api atau unsur panas), ialah segala sesuatu yang bersifat panas dingin.&lt;br /&gt;Umpamanya : setelah selesai makan dan minum, atau bila sedang sakit, badan akan terasa&lt;br /&gt;panas dingin.&lt;br /&gt;4. Vayo-dhatu (unsur angin atau unsur gerak), ialah segala sesuatu yang bersifat bergerak.&lt;br /&gt;Umpamanya : angin yang ada di dalam perut dan usus, angin yang keluar masuk waktu&lt;br /&gt;bernapas, dan lain-lain.&lt;br /&gt;g. Empat arupa (empat perenungan tanpa materi)&lt;br /&gt;Dalam kasinugaghatimakasapaññati, batin yang telah memperoleh gambaran kasina&lt;br /&gt;dikembangkan ke dalam perenungan ruangan yang tanpa batas sambil membayangkan,&lt;br /&gt;"Ruangan! Ruangan! Tak terbatas ruangan ini!" dan kemudian gambaran kasina dihilangkan.&lt;br /&gt;Jadi, pikiran ditujukan kepada ruangan yang tanpa batas, dipusatkan di dalamnya, dan&lt;br /&gt;menembus tanpa batas.&lt;br /&gt;Dalam akasanancayatana-citta, ruangan yang tanpa batas itu ditembus dengan kesadarannya&lt;br /&gt;sambil merenungkan, "Tak terbataslah kesadaran itu". Ia harus berulang-ulang memikirkan&lt;br /&gt;penembusan ruangan itu dengan sadar, mencurahkan perhatiannya kepada hal tersebut.&lt;br /&gt;Dalam natthibhavapaññati, orang harus mengarahkan perhatiannya pada kekosongan atau&lt;br /&gt;kehampaan dan tidak ada apa-apanya dari kesadaran terhadap ruangan yang tanpa batas itu. Ia&lt;br /&gt;terus menerus merenungkan, "Tidak ada apa-apa di sana! Kosonglah adanya ini".&lt;br /&gt;Dalam akincaññayatana-citta, orang merenungkan keadaan kekosongan sebagai ketenangan&lt;br /&gt;atau kesejahteraan, dan setelah itu ia mengembangkan pencapaian dari sisa unsur-unsur batin&lt;br /&gt;yang penghabisan, yaitu perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran, dan kesadaran sampai&lt;br /&gt;batas kelenyapannya. Jadi, setelah kekosongan itu dicapai, maka kesadaran mengenai&lt;br /&gt;kekosongan itu dilepas, seolah-olah tidak ada pencerapan lagi&lt;br /&gt;2. LIMA MACAM NIVARANA DAN SEPULUH MACAM PALIBODHA&lt;br /&gt;Lima macam nivarana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;Nivarana berarti rintangan atau penghalang batin yang selalu menghambat perkembangan&lt;br /&gt;pikiran. Nivarana ini ada lima macam, yaitu :&lt;br /&gt;1. Kamachanda (nafsu-nafsu keinginan)&lt;br /&gt;2. Byapada (kemauan jahat)&lt;br /&gt;3. Thina-middha (kemalasan dan kelelahan)&lt;br /&gt;4. Uddhacca-kukkucca (kegelisahan dan kekhawatiran)&lt;br /&gt;5. Vicikiccha (keragu-raguan)&lt;br /&gt;Untuk menaklukkan kelima rintangan tersebut, orang harus mengetahui sebab-sebab&lt;br /&gt;timbulnya nivarana dan berusaha menghindari sebab-sebab itu serta melakukan usaha-usaha&lt;br /&gt;yang dapat melenyapkan nivarana itu.&lt;br /&gt;Nafsu-nafsu keinginan (kamachanda) akan timbul apabila orang berulang-ulang&lt;br /&gt;memperhatikan obyek yang indah, tanpa disertai kebijaksanaan. Untuk membebaskan diri dari&lt;br /&gt;nafsu keinginan, hendaknya orang senantiasa melaksanakan meditasi dengan memakai obyek&lt;br /&gt;yang kotor atau menjijikkan dan berusaha menghindari obyek-obyek yang bisa merangsang,&lt;br /&gt;berusaha untuk menguasai pikiran dan mengendalikan indriya-indriyanya, senantiasa berbicara&lt;br /&gt;tentang kesempurnaan hidup, tentang kepuasan, kesunyian, kebajikan, kebebasan, bebas dari&lt;br /&gt;nafsu-nafsu.&lt;br /&gt;Kemauan jahat (byapada) akan timbul apabila orang berulang-ulang memperhatikan obyek&lt;br /&gt;yang menyebabkan timbulnya kebencian, tanpa disertai kebijaksanaan. Untuk menaklukkan&lt;br /&gt;kemauan jahat hendaknya orang senantiasa melaksanakan meditasi cinta kasih, senantiasa ingat&lt;br /&gt;bahwa setiap orang adalah pemilik dan pewaris dari perbuatannya sendiri.&lt;br /&gt;Kemalasan dan kelelahan (thina-middha) akan timbul apabila orang berulang-ulang&lt;br /&gt;memperhatikan rasa segan, rasa malas, kelelahan, mengantuk sesudah makan, tanpa disertai&lt;br /&gt;kebijaksanaan. Untuk membebaskan diri dari kemalasan dan kelelahan, orang hendaknya&lt;br /&gt;senantiasa merenungkan suatu cahaya sampai terserap ke dalam batin, senantiasa melihat&lt;br /&gt;penderitaan di dalam ketidak-kekalan, senantiasa merenungkan ajaran-ajaran Sang Buddha dan&lt;br /&gt;melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Kegelisahan dan kekhawatiran (uddhacca-kukkucca) akan timbul apabila orang berulangulang&lt;br /&gt;memperhatikan ketidak-tenteraman pikiran, tanpa disertai kebijaksanaan. Untuk&lt;br /&gt;mengatasi kegelisahan dan kekhawatiran, orang hendaknya senantiasa mempelajari dan&lt;br /&gt;memahami kitab suci Tripitaka, serta berusaha melaksanakan sila dengan sempurna.&lt;br /&gt;Keragu-raguan (vicikiccha) akan timbul apabila orang berulang-ulang memperhatikan sesuatu&lt;br /&gt;yang menyebabkan timbulnya keragu-raguan, tanpa disertai kebijaksanaan. Untuk&lt;br /&gt;membebaskan diri dari keragu-raguan, orang hendaknya senantiasa meneguhkan keyakinan pada&lt;br /&gt;Buddha, Dhamma, dan Sangha.&lt;br /&gt;Sepuluh macam palibodha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;Palibodha berarti gangguan dalam meditasi yang menyebabkan batin gelisah dan tidak&lt;br /&gt;mampu memusatkan pikiran pada obyek. Palibodha ini ada sepuluh macam, yaitu :&lt;br /&gt;1. Avasa (tempat tinggal)&lt;br /&gt;2. Kula (pembantu dan orang yang bertanggung jawab)&lt;br /&gt;3. Labha (keuntungan)&lt;br /&gt;4. Gana (murid dan teman)&lt;br /&gt;5. Kamma (pekerjaan)&lt;br /&gt;6. Addhana (perjalanan)&lt;br /&gt;7. Ñati (orangtua, keluarga, dan saudara)&lt;br /&gt;8. Abadha (penyakit)&lt;br /&gt;9. Gantha (pelajaran)&lt;br /&gt;10. Iddhi (kekuatan gaib)&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan meditasi, pada umumnya orang yang bermeditasi sering juga mendapat&lt;br /&gt;gangguan yang disebut palibodha. Ia merasa khawatir akan tempat tinggalnya, terikat dengan&lt;br /&gt;rumahnya. Ia merasa khawatir akan pembantunya dan orang yang bertanggung jawab atas harta&lt;br /&gt;bendanya. Ia merasa khawatir akan persoalannya, apakah meditasi ini akan membawa&lt;br /&gt;keuntungan baginya. Ia merasa khawatir akan murid-murid dan teman-temannya. Ia merasa&lt;br /&gt;khawatir akan pekerjaannya yang belum selesai. Ia merasa khawatir akan perjalanan jauh yang&lt;br /&gt;harus ditempuhnya. Ia merasa khawatir akan orang tuanya, keluarganya, dan saudarasaudaranya.&lt;br /&gt;Ia merasa khawatir akan kemungkinan timbulnya penyakit. Ia merasa khawatir akan&lt;br /&gt;pelajaran yang ditinggalkannya. Ia merasa khawatir akan bermacam-macam kekuatan magis&lt;br /&gt;yang dipertunjukkan, takut akan kemerosotan kekuatan magisnya.&lt;br /&gt;Palibodha ini harus dibasmi, agar orang dapat memusatkan pikiran dengan baik.&lt;br /&gt;3. ENAM MACAM CARITA&lt;br /&gt;Carita berarti sifat, perangai, atau perilaku.&lt;br /&gt;Di dalam Abhidhamma, terdapat pembagian sifat-sifat secara umum yang berdasarkan&lt;br /&gt;atas keadaan batin manusia, yaitu manusia itu dapat dibagi menjadi enam golongan&lt;br /&gt;berdasarkan sifat-sifat yang dimilikinya :&lt;br /&gt;1. Orang yang keras nafsu lobanya atau Ragacarita&lt;br /&gt;2. Orang yang keras kebenciannya atau Dosacarita&lt;br /&gt;3. Orang yang bodoh (dungu) atau Mohacarita&lt;br /&gt;4. Orang yang tebal keyakinannya atau Saddhacarita&lt;br /&gt;5. Orang yang bijaksana (pandai) atau Buddhicarita&lt;br /&gt;6. Orang yang suka melamun atau Vitakkacarita&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai ragacarita melaksanakan sesuatu berdasarkan loba, cenderung&lt;br /&gt;ke arah keindahan dan kecantikan, kagum melihat suatu kebajikan walaupun itu kecil&lt;br /&gt;sekali, mudah melupakan kesalahan orang lain, cerdik, sombong, berambisi besar,&lt;br /&gt;mementingkan diri sendiri. Untuk mereka yang mempunyai ragacarita, maka obyek yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;baik diambil dalam melaksanakan Samatha Bhavana ialah sepuluh asubha dan satu&lt;br /&gt;kayagatasati.&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai dosacarita melaksanakan sesuatu berdasarkan kebencian,&lt;br /&gt;cenderung ke arah panas hati, suka marah, suka jengkel, suka iri hati, tak senang melihat&lt;br /&gt;kesalahan walaupun kecil, tak mau tahu terhadap kebajikan orang lain walaupun besar,&lt;br /&gt;suka bermusuhan, memandang rendah orang lain, suka memerintah dan mendikte orang&lt;br /&gt;lain. Untuk mereka yang mempunyai dosacarita, maka obyek yang baik diambil dalam&lt;br /&gt;melaksanakan Samatha Bhavana ialah empat appamañña dan empat kasina (nila kasina,&lt;br /&gt;pita kasina, lohita kasina, dan odata kasina).&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai mohacarita melaksanakan sesuatu berdasarkan kebodohan&lt;br /&gt;batin, cenderung ke arah kelemahan batin, suka bingung, suka ragu-ragu, suka khawatir,&lt;br /&gt;menggantungkan diri pada pendapat orang lain, pikiran ruwet, malas, pendiriannya tidak&lt;br /&gt;tetap, kadang-kadang kukuh memegang suatu pandangan. Untuk mereka yang&lt;br /&gt;mempunyai mohacarita, maka obyek yang baik diambil dalam melaksanakan Samatha&lt;br /&gt;Bhavana ialah anapanasati.&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai saddhacarita melaksanakan sesuatu berdasarkan keyakinan,&lt;br /&gt;cenderung ke arah rendah hati, dermawan, jujur, suka menemui orang-orang suci, suka&lt;br /&gt;mendengarkan Dhamma, yakin pada sesuatu yang dianggap baik. Untuk mereka yang&lt;br /&gt;mempunyai saddhacarita, maka obyek yang baik diambil dalam melaksanakan Samatha&lt;br /&gt;Bhavana ialah enam anussati (Buddhanussati, Dhammanussati, Sanghanussati, silanussati,&lt;br /&gt;caganussati, dan devatanussati).&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai buddhicarita atau ñanacarita melaksanakan sesuatu&lt;br /&gt;berdasarkan berhati-hati, cenderung ke arah perenungan terhadap Tiga Corak Umum&lt;br /&gt;(Tilakkhana), sering bermeditasi, bersedia mendengarkan omongan orang lain,&lt;br /&gt;mempunyai kawan-kawan yang baik. Untuk mereka yang mempunyai buddhicarita atau&lt;br /&gt;ñanacarita, maka obyek yang baik diambil dalam melaksanakan Samatha Bhavana ialah&lt;br /&gt;marananussati, upasamanussati, aharapatikulasañña, dan catudhatuvavatthana.&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai vitakkavcarita melaksanakan sesuatu berdasarkan tergesagesa,&lt;br /&gt;cenderung ke arah kegugupan, kegagalan dalam usaha, suka berteori, pikirannya&lt;br /&gt;sering berkeliaran, tidak suka bekerja untuk kepentingan sosial. Untuk mereka yang&lt;br /&gt;mempunyai vitakkacarita, maka obyek yang cocok untuk melaksanakan Samatha&lt;br /&gt;Bhavana ialah anapanasati.&lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;Pathavi kasina, apo kasina, tejo kasina, vayo kasina, aloka kasina, akasa kasina, dan&lt;br /&gt;empat arupa dapat dijadikan obyek meditasi oleh semua orang tanpa memperhatikan&lt;br /&gt;caritanya.&lt;br /&gt;4. TIGA MACAM NIMITTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Nimitta berarti suatu pertanda atau gambaran yang ada hubungannya dengan perkembangan&lt;br /&gt;obyek meditasi. Nimitta ini ada tiga macam, yaitu :&lt;br /&gt;1. Parikamma-Nimitta (gambaran batin permulaan)&lt;br /&gt;2. Uggaha-Nimitta (gambaran batin mencapai)&lt;br /&gt;3. Patibhaga-Nimitta (gambaran batin berlawanan)&lt;br /&gt;Mengenai parikamma-nimitta, gambaran suatu obyek yang diambil dalam meditasi, seperti&lt;br /&gt;patung Buddha, mula-mula dilihat dengan mata, kemudian dibayangkan dalam pikiran. Jadi,&lt;br /&gt;parikamma-nimitta merupakan gambaran atau bentuk dari obyek dalam keadaan yang&lt;br /&gt;sebenarnya. Semua obyek (empat puluh macam obyek meditasi) dapat menghasilkan&lt;br /&gt;parikamma-nimitta.&lt;br /&gt;Mengenai uggaha-nimitta, gambaran suatu obyek yang diambil dalam meditasi dilihat&lt;br /&gt;dengan batin, hingga obyek itu melekat dalam pikiran. Jadi, uggaha-nimitta merupakan&lt;br /&gt;gambaran obyek di dalam batin yang sama dengan bentuk obyek yang dipakai, walaupun mata&lt;br /&gt;telah dipejamkan. Untuk mencapai uggaha-nimitta, semua obyek meditasi dapat dipakai dalam&lt;br /&gt;melaksanakan Samatha Bhavana, yaitu keempat puluh obyek meditasi yang tersebut terdahulu.&lt;br /&gt;Mengenai patibhaga-nimitta, gambaran suatu obyek yang diambil dalam meditasi yang telah&lt;br /&gt;melekat pada pikiran, terpeta dengan nyata, tetap, jernih, jelas, terbebas dari gangguan, dan&lt;br /&gt;gambaran obyek tersebut dapat dibesarkan serta dikecilkan menurut kemauan. Jadi, patibhaganimitta&lt;br /&gt;merupakan gambaran pantulan dari obyek yang dipakai, yang bentuk gambaran itu&lt;br /&gt;berubah menjadi sinar terang di dalam batinnya. Untuk mencapai patibhaga-nimitta, maka&lt;br /&gt;obyek yang harus diambil dalam melaksanakan Samatha Bhavana ialah sepuluh kasina, sepuluh&lt;br /&gt;asubha, satu kayagatasati, dan satu anapanasati.&lt;br /&gt;5. TIGA MACAM BHAVANA&lt;br /&gt;Dalam meditasi, terdapat tiga macam tingkat perkembangan batin, yaitu :&lt;br /&gt;1. Parikamma-Bhavana (perkembangan batin tingkat pendahuluan)&lt;br /&gt;2. Upacara-Bhavana (perkembangan batin tingkat mendekati konsentrasi)&lt;br /&gt;3. Appana-Bhavana (perkembangan batin tingkat terkonsentrasi dengan kuat)&lt;br /&gt;Dalam parikamma-bhavana, pikiran baru akan dipusatkan pada obyek. Semua obyek (empat&lt;br /&gt;puluh macam obyek meditasi) dapat menghasilkan parikamma-bhavana.&lt;br /&gt;Dalam upacara-bhavana, pikiran telah siap untuk memasuki pemusatannya, dan mulai&lt;br /&gt;timbulnya patibhaga-nimitta. Dalam keadaan ini, nivarana telah dapat diatasi. Namun&lt;br /&gt;konsentrasi pikiran masih belum mantap. Hal ini dapat disamakan dengan anak kecil yang baru&lt;br /&gt;belajar berdiri, namun masih belum mantap, sering jatuh, tetapi ia terus berusaha. Untuk&lt;br /&gt;mencapai upacara-bhavana, obyek yang harus diambil dalam melaksanakan Samatha Bhavana&lt;br /&gt;ialah delapan anussati (Buddhanussati, Dhammanussati, Sanghanussati, silanussati, caganussati,&lt;br /&gt;devatanussati, marananussati, upasamanussati), satu aharapatikulasanna, dan satu&lt;br /&gt;catudhatuvavatthana.&lt;br /&gt;Dalam appana-bhavana, pikiran telah dapat tinggal diam dalam jangka waktu yang lama,&lt;br /&gt;menurut yang dikehendakinya, karena konsentrasi yang penuh dan mantap telah tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;Keadaan ini dapat diumpamakan sebagai orang yang telah dewasa yang telah dapat berdiri&lt;br /&gt;dengan kuat, tak jatuh-jatuh lagi. Di samping nivarana telah dapat diatasi, maka faktor-faktor&lt;br /&gt;jhana juga mulai timbul berperanan (vitakka, vicara, piti, sukha, dan ekaggata). Obyek-obyek&lt;br /&gt;yang dapat dipakai untuk mencapai appana-bhavana ialah sepuluh kasina, sepuluh asubha, satu&lt;br /&gt;kayagatasati, satu anapanasati, empat appamañña, dan empat arupa&lt;br /&gt;6. PENGERTIAN JHANA&lt;br /&gt;Jhana berarti kesadaran/pikiran yang memusat dan melekat kuat pada obyek&lt;br /&gt;kammatthana/meditasi, yaitu kesadaran/pikiran terkonsentrasi pada obyek dengan kekuatan&lt;br /&gt;appana-samadhi (konsentrasi yang mantap, yaitu kesadaran/pikiran terkonsentrasi pada obyek&lt;br /&gt;yang kuat).&lt;br /&gt;Jhana merupakan keadaan batin yang sudah di luar aktivitas panca indera. Keadaan ini hanya&lt;br /&gt;dapat dicapai dengan usaha yang ulet dan tekun. Dalam keadaan ini, aktivitas panca indera&lt;br /&gt;berhenti, tidak muncul kesan-kesan penglihatan maupun pendengaran, pun tidak muncul&lt;br /&gt;perasaan badan jasmani. Walaupun kesan-kesan dari luar telah berhenti, batin masih tetap aktif&lt;br /&gt;dan berjaga secara sempurna serta sadar sepenuhnya.&lt;br /&gt;Jhana hanya mampu menekan atau mengendapkan kekotoran batin untuk sementara waktu. Ia&lt;br /&gt;tidak dapat melenyapkan kekotoran batin. Sewaktu-waktu jhana dapat merosot, karena jhana&lt;br /&gt;tidak kekal.&lt;br /&gt;FAKTOR-FAKTOR JHANA&lt;br /&gt;Di dalam memasuki jhana-jhana, timbullah faktor-faktor jhana yang memberi corak dan&lt;br /&gt;suasana bagi tiap-tiap jhana itu. Faktor-faktor jhana tersebut ada lima macam, yaitu :&lt;br /&gt;1. Vitakka, ialah penopang pikiran yang merupakan perenungan permulaan untuk memegang&lt;br /&gt;obyek.&lt;br /&gt;2. Vicara, ialah gema pikiran, keadaan pikiran dalam memegang obyek dengan kuat.&lt;br /&gt;3. Piti, ialah kegiuran atau kenikmatan.&lt;br /&gt;4. Sukha, ialah kebahagiaan yang tak terhingga.&lt;br /&gt;7.&lt;br /&gt;5. Ekaggata, ialah pemusatan pikiran yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;Vitakka dan vicara adalah dua keadaan dari suatu proses yang berkelanjutan. Kedua keadaan&lt;br /&gt;ini dapat diumpamakan seperti bunyi lonceng. Pada waktu lonceng dipukul sekali, maka akan&lt;br /&gt;terjadi bunyi yang bergema. Bunyi lonceng pada saat terkena pukulan merupakan vitakka,&lt;br /&gt;sedangkan gema dari bunyi lonceng itu merupakan vicara. Demikian pula ketika bermeditasi.&lt;br /&gt;Suasana pikiran pada saat permulaan memegang obyek disebut vitakka, sedangkan suasana&lt;br /&gt;pikiran yang telah berhasil memegang obyek dengan kuat disebut vicara.&lt;br /&gt;Mengenai piti, sebenarnya secara terperinci terdapat lima macam. Namun, kiranya di sini tidak&lt;br /&gt;begitu perlu diuraikan.&lt;br /&gt;Antara piti dan sukha terdapat pula perbedaan perasaan yang khas seperti berikut. Apabila&lt;br /&gt;seseorang yang sedang dalam suatu perjalanan merasa sangat haus, dan kemudian ia menemukan&lt;br /&gt;sebuah sumber air, maka ia akan merasa gembira, senang, dan tergiur melihatnya. Perasaan ini&lt;br /&gt;merupakan piti, karena di sini kegiuran timbul akibat keterbatasan dari tekanan perasaan.&lt;br /&gt;Selanjutnya, setelah ia meminum air itu, maka perasaan berobah menjadi nikmat dan segar.&lt;br /&gt;Perasaan ini merupakan sukha.&lt;br /&gt;Dalam ekaggata, pikiran telah terpusat pada obyek dengan kuat, sehingga kekotoran batin tidak&lt;br /&gt;mampu mengganggu lagi.&lt;br /&gt;Vikkhambhana-Pahana adalah pembasmian nivarana dengan kekuatan jhana, yaitu dengan&lt;br /&gt;mengendapkan kekotoran batin. Selama jhana masih ada, selama itu pula nivarana tidak timbul.&lt;br /&gt;Tetapi, bila jhana merosot, maka nivarana akan timbul lagi.&lt;br /&gt;Jhana merupakan alat pembasmi nivarana, yaitu vitakka membasmi thina-middha, vicara&lt;br /&gt;membasmi vicikiccha, piti membasmi byapada, sukha membasmi uddhacca-kukkucca, dan&lt;br /&gt;ekaggata membasmi kamachanda.&lt;br /&gt;TINGKAT-TINGKAT JHANA&lt;br /&gt;Menurut Sutta Pitaka, terdapat delapan tingkat jhana, yaitu empat rupa jhana dan empat arupa&lt;br /&gt;jhana, sedangkan menurut Abhidhamma, terdapat sembilan tingkat jhana, yaitu lima rupa jhana&lt;br /&gt;dan empat arupa jhana. Dalam Abhidhamma, tingkatan rupa jhana ada lima, karena hal ini&lt;br /&gt;disesuaikan menurut keadaan, menurut bagian, dan jumlah kesadaran yang berada dalam&lt;br /&gt;rupavacara-citta, sebab kesadaran dari manda-puggala (orang yang tidak cerdas) tidak dapat&lt;br /&gt;melihat kekotoran dari vitakka dan vicara kedua-duanya ini sekaligus dalam waktu yang sama,&lt;br /&gt;hanya dapat membuang 'keadaan batin' satu persatu, yaitu dutiya-jhana membuang vitakka, dan&lt;br /&gt;tatiya-jhana membuang vicara. Tetapi, tikkha-puggala (orang yang cerdas) mampu menyelidiki&lt;br /&gt;dan melihat kekotoran dari vitakka dan vicara sekaligus dalam waktu yang sama, dan membuang&lt;br /&gt;vitakka dan vicara sekaligus. Karena itu, dalam Sutta Pitaka, tingkatan rupa jhana ada empat.&lt;br /&gt;Tingkatan jhana, menurut Abhidhamma, terdiri atas :&lt;br /&gt;8.&lt;br /&gt;1. Pathama-Jhana, ialah jhana tingkat pertama.&lt;br /&gt;Keadaan batinnya terdiri dari lima corak, yaitu vitakka, vicara, piti, sukha, dan ekaggata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;2. Dutiya-Jhana, ialah jhana tingkat kedua.&lt;br /&gt;Keadaan batinnya terdiri dari empat corak, yaitu vicara, piti, sukha, dan ekaggata.&lt;br /&gt;3. Tatiya-Jhana, ialah jhana tingkat ketiga.&lt;br /&gt;Keadaan batinnya terdiri dari tiga corak, yaitu, piti, sukha, dan ekaggata.&lt;br /&gt;4. Catuttha-Jhana, ialah jhana tingkat keempat.&lt;br /&gt;Keadaan batinnya terdiri dari dua corak, yaitu sukha dan ekaggata.&lt;br /&gt;5. Pancama-Jhana, ialah jhana tingkat kelima.&lt;br /&gt;Keadaan batinnya terdiri dari dua corak, yaitu upekkha dan ekaggata.&lt;br /&gt;6. Akasanancayatana-Jhana, ialah keadaan dari konsepsi ruangan yang tanpa batas.&lt;br /&gt;7. Viññanancayatana-Jhana, ialah keadaan dari konsepsi kesadaran yang tak terbatas.&lt;br /&gt;8. Akincaññayatana-Jhana, ialah keadaan dari konsepsi kekosongan.&lt;br /&gt;9. Nevasaññanasaññayatana-Jhana, ialah keadaan dari konsepsi bukan pencerapan pun tidak&lt;br /&gt;bukan pencerapan.&lt;br /&gt;Tingkatan jhana, menurut Sutta Pitaka, terdiri atas :&lt;br /&gt;1. Pathama-Jhana, ialah jhana tingkat pertama, dimana nivarana telah dapat diatasi dengan&lt;br /&gt;seksama. Faktor-faktor jhana yang timbul adalah vitakka, vicara, piti, sukha, dan ekaggata.&lt;br /&gt;2. Dutiya-Jhana, ialah jhana tingkat kedua, dimana vitakka dan vicara mulai lenyap, karena&lt;br /&gt;kedua faktor ini bersifat kasar untuk jhana kedua. Faktor-faktor jhana yang masih ada adalah&lt;br /&gt;piti, sukha, dan ekaggata.&lt;br /&gt;3. Tatiya-Jhana, ialah jhana tingkat ketiga, dimana piti mulai lenyap, karena piti ini masih&lt;br /&gt;terasa kasar untuk jhana ketiga. Faktor-faktor jhana yang masih ada adalah sukha dan&lt;br /&gt;ekaggata.&lt;br /&gt;4. Catuttha-Jhana, ialah jhana tingkat keempat, dimana sukha mulai lenyap, karena faktor ini&lt;br /&gt;masih terasa kasar untuk jhana keempat. Di dalam jhana keempat ini hanya ada faktor&lt;br /&gt;ekaggata dan ditambah dengan upekkha (keseimbangan batin).&lt;br /&gt;5. Akasanancayatana-Jhana.&lt;br /&gt;6. Viññanancayatana-Jhana.&lt;br /&gt;7. Akincaññayatana-Jhana.&lt;br /&gt;8. Nevasaññanasaññayatana-Jhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;Untuk mencapai pathama-jhana, obyek yang harus diambil dalam melaksanakan Samatha&lt;br /&gt;Bhavana ialah sepuluh asubha dan satu kayagatasati.&lt;br /&gt;Untuk mencapai dutiya-jhana, tatiya-jhana, dan catuttha-jhana, obyek yang harus diambil&lt;br /&gt;dalam melaksanakan Samatha Bhavana ialah tiga appamañña (metta, karuna, dan mudita).&lt;br /&gt;Untuk mencapai pancama-jhana, obyek yang harus diambil dalam melaksanakan Samatha&lt;br /&gt;Bhavana ialah satu upekkha.&lt;br /&gt;Untuk mencapai empat arupa jhana, obyek yang harus diambil dalam melaksanakan Samatha&lt;br /&gt;Bhavana ialah empat arupa.&lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;Sepuluh kasina dan satu anapanasati dapat dijasikan obyek meditasi oleh semua orang untuk&lt;br /&gt;mencapai lima rupa jhana.&lt;br /&gt;LIMA MACAM VASI&lt;br /&gt;Vasi berarti keahlian atau kemahiran atau kemampuan untuk mengolah jhana.&lt;br /&gt;Jika seseorang telah mencapai jhana tingkat pertama (pathama-jhana), kemudian ia ingin&lt;br /&gt;mencapai jhana-jhana tingkat selanjutnya, maka ia harus mempunyai lima macam vasi.&lt;br /&gt;Kelima macam vasi tersebut ialah :&lt;br /&gt;1. Avajjana-vasi, yaitu keahlian dalam pemikiran untuk memasuki jhana menurut kehendaknya.&lt;br /&gt;2. Samapajjana-vasi, yaitu keahlian dalam memasuki jhana.&lt;br /&gt;3. Adhitthana-vasi, yaitu keahlian dalam menentukan berapa lama hendak berada dalam jhana.&lt;br /&gt;4. Vutthana-vasi, yaitu keahlian dalam 'keluar' dari jhana.&lt;br /&gt;9.&lt;br /&gt;5. Paccavekkhana-vasi, yaitu keahlian dalam meninjauan terhadap jhana.&lt;br /&gt;10. ENAM MACAM ABHIÑÑA&lt;br /&gt;Abhiñña berarti kemampuan atau kekuatan batin yang luar biasa, atau tenaga batin.&lt;br /&gt;Abhiñña akan timbul dalam diri orang yang telah mencapai jhana-jhana, dimana jhana tingkat&lt;br /&gt;keempat (catuttha-jhana) merupakan dasar untuk timbulnya abhiñña ini. Namun, hal ini juga&lt;br /&gt;tergantung pada kusala-kamma (perbuatan baik) dari kehidupan yang lampau. Mengenai obyek&lt;br /&gt;meditasi yang dapat menimbulkan abhiñña ialah hanya sepuluh kasina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;Abhiñña itu ada enam macam dan dapat dibagi atas dua kelompok besar, yaitu abhiñña yang&lt;br /&gt;duniawi atau lokiya dan abhiñña yang di atas duniawi atau lokuttara.&lt;br /&gt;Abhiñña yang duniawi (lokiya-abhiñña) terdiri atas lima macam, yaitu :&lt;br /&gt;Iddhividhañana, sering disebut sebagai kekuatan gaib atau kekuatan magis atau kesaktian. Ini&lt;br /&gt;terbagi lagi atas beberapa macam, yaitu :&lt;br /&gt;a. Adhitthana-iddhi, ialah kemampuan untuk mengubah diri dari satu menjadi banyak atau dari&lt;br /&gt;banyak menjadi satu.&lt;br /&gt;b. Vikubbana-iddhi, ialah kemampuan untuk berubah bentuk, seperti menjadi anak kecil, raksasa,&lt;br /&gt;ular, atau membuat diri menjadi tak tampak.&lt;br /&gt;c. Manomaya-iddhi, ialah kemampuan mencipta dengan menggunakan pikiran, seperti&lt;br /&gt;menciptakan istana, taman, harimau, wanita cantik, dan lain-lain.&lt;br /&gt;d. Ñanavipphara-iddhi, ialah kemampuan untuk menembus ajaran melalui pengetahuan.&lt;br /&gt;Samadhivipphara-iddhi, ialah kemampuan memencarkan melalui konsentrasi, yaitu :&lt;br /&gt;- kemampuan menembus dinding, pagar, gunung.&lt;br /&gt;- Kemampuan menyelam ke dalam bumi bagaikan menyelam ke dalam air.&lt;br /&gt;- Kemampuan berjalan di atas air bagaikan berjalan di atas tanah yang padat.&lt;br /&gt;- Kemampuan terbang di angkasa seperti burung.&lt;br /&gt;- Kemampuan melawan api.&lt;br /&gt;- Kemampuan menyentuk bulan dan matahari dengan tangannya.&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;- Kemampuan memanjat puncak dunia sampai ke alam Brahma.&lt;br /&gt;2. Dibbasotañana (telinga dewa), ialah kemampuan untuk mendengar suara-suara dari alam lain,&lt;br /&gt;yang jauh maupun yang dekat.&lt;br /&gt;3. Cetopariyañana atau paracittavijañana, ialah kemampuan untuk membaca pikiran makhluk lain.&lt;br /&gt;4. Dibbacakkhuñana atau cutupapatañana (mata dewa), ialah kemampuan untuk melihat alam-alam&lt;br /&gt;halus dan muncul lenyapnya makhluk-makhluk yang bertumimbal lahir sesuai dengan karmanya&lt;br /&gt;masing-masing.&lt;br /&gt;5. Pubbenivasanussatiñana, ialah kemampuan untuk mengingat tumimbal lahir yang lampau dari diri&lt;br /&gt;sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;Abhiñña yang di atas duniawi (lokuttara-abhiñña) hanya ada satu macam, yaitu asavakkhayañana,&lt;br /&gt;ialah kemampuan untuk memusnahkan kekotoran batin. Pemusnahan kekotoran batin ini akan&lt;br /&gt;membimbing ke arah kesucian tertinggi atau arahat.&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa tujuan umat Buddha bukanlah untuk mendapatkan kegaiban dan mujijat yang&lt;br /&gt;aneh-aneh dan luar biasa. Sang Buddha tidak membenarkan siswa-siswaNya melakukan sesuatu yang&lt;br /&gt;ajaib dan mujijat, karena perbuatan demikian itu tidak akan mempertinggi martabat mereka di mata&lt;br /&gt;orang lain. Lagipula kegaiban itu bukanlah merupakan hal yang penting dalam mencari kebebasan&lt;br /&gt;(Nibbana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;VIPASSANA BHAVANA&lt;br /&gt;EMPAT MACAM SATIPATTHANA&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan Vipassana Bhavana, obyeknya adalah nama dan rupa (batin dan materi),&lt;br /&gt;atau pancakhandha (lima kelompok faktor kehidupan). Ini dilakukan dengan memperhatikan gerakgerik&lt;br /&gt;nama dan rupa terus menerus, sehingga dapat melihat dengan nyata bahwa nama dan rupa itu&lt;br /&gt;dicengkeram oleh anicca (ketidak-kekalan), dukkha (derita), dan anatta (tanpa aku).&lt;br /&gt;Pancakkhandha (lima kelompok faktor kehidupan) terdiri atas :&lt;br /&gt;rupa-khandha (kelompok jasmani), vedana-khandha (kelompok perasaan), sañña-khandha&lt;br /&gt;(kelompok pencerapan), sankhara-khandha (kelompok bentuk pikiran), dan viññana-khandha&lt;br /&gt;(kelompok kesadaran). Sesungguhnya, yang disebut pancakkhandha itu adalah makhluk.&lt;br /&gt;Empat macam satipatthana (empat macam perenungan) terdiri atas :&lt;br /&gt;kaya-nupassana (perenungan terhadap badan jasmani), vedana-nupassana (perenungan terhadap&lt;br /&gt;perasaan), citta-nupassana (perenungan terhadap pikiran), dan Dhamma-nupassana (perenungan&lt;br /&gt;terhadap bentuk-bentuk pikiran).&lt;br /&gt;Empat macam satipatthana itu adalah pancakkhandha, atau nama dan rupa itu sendiri. Kaya&lt;br /&gt;nupassana adalah rupa-khandha. Vedana-nupassana adalah vedana-khandha. Citta-nupassana&lt;br /&gt;adalah Viññana-khandha. Dhamma-nupassana adalah pancakkhandha.&lt;br /&gt;Sesungguhnya, yang akan berkembang dalam latihan Vipassana itu ialah perhatian yang tajam&lt;br /&gt;dan kesadaran yang kuat.&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;1. Kaya-nupassana (perenungan terhadap badan jasmani).&lt;br /&gt;Salah satu contoh yang paling populer dan praktis tentang meditasi dengan obyek badan jasmani&lt;br /&gt;ialah anapanasati (menyadari keluar dan masuknya napas). Dalam anapanasati ini, tidak ada&lt;br /&gt;tekanan atau paksaan pada pernapasan. Panjang atau pendeknya pernapasan harus disadari, tetapi&lt;br /&gt;tidak dibuat-buat atau sengaja diatur. Jadi, bernapas secara biasa dan wajar.&lt;br /&gt;Walaupun menurut kebiasaan , kesadaran terhadap pernapasan itu pada tingkat permulaan&lt;br /&gt;dianggap sebagai obyek untuk meditasi ketenangan (Samatha Bhavana), yaitu untuk&lt;br /&gt;mengembangkan jhana-jhana, ia juga sangat berguna untuk mengembangkan Pandangan Terang&lt;br /&gt;(Vipassana Bhavana). Dalam pernapasan, yang dipakai sebagai suatu obyek perhatian murni, naik&lt;br /&gt;turunnya gelombang kehidupan yang tidak kekal, yang timbul tenggelam ini, dapat disadari dengan&lt;br /&gt;mudah.&lt;br /&gt;Cara meditasi lain yang penting, praktis, dan berguna ialah sadar dan waspada terhadap segala&lt;br /&gt;sesuatu yang dilakukan, ketika berjalan, berdiri, duduk, atau berbaring, sewaktu membungkukkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;dan melencangkan badan, sewaktu melihat ke muka dan ke belakang, ketika berpakaian, makan,&lt;br /&gt;dan minum, ketika buang kotoran dan kencing, ketika berbicara atau berdiam diri.&lt;br /&gt;Di sini tidak dijalankan penyiksaan badan jasmani dengan maksud untuk mengendalikan badan.&lt;br /&gt;Tetapi dipergunakan jalan tengah yang sederhana, dengan menyadari timbul dan tenggelamnya&lt;br /&gt;bentuk kehidupan setiap saat.&lt;br /&gt;2. Vedana-nupassana (perenungan terhadap perasaan).&lt;br /&gt;Di sini direnungkan perasaan yang sedang dialami secara obyektif, baik perasaan senang,&lt;br /&gt;perasaan tidak senang, maupun perasaan yang acuh tak acuh. Direnungkan keadaan perasaan yang&lt;br /&gt;sebenarnya, bagaimana ia timbul, berlangsung, dan kemudian lenyap kembali.&lt;br /&gt;Perasaan harus dikendalikan oleh akal dan kebijaksanaan, agar perasaan itu tidak&lt;br /&gt;membangkitkan bermacam-macam bentuk emosi. Apabila perasaan telah dapat diatasi dengan&lt;br /&gt;tepat, maka batin menjadi bebas, tidak terikat oleh apapun di dalam dunia ini.&lt;br /&gt;3. Citta-nupassana (perenungan terhadap pikiran).&lt;br /&gt;Di sini direnungkan segala gerak-gerik pikiran. Apabila pikiran sedang dihinggapi hawa nafsu&lt;br /&gt;atau terbebas daripadanya, maka hal itu harus disadari.&lt;br /&gt;Pikiran harus diarahkan pada kenyataan hidup pada saat ini. Masalah-masalah yang telah lewat&lt;br /&gt;atau hal-hal yang akan datang tidak boleh dipikirkan pada saat ini. Betapa banyak tenaga yang&lt;br /&gt;terbuang dengan percuma karena melamunkan keadaan-keadaan yang telah lalu dan&lt;br /&gt;mengkhayalkan keadaan yang akan datang. Jadi, keadaan pikiran yang sebenarnya harus diamatamati,&lt;br /&gt;agar batin menjadi bebas dan tidak terikat.&lt;br /&gt;4. Dhamma-nupassana (perenungan terhadap bentuk-bentuk pikiran).&lt;br /&gt;Di sini direnungkan bentuk-bentuk pikiran dengan sewajarnya, direnungkan bentuk-bentuk pikiran&lt;br /&gt;dari lima macam rintangan (nivarana), direnungkan bentuk-bentuk pikiran dari lima kelompok&lt;br /&gt;faktor kehidupan (pancakkhandha), direnungkan bentuk-bentuk pikiran dari enam landasan indriya&lt;br /&gt;dalam dan luar (dua belas ayatana), direnungkan bentuk-bentuk pikiran dari tujuh faktor&lt;br /&gt;Penerangan Agung (Satta Bojjhanga), dan direnungkan bentuk-bentuk pikiran dari Empat&lt;br /&gt;Kesunyataan Mulia (Cattari Ariya Saccani).&lt;br /&gt;Cara merenungkan bentuk-bentuk pikiran dari lima macam rintangan (nivarana) ialah bahwa&lt;br /&gt;apabila di dalam diri orang yang bermeditasi timbul nafsu keinginan, kemauan jahat, kemalasan&lt;br /&gt;dan kelelahan, kegelisahan dan kekhawatiran, atau keragu-raguan, maka hal itu harus disadari.&lt;br /&gt;Demikian pula apabila nivarana itu tidak ada di dalam dirinya, maka hal itu pun harus disadari. Ia&lt;br /&gt;tahu bagaimana bentuk-bentuk pikiran itu datang dan timbul. Ia tahu bagaimana sekali timbul,&lt;br /&gt;bentuk-bentuk pikiran itu ditaklukkan. Ia tahu bahwa sekali ditaklukkan, bentuk-bentuk pikiran itu&lt;br /&gt;tidak akan timbul lagi kemudian.&lt;br /&gt;Cara merenungkan bentuk-bentuk pikiran dari lima kelompok faktor kehidupan&lt;br /&gt;(pancakkhandha) ialah dengan menyadari bahwa inilah bentuk jasmani, inilah perasaan, inilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21&lt;br /&gt;pencerapan, inilah bentuk pikiran, inilah kesadaran. Ia tahu bagaimana caranya timbul dan&lt;br /&gt;bagaimana caranya lenyap.&lt;br /&gt;Cara merenungkan bentuk-bentuk pikiran dari enam landasan indriya dalam dan luar (dua bleas&lt;br /&gt;ayatana) ialah dengan menyadari bahwa inilah mata dan obyek bentuk, inilah telinga dan obyek&lt;br /&gt;suara, inilah hidung dan obyek bau, inilah lidah dan obyek kecapan, inilah badan dan obyek&lt;br /&gt;sentuhan, inilah pikiran dan obyek pikiran. Ia tahu akan belenggu-belenggu yang timbul dalam&lt;br /&gt;hubungan dengan semua itu. Ia tahu bagaimana cara menaklukkan belenggu-belenggu itu. Ia tahu&lt;br /&gt;bagaimana caranya supaya belenggu yang telah dibuang itu tidak timbul lagi kemudian.&lt;br /&gt;Cara merenungkan bentuk-bentuk pikiran dari tujuh faktor Penerangan Agung (Satta Bojjhanga)&lt;br /&gt;ialah apabila di dalam diri orang yang bermeditasi timbul kesadaran (sati), penyelidikan Dhamma&lt;br /&gt;yang mendalam (Dhamma-Vicaya), tenaga (viriya), kegiuran (piti), ketenangan (passadhi),&lt;br /&gt;pemusatan pikiran (samadhi), atau keseimbangan (upekkha), maka hal itu harus disadari. Ia tahu&lt;br /&gt;bilamana keadaan-keadaan ini tidak ada di dalam dirinya. Ia tahu bagaimana cara timbulnya, dan&lt;br /&gt;bagaimana cara mengembangkannya dengan sempurna.&lt;br /&gt;Cara merenungkan bentuk-bentuk pikiran dari Empat Kesunyataan Mulia (Cattari Ariya&lt;br /&gt;Saccani) ialah dengan menyadari berdasarkan kesunyataan bahwa inilah penderitaan, inilah asal&lt;br /&gt;mula dari penderitaan, inilah pemadaman dari penderitaan, inilah jalan menuju pemadaman dari&lt;br /&gt;penderitaan. Ia merenungkan masalah-masalah yang timbul dan hancur dari bentuk-bentuk pikiran.&lt;br /&gt;Akhirnya, ia hidup bebas tanpa ikatan dalam dunia ini.&lt;br /&gt;SEPULUH MACAM VIPASSANUPAKILESA&lt;br /&gt;Vipassanupakilesa berarti kekotoran batin atau rintangan yang menghambat perkembangan&lt;br /&gt;Pandangan Terang, di dalam melaksanakan Vipassana Bhavana. Vipassanupakilesa ini ada&lt;br /&gt;sepuluh macam, yaitu :&lt;br /&gt;1. Obhasa, ialah sinar-sinar yang gemerlapan, yang bentuk dan keadaannya bermacam-macam,&lt;br /&gt;yang kadang-kadang merupakan pemandangan yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Piti, ialah kegiuran, yang merupakan perasaan yang nyaman dan nikmat. Piti ini ada lima&lt;br /&gt;macam menurut keadaannya, yaitu :&lt;br /&gt;a. Khudaka Piti, ialah kegiuran yang kecil, yang suasananya seperti bulu badan yang&lt;br /&gt;terangkat atau merinding.&lt;br /&gt;b. Khanika Piti, ialah kegiuran yang sepintas lalu menggerakkan badan.&lt;br /&gt;c. Okkantika Piti, ialah kegiuran yang menyeluruh, yang suasananya meriang di seluruh&lt;br /&gt;badan, seperti ombak laut memecah di pantai.&lt;br /&gt;d. Ubbonga Piti, ialah kegiuran yang mengangkat, yang suasananya seolah-olah mengangkat&lt;br /&gt;badan naik ke udara.&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;e. Pharana Piti, ialah kegiuran yang menyerap seluruh badan, yang suasananya seluruh&lt;br /&gt;badan seperti terserap oleh perasaan yang menakjubkan.&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;3. Passadi, ialah ketenangan batin, yang seolah-olah orang telah mencapai penerangan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22&lt;br /&gt;4. Sukha, ialah perasaan yang berbahagia, yang seolah-olah orang telah bebas dari penderitaan.&lt;br /&gt;5. Saddha, ialah keyakinan yang kuat dan harapan agar setiap orang juga seperti dirinya.&lt;br /&gt;6. Paggaha, ialah usaha yang terlalu giat, yang lebih daripada semestinya.&lt;br /&gt;7. Upatthana, ialah ingatan yang tajam, yang sering timbul dan mengganggu perkembangan&lt;br /&gt;kesadaran, karena tidak memperhatikan saat yang sekarang ini.&lt;br /&gt;8. Ñana, ialah pengetahuan yang sering timbul dan mengganggu jalannya praktek meditasi.&lt;br /&gt;9. Upekkha, ialah keseimbangan batin, dimana pikiran tidak mau bergerak untuk menyadari&lt;br /&gt;proses-proses yang timbul&lt;br /&gt;10. Nikanti, ialah perasaan puas terhadap obyek-obyek.&lt;br /&gt;Sepuluh macam vipassanupakilesa ini biasanya timbul dalam perkembangan Sammasana-Ñana,&lt;br /&gt;yaitu ñana yang ketiga.&lt;br /&gt;EMPAT MACAM VIPALLASA-DHAMMA&lt;br /&gt;Vipallasa-Dhamma berarti kekhayalan, atau kepalsuan, atau kekeliruan yang berkenaan dengan&lt;br /&gt;paham yang menganggap suatu kebenaran sebagai suatu kesalahan dan kesalahan sebagai suatu&lt;br /&gt;kebenaran. Vipallasa-Dhamma ini ada empat macam dan dapat dibasmi dengan melaksanakan&lt;br /&gt;empat macam Satipatthana.&lt;br /&gt;Keempat macam Vipallasa-Dhamma itu ialah :&lt;br /&gt;1. Subha-Vipallasa, yaitu kekeliruan dari pencerapan, pikiran, dan pandangan, yang&lt;br /&gt;menganggap sesuatu yang tidak cantik sebagai cantik. Subha-Vipallasa ini dapat dibasmi&lt;br /&gt;dengan melaksanakan kaya-nupassana.&lt;br /&gt;2. Sukha-Vipallasa, yaitu kekeliruan dari pencerapan, pikiran, dan pandangan, yang&lt;br /&gt;menganggap sesuatu yang derita sebagai bahagia. Sukha_Vipallasa ini dapat dibasmi dengan&lt;br /&gt;melaksanakan vedana-nupassana.&lt;br /&gt;3. Nicca-Vipallasa, yaitu kekeliruan dari pencerapan, pikiran, dan pandangan, yang menganggap&lt;br /&gt;sesuatu yang tidak kekal sebagai kekal. Nicca-Vipallasa ini dapat dibasmi dengan&lt;br /&gt;melaksanakan citta-nupassana.&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;4. Atta-Vipallasa, yaitu kekeliruan dari pencerapan, pikiran, dan pandangan, yang menganggap&lt;br /&gt;sesuatu yang tanpa aku sebagai aku. Atta-Vipallasa ini dapat dibasmi dengan melaksanakan&lt;br /&gt;Dhamma-nupassana.&lt;br /&gt;4. ENAM BELAS MACAM ÑANA&lt;br /&gt;Ñana berarti pengetahuan. Apabila orang tekun melaksanakan Vipassana Bhavana, maka akan&lt;br /&gt;berkembanglah ñana di dalam dirinya. Ñana itu ada enam belas macam, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23&lt;br /&gt;1. Nama-Rupa Pariccheda Ñana, ialah pengetahuan mengenai perbedaan nama (batin) dan rupa&lt;br /&gt;(materi).&lt;br /&gt;2. Paccaya Pariggaha Ñana, ialah pengetahuan mengenai hubungan sebab dan akibat dari nama&lt;br /&gt;dan rupa.&lt;br /&gt;3. Sammasana Ñana, ialah pengetahuan yang menunjukkan nama dan rupa sebagai Tilakkhana&lt;br /&gt;(Tiga Corak Umum), yaitu anicca (ketidak-kekalan), dukkha (derita), anatta (tanpa aku).&lt;br /&gt;4. Udayabbaya Ñana, ialah pengetahuan mengenai timbul dan lenyapnya nama dan rupa.&lt;br /&gt;5. Bhanga Ñana, ialah pengetahuan mengenai peleburan/pelenyapan nama dan rupa.&lt;br /&gt;6. Bhaya Ñana, ialah pengetahuan mengenai ketakutan yang berkenaan dengan sifat nama dan&lt;br /&gt;rupa.&lt;br /&gt;7. Adinava Ñana, ialah pengetahuan mengenai kesedihan yang berkenaan dengan sifat nama dan&lt;br /&gt;rupa.&lt;br /&gt;8. Nibbida Ñana, ialah pengetahuan mengenai keengganan yang berkenaan dengan sifat nama&lt;br /&gt;dan rupa.&lt;br /&gt;9. Muncitukamyata Ñana, ialah pengetahuan mengenai keinginan untuk mencapai kebebasan.&lt;br /&gt;10. Patisankha Ñana, ialah pengetahuan mengenai penglihatan akan jalan yang menuju&lt;br /&gt;kebebasan, yang menimbulkan keputusan untuk berlatih terus dengan bersemangat.&lt;br /&gt;11. Sankharupekkha Ñana, ialah pengetahuan mengenai keseimbangan tentang semua bentukbentuk&lt;br /&gt;kehidupan.&lt;br /&gt;12. Anuloma Ñana, ialah pengetahuan mengenai penyesuaian diri dengan Ariya-Sacca (Empat&lt;br /&gt;Kesunyataan Mulia), sebagai persiapan untuk memasuki magga (Jalan), mencapai phala&lt;br /&gt;(hasil) dari magga itu, dan mendekati Nirvana, dengan melalui anicca, dukkha, dan anatta.&lt;br /&gt;13. Gotrabhu Ñana, ialah pengetahuan mengenai pemotongan atau pemutusan keadaan duniawi,&lt;br /&gt;dan Nirvana sebagai obyek dari pikiran.&lt;br /&gt;14. Magga Ñana, ialah pengetahuan mengenai penembusan terhadap magga, dimana kilesa atau&lt;br /&gt;kekotoran batin telah dilenyapkan.&lt;br /&gt;15. Phala Ñana, ialah pengetahuan mengenai pembabaran phala yang merupakan hasil dari&lt;br /&gt;penembusan terhadap magga, dan Nirvana sebagai obyek batinnya.&lt;br /&gt;16. Paccavekkhana Ñana, ialah pengetahuan mengenai peninjauan terhadap sisa-sisa kilesa atau&lt;br /&gt;kekotoran batin yang masih ada.&lt;br /&gt;Enam belas macam ñana tersebut di atas diuraikan agak terperinci seperti di bawah ini.&lt;br /&gt;1. Nama-Rupa Pariccheda Ñana&lt;br /&gt;Dengan memiliki ñana ini, seseorang dapat membedakan nama dari rupa dan rupa dari nama.&lt;br /&gt;Umpamanya, dalam melaksanakan Vipassana Bhavana, naik dan turunnya rongga perut ketika&lt;br /&gt;bernapas adalah rupa, sedangkan pikiran yang mengetahui proses itu adalah nama. Gerakan kaki&lt;br /&gt;ketika berjalan adalah rupa, sedangkan kesadaran terhadapa hal itu adalah nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24&lt;br /&gt;Mengenai membedakan nama dan rupa yang berkenaan dengan panca-indera, dapat dijelaskan&lt;br /&gt;sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Dalam melihat bentuk atau warna, bentuk atau warna itu adalah rupa, dan kesadaran terhadap hal&lt;br /&gt;itu adalah nama.&lt;br /&gt;b. Dalam mendengar bunyi, bunyi itu adalah rupa, dan kesadaran terhadap hal itu adalah nama.&lt;br /&gt;c. Dalam mencium bau, bau itu adalah rupa, dan kesadaran terhadap hal itu adalah nama.&lt;br /&gt;d. Dalam mencicipi sesuatu, rasa itu adalah rupa, dan kesadaran terhadap hal itu adalah nama.&lt;br /&gt;e. Dalam menyentuh suatu benda yang dingin, panas, keras, atau lunak, benda itu adalah rupa, dan&lt;br /&gt;kesadaran terhadap hal itu adalah nama.&lt;br /&gt;Jadi, kesimpulannya ialah bahwa seluruh badan ini adalah rupa, dan pikiran adalah nama. Yang ada&lt;br /&gt;hanya rupa dan nama. Tak ada sesuatu yang disebut makhluk, tak ada pribadi, aku, dia, dan lainlainnya.&lt;br /&gt;2. Paccaya Pariggaha Ñana&lt;br /&gt;Dalam beberapa hal, rupa merupakan sebab, dan nama merupakan akibat. Jadi, kalau rongga perut&lt;br /&gt;naik, maka kesadaran akan mengikutinya. Namun, dalam hal lain, nama merupakan sebab, dan rupa&lt;br /&gt;merupakan akibat. Jadi, kalau pikiran bergerak, maka gerak jasmani akan mengikutinya. Keinginan&lt;br /&gt;duduk merupakan sebab, dan duduk adalah akibatnya.&lt;br /&gt;Rongga perut mungkin naik, tetapi tidak ada turun. Rongga perut mungkin turun dengan keras dan&lt;br /&gt;tinggal diam dalam keadaan itu. Naik turunnya rongga perut hilang, tetapi kalau dirasakan dengan&lt;br /&gt;tangan, proses itu masih tetap ada.&lt;br /&gt;Sewaktu-waktu ada perasaan yang sangat tertekan dan kadang-kadang agak kurang, atau merasa diri&lt;br /&gt;tidak berhasil. Sering diganggu oleh pemandangan atau khayalan, seperti binatang liar, gununggunung,&lt;br /&gt;dan lain-lain.&lt;br /&gt;Naik turunnya perut dan bekerjanya proses kesadaran itu berlangsung dengan teratur. Kadangkadang&lt;br /&gt;orang dapat terkejut, bergoyang ke muka atau ke belakang. Akhirnya, orang dapat merasakan&lt;br /&gt;bahwa kehidupan yang lampau, yang sekarang, dan yang akan datang hanya terbentuk dari rangkaian&lt;br /&gt;sebab dan akibat, dan hanya terdiri atas nama dan rupa.&lt;br /&gt;3. Sammasana Ñana&lt;br /&gt;Dengan memiliki ñana ini, seseorang dapat merasakan nama dan rupa melalui panca-indera sebagai&lt;br /&gt;Tilakkhana (Tiga Corak Umum), yaitu, Anicca (ketidak-kekalan), Dukkha (derita), dan Anatta (tanpa&lt;br /&gt;aku).&lt;br /&gt;Gerak naiknya perut dan gerak turunnya perut ada tiga bagian, yaitu upada (terjadi), thiti&lt;br /&gt;(berlangsung), dan bhanga (lenyap). Naik turunnya perut dapat lenyap sebentar atau dalam waktu yang&lt;br /&gt;lama. Pernapasan dapat berlangsung cepat, pelan, halus, atau tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;Timbul perasaan tertekan, yang hanya dapat lenyap setelah disadari beberapa kali dengan perlahanlahan.&lt;br /&gt;Pikiran menjadi kacau, yang memperlihatkan adanya kesadaran terhadap Tilakkhana itu.&lt;br /&gt;4. Udayabbaya Ñana&lt;br /&gt;Dengan memiliki ñana ini, seseorang dapat menyadari bahwa gerakan naik turunnya perut itu terdiri&lt;br /&gt;atas dua, tiga, empat, lima, atau enam tingkat.&lt;br /&gt;Naik dan turunnya perut lenyap berselang-seling. Berbagai perasaan lenyap setelah disadari&lt;br /&gt;beberapa kali. Terlihat cahaya yang terang, seperti lampu listrik.&lt;br /&gt;Permulaan dan pengakhiran dari gerakan naik turunnya perut lebih terasa. Akhirnya, orang akan&lt;br /&gt;merasakan bahwa ketika pernapasan berhenti pada waktu beristirahat yang berulang-ulang, badan&lt;br /&gt;seperti jatuh ke dalam jurang yang sangat dalam, atau terbang dengan pesawat terbang, atau naik&lt;br /&gt;dengan lift, tetapi sebenarnya badan masih tetap diam dan tak bergerak.&lt;br /&gt;5. Bhanga Ñana&lt;br /&gt;Pengakhiran dari gerak naik turunnya perut lebih terasa. Naik turunnya perut terasa samar-samar,&lt;br /&gt;terasa lenyap, dan kadang-kadang terasa tidak ada apa-apa.&lt;br /&gt;Gerakan naik turun dan kesadaran/pikiran (citta) terasa seolah-olah lenyap. Pertama-tama, rupa&lt;br /&gt;(materi/jasmani) yang mengendap, tetapi citta masih bergema. Kemudian, gerakan naik turun segera&lt;br /&gt;lenyap, demikian pula kesadarannya. Jadi, citta dan obyeknya lenyap bersama-sama.&lt;br /&gt;Terasa panas seluruh badan. Terasa diri seperti ditutupi dengan jaring. Segala sesuatu kelihatannya&lt;br /&gt;seolah-olah dalam suasana yang penuh kesuraman, sangat kabur, dan remang-remang. Kalau melihat&lt;br /&gt;pada langit, seolah-olah ada getaran-getaran di udara. Gerakan naik dan turun sekonyong-konyong&lt;br /&gt;berhenti dan sekonyong-konyong timbul lagi.&lt;br /&gt;6. Bhaya Ñana&lt;br /&gt;Timbul perasaan takut, tetapi tidak seperti takut ketika melihat hantu atau setan. Tidak merasa&lt;br /&gt;bahagia, senang, gembira, atau nikmat. Terasa sakit pada urat-urat syaraf, terutama pada waktu&lt;br /&gt;berjalan atau berdiri.&lt;br /&gt;Terdapat bahaya dari perubahan-perubahan yang terus menerus di dalam semua bentuk kehidupan.&lt;br /&gt;Semua bagian dari benda-benda ini menakutkan. Nama dan rupa yang dianggap sebagai sesuatu yang&lt;br /&gt;bagus atau indah, sebenarnya tidak mempunyai inti-sari, dan kosong sama sekali. Setelah nama dan&lt;br /&gt;rupa lenyap, tidak ada lagi yang menimbulkan rasa takut.&lt;br /&gt;7. Adinava Ñana&lt;br /&gt;Gerakan naik turun menghilang sedikit demi sedikit, dan kelihatannya hanya samar-samar dan&lt;br /&gt;suram. Nama dan rupa muncul dengan cepatnya, tetapi dapat juga disadari.&lt;br /&gt;Diri terasa buruk, jelek, dan membosankan. Semua bentuk batin dan fisik menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26&lt;br /&gt;8. Nibbida Ñana&lt;br /&gt;Semua obyek kelihatan membosankan dan jelek. Terasa seperti malas, tetapi kemampuan untuk&lt;br /&gt;mengenal atau menyadari sesuatu masih berjalan dengan baik. Tak ada keinginan untuk bertemu atau&lt;br /&gt;bercakap-cakap dengan orang lain, dan lebih senang tinggal di kamar sendiri saja.&lt;br /&gt;Orang merasa bahwa keinginan-keinginan atau cita-citanya yang dahulu, seperti kemasyhuran,&lt;br /&gt;kemewahan, kemegahan, dan lain-lainnya tidak lagi merupakan kesenangan dan kegembiraan, bahkan&lt;br /&gt;berubah menjadi kebosanan setelah menyadari sendiri bahwa manusia itu tercengkeram dan terseret ke&lt;br /&gt;dalam kelapukan. Semua manusia dan makhluk lain, bahkan para dewa dan para brahma tidak ada&lt;br /&gt;yang terkecuali semasih diliputi oleh bentuk-bentuk ini, di mana masih ada kelahiran, usia tua, sakit,&lt;br /&gt;dan kematian, dan tidak terdapat perasaan kenikmatan yang sejati. Kebosanan timbul sebagai&lt;br /&gt;dorongan yang keras untuk mencari Nibbana.&lt;br /&gt;9. Muncitukamyata Ñana&lt;br /&gt;Seluruh badan merasa gatal, seperti digigit-gigit semut, atau seperti ada binatang kecil yang&lt;br /&gt;merayap pada muka dan badan. Terasa kurang senang, gelisah dan bosan. Ada keinginan pergi dan&lt;br /&gt;menghentikan latihan meditasinya. Ada pula yang ingin pulang karena merasa bahwa paramitanya&lt;br /&gt;atau perbuatan-perbuatan baiknya belum cukup kuat.&lt;br /&gt;10. Patisankha Ñana&lt;br /&gt;Terasa ditusuk-tusuk di bawah kulit dengan benda-benda tajam di seluruh badan. Timbul&lt;br /&gt;bermacam-macam perasaan yang mengganggu, tetapi setelah disadari dua atau tiga kali, semua itu&lt;br /&gt;menjadi lenyap. Terasa mengantuk. Badan menjadi kaku, tetapi pikiran masih aktif dan pendengaran&lt;br /&gt;masih bekerja. Badan terasa seperti ditindih batu atau kayu. Seluruh badan terasa panas. Muncul&lt;br /&gt;perasaan tak senang.&lt;br /&gt;11. Sankharupekkha Ñana&lt;br /&gt;Tidak ada perasaan takut, tidak ada perasaan senang, tetapi agak seperti acuh tak acuh. Naik&lt;br /&gt;turunnya perut hanya disadari sebagai nama dan rupa saja. Tidak ada perasaan gembira atau perasaan&lt;br /&gt;sedih, tetapi pikiran dan kesadaran pada saat itu tetap terang.&lt;br /&gt;Ingatan, pengenalan, atau kesadaran tidak mengalami kesukaran-kesukaran. Konsentrasi pikiran&lt;br /&gt;berjalan baik, tetap tenang dan halus dalam jangka waktu yang lama, seperti sebuah mobil yang&lt;br /&gt;berjalan di atas jalan yang datar dan rata. Ada perasaan puas dan mungkin lupa dengan waktu.&lt;br /&gt;Samadhi atau konsentrasi menjadi kuat dan lekat, seperti adonan tepung yang diremas-remas oleh&lt;br /&gt;tukang roti yang pandai.&lt;br /&gt;Dapat dikatakan bahwa penyadaran dan pengenalan di dalam nama ini berlangsung dengan mudah&lt;br /&gt;dan memuaskan. Orang mungkin dapat lupa dengan waktu yang telah dilewatinya dalam latihan itu.&lt;br /&gt;Mungkin ia telah duduk selama satu jam atau lebih, padahal mulanya ia ingin bermeditasi hanya 30&lt;br /&gt;menit saja.&lt;br /&gt;12. Anuloma Ñana&lt;br /&gt;Di sini Anuloma Ñana diuraikan dalam bentuk Tilakkhana (anicca, dukkha, anatta) sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27&lt;br /&gt;a. Anicca : orang yang biasa melatih diri dalam kebersihan atau kesucian dan sila-sila akan&lt;br /&gt;mencapai magga melalui perenungan tentang anicca. Gerakan naik turun perut menjadi cepat,&lt;br /&gt;tetapi sekonyong-konyong berhenti. Ia menyadari atau mengetahui dengan terang tentang gerakan&lt;br /&gt;naik turun itu yang berhenti, menyadari sikap duduk atau sentuhan-sentuhan badannya dengan&lt;br /&gt;jelas. Keadaan pernapasan yang cepat itu adalah corak anicca, dan pengenalan atau kesadaran&lt;br /&gt;terhadap proses berhentinya pernapasan ini adalah anuloma-ñana, tetapi janganlah hendaknya&lt;br /&gt;ragu-ragu atau dipikir-pikirkan. Proses berhenti ini harus disadari dengan nyata.&lt;br /&gt;b. Dukkha : Orang yang biasa melatih diri dalam Samatha (meditasi ketenangan) akan mencapai&lt;br /&gt;magga melalui perenungan tentang dukkha. Kalau ia berlatih menyadari naik turunnya perut,&lt;br /&gt;sikap duduk, atau sentuhan-sentuhan pada badan, maka hal itu akan terhalang. Kalau ia terus&lt;br /&gt;melanjutkan menyadari naik turunnya perut, sikap duduk, atau sentuhan-sentuhan pada badan,&lt;br /&gt;maka terjadilah proses berhenti. Keadaan pernapasan yang terhalang itu adalah corak dari&lt;br /&gt;dukkha, dan pengenalan atau kesadaran terhadap proses berhentinya gerakan naik turun ini, atau&lt;br /&gt;terhadap sikap duduk, atau sentuhan-sentuhan pada badan itu adalah anuloma-ñana.&lt;br /&gt;c. Anatta : Orang yang biasa melatih diri dalam Vipassana (meditasi pandangan terang), atau senang&lt;br /&gt;dengan Vipassana dalam kehidupannya yang dulu-dulu, akan mencapai magga melalui&lt;br /&gt;perenungan tentang anatta. Jadi, naik turunnya perut menjadi tenang dan teratur, jangka waktu&lt;br /&gt;dari gerakan naik dan gerakan turun sama, dan kemudian berhenti. Gerak naik turunnya perut,&lt;br /&gt;atau sikap duduk, atau sentuhan-sentuhan pada badan kelihatan dengan terang. Keadaan&lt;br /&gt;pernapasan yang halus dan teratur itu adalah corak dari anatta, dan pengenalan atau kesadaran&lt;br /&gt;yang terang terhadap proses berhentinya gerakan naik turun ini, atau terhadap sikap duduk, atau&lt;br /&gt;sentuhan-sentuhan pada badan itu adalah anuloma-ñana.&lt;br /&gt;13. Gotrabhu Ñana&lt;br /&gt;Nama-rupa bersama-sama dengan citta (pikiran) yang mengetahui proses berhenti itu menjadi diam,&lt;br /&gt;tenang, aman, dan damai. Ini berarti bahwa orang telah mendapat penerangan dengan nibbana sebagai&lt;br /&gt;obyeknya. Jadi, kalau pencerapan mulai pecah dan lenyap, maka gotrabhu-ñana tercapai.&lt;br /&gt;14. Magga Ñana&lt;br /&gt;Magga timbul langsung pada saat perasaann pecah dan pencerapan kilesa hancur akibat dari&lt;br /&gt;putusnya belenggu-belenggu, seperti Sakayaditthi (kekhayalan dari aku), Vicikiccha (keragu-raguan),&lt;br /&gt;Silabbataparamasa (ketahyulan tentang upacara).&lt;br /&gt;15. Phala Ñana&lt;br /&gt;Phala-ñana adalah hasil dari magga, yang muncul langsung setelah timbulnya magga-ñana. Dalam&lt;br /&gt;beberapa saat, dua atau tiga saat, yang menjadi obyek phala-citta adalah nibbana. Ñana ini bersifat&lt;br /&gt;lokuttara.&lt;br /&gt;16. Paccavekkhana Ñana&lt;br /&gt;Paccavekkhana-Ñana terdiri atas peritmbangan-pertimbangan mengenai masih adanya kilesa&lt;br /&gt;(kekotoran batin). Dalam hal ini terdapat lima macam pertimbangan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Pertimbangan mengenai magga, yang berarti bahwa kita telah tiba pada magga ini.&lt;br /&gt;b. Pertimbangan mengenai phala, yang berarti bahwa kita telah mencapai phala atau hasil ini.&lt;br /&gt;c. Pertimbangan mengenai kilesa yang telah dihancurkan, yang berarti kita telah menghancurkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28&lt;br /&gt;semua kilesa.&lt;br /&gt;d. Pertimbangan mengenai kilesa yang belum dihancurkan, yang berarti kita masih memiliki kilesa.&lt;br /&gt;e. Pertimbangan mengenai nibbana, yang berarti bahwa Dhamma tertentu telah kita capai untuk&lt;br /&gt;menuju ke Nibbana sebagai obyek pikiran.&lt;br /&gt;Demikian proses tersebut dapat timbul di dalam diri seseorang dan dapat disadari dengan seksama,&lt;br /&gt;jika orang melaksanakan Vipassana Bhavana.&lt;br /&gt;KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN&lt;br /&gt;1. KESIMPULAN&lt;br /&gt;Dari uraian-uraian yang telah disebutkan terdahulu, dapatlah diketahui betapa besar pengaruh bhavana&lt;br /&gt;dalam kehidupan manusia, terlebih-lebih pada zaman modern sekarang ini. Di dalam dunia yang kacau&lt;br /&gt;balau ini, bhavana akan mendatangkan ketenangan pikiran. Lebih jauh lagi, bhavana akan&lt;br /&gt;menimbulkan Pandangan Terang yang menuju tercapainya Nibbana.&lt;br /&gt;Bhavana berarti pengembangan batin. Bhavana ada dua macam, yaitu Samatha Bhavana dan&lt;br /&gt;Vipassana Bhavana. Samatha Bhavana bertujuan untuk mencapai ketenangan batin. Vipassana&lt;br /&gt;Bhavana bertujuan untuk mencapai Pandangan Terang.&lt;br /&gt;Dalam Samatha Bhavana ada empat puluh macam obyek meditasi, yang dapat dipilih salah satu yang&lt;br /&gt;kiranya cocok dengan sifat orang yang bermeditasi. Sifat-sifat manusia yang berkenaan dengan&lt;br /&gt;perkembangan meditasi ada enam macam. Orang yang bermeditasi harus mengetahui terlebih dahulu,&lt;br /&gt;sifat manakah yang menguasai dirinya, sehingga obyek meditasinya dapat disesuaikan dengan sifatnya&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;Dalam Vipassana Bhavana ada empat macam obyek meditasi yang disebut satipatthana. Keempat&lt;br /&gt;macam obyek ini harus disadari oleh orang yang bermeditasi.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan meditasi, orang yang bermeditasi sering mendapat gangguan atau rintangan&lt;br /&gt;atau halangan, yang berupa sepuluh palibodha, lima nivarana, dan sepuluh vipassanupakilesa. Karena&lt;br /&gt;itu, dalam melaksanakan meditasi diperlukan kesabaran, keuletan, kemauan, tekad, dan semangat.&lt;br /&gt;Disamping itu, yang paling penting adalah bahwa orang yang bermeditasi harus selalu sadar. Namun&lt;br /&gt;antara usaha, kesadaran, dan konsentrasi harus ada keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29&lt;br /&gt;Dengan melaksanakan Samatha Bhavana, maka akan diperoleh jhana-jhana (tingkat-tingkat&lt;br /&gt;ketenangan batin), tetapi kekotoran batin (kilesa) tidak dapat dibasmi. Kilesa dapat dimusnahkan&lt;br /&gt;secara total dengan melaksanakan Vipassana Bhavana.&lt;br /&gt;Orang yang memiliki jhana harus mempunyai lima macam keahlian yang disebut vasi. Orang yang&lt;br /&gt;memiliki jhana akan dilahirkan kembali di alam Brahma yang terdiri dari dua puluh macam alam,&lt;br /&gt;sesuai dengan tingkatan jhananya.&lt;br /&gt;Jhana tingkat keempat (Catuttha-Jhana) merupakan dasar untuk timbulnya abhiñña (tenaga batin).&lt;br /&gt;Abhiñña ini ada enam macam, terbagi atas lima macam lokiya abhiñña (abhiñña yang duniawi) dan&lt;br /&gt;satu macam lokuttara abhiñña (abhiñña yang di atas duniawi).&lt;br /&gt;Dengan melaksanakan Vipassana Bhavana, maka empat macam kekeliruan yang disebut Vipallasa&lt;br /&gt;Dhamma dapat dibasmi. Dengan melaksanakan Vipassana Bhavana, maka akan diperoleh enam belas&lt;br /&gt;macam pengetahuan yang disebut ñana, diantaranya dapat mengetahui atau melihat nama (batin) dan&lt;br /&gt;rupa (materi) sebagai anicca (ketidak-kekalan), dukkha (derita) dan anatta (tanpa aku).&lt;br /&gt;2. SARAN-SARAN&lt;br /&gt;Dalam kehidupan modern sekarang ini, memang terdapat banyak tugas yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;Setiap manusia selalu sibuk dengan urusannya masing-masing. Namun di tengah-tengah&lt;br /&gt;kehidupan yang hiruk-pikuk saat ini, hendaknya kita mau berusaha menyisihkan waktu beberapa&lt;br /&gt;menit setiap hari untuk melaksanakan meditasi. Hanya dengan meditasi inilah, kita dapat&lt;br /&gt;menguatkan pikiran, hidup dengan penuh kepuasan dan sadar setiap saat.&lt;br /&gt;Jika hendak melaksanakan meditasi, sebaiknya mintalah nasehat terlebih dahulu kepada guru&lt;br /&gt;meditasi, berundinglah dengan teman yang telah berpengalaman dalam meditasi, bacalah bukubuku&lt;br /&gt;mengenai meditasi Buddhis yang benar. Namun, harus diketahui bahwa guru itu hanyalah&lt;br /&gt;penunjuk jalan.&lt;br /&gt;Apabila orang yang bermeditasi telah memilih obyek meditasi yang sesuai dengan sifatnya,&lt;br /&gt;namun ia belum mendapatkan hasil dari praktek meditasi yang telah dilakukannya, maka&lt;br /&gt;sebaiknya janganlah langsung mengganti obyek meditasi itu dengan yang lain, karena hal itu tidak&lt;br /&gt;ada gunanya. Ini diibaratkan seperti orang yang menggali sumur, yang ingin mendapatkan air dari&lt;br /&gt;tempat yang satu ke tempat yang lain, sedikit di sini dan sedikit di sana, tetapi lubang yang digali&lt;br /&gt;itu tidak cukup dalam, kemudian ia meninggalkan lubang tadi dan berpikir bahwa di dalam lubang&lt;br /&gt;itu tidak ada air. Sebenarnya di dalam lubang yang telah digali itu ada air, tetapi karena lubangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30&lt;br /&gt;tidak cukup dalam, maka airnya belum keluar. Akhirnya orang itu tidak akan pernah mendapatkan&lt;br /&gt;air dari lubang yang telah digalinya itu. Karena itu, kita harus mempraktekkan salah satu obyek&lt;br /&gt;meditasi yang sesuai dengan sifat kita masing-masing secara sempurna, jika kita ingin&lt;br /&gt;memperoleh manfaat yang besar dari meditasi ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-1904279808926905024?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/1904279808926905024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=1904279808926905024' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/1904279808926905024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/1904279808926905024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2010/01/meditasi-metta-bhavana.html' title='Meditasi Metta Bhavana'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-3590768729139717766</id><published>2009-07-17T01:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T01:36:24.667-07:00</updated><title type='text'>Gambar dan cerita</title><content type='html'>Kehadiran long po AD Avudhapanno dan rombongan merupakan yang pertama kali di kota Medan tentunya di Sumatera Utara,Indonesia ini dan kami sebagai murid beliau yang hadir disaat itu duduk bersama-sama long po yang kebetulan berkunjung ke vihara Buddha Sujata dan long po begitu sampai langsung ke bakti sala dan melihat kuti murid beliau,sehingg long po pun melihat lokasi vihara dan kembali ke bawah dan berkumpul bersama-sama murid beliau dan duduk di meja bundar yang biasa dipakai untuk makan para bhikkhu setelah selesai pulang dari Pindapata di pagi hari itu,Namun kami mendengarkan sedikit  wejangan dhamma dari long po AD atau long po Avudhapanno itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-3590768729139717766?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/3590768729139717766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=3590768729139717766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/3590768729139717766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/3590768729139717766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/gambar-dan-cerita_17.html' title='Gambar dan cerita'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-5082811444492657137</id><published>2009-07-17T01:27:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T01:28:27.245-07:00</updated><title type='text'>Gambar dan cerita</title><content type='html'>Ini masa Vassanya di cetiya Mahasampatti yang kebetulan long po dan rombongan datang ke Indonesia tentuya di kota Medan ini dan kami bersama-sama melaksanakan Pindapata di pagi hari,Adapun yang bisa dilihat berupa umat kota Medan merasa bahagia dimana bisa langsung melihat long po secara langsung dan tidak perlu ke Thailand lagi ini merupakan hal yang baik bagi umat Buddha di kota Medan Sumatera utara ini,jadi semua ini baik untuk para bhikkhu yang berasal dari Indonesia yang bisa langsung melihat dan merawat guru long po AD Avudhapanno itu secara bersamaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kehadiran long po AD Avudhapanno dan rombongan kembali datang ke Indonesia pada tanggal 18 juni 2009 dan kami para murid beliau bersama-sama umat kota Medan menjemput kedatangan long po beserta rombongan itu untuk undangan peresmian Oposattagara dan peletakan batu sima sampai pegukuhan vihara Saddhavan Sidikalang menjadi Vihara Oposattagara tempat upasampada para calon bhikkhu dan samanera itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini gambar Bante candasilo berada di Negara Thailand dimana disaat masa Vassa dua 2 tahun berada di Negara Thailand itu,namun selama di sana banyak yang didapat berupa kehidupan sprituality dari Tradisional Therawadha Dhammayut yang sangat banyak melihat vihara atau Tample yang berciri khas Thailand dan vihara atau Tample yang unik dan cantik,besar kemegahan gedung dengan disain yang indah dilihat mata itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-5082811444492657137?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/5082811444492657137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=5082811444492657137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/5082811444492657137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/5082811444492657137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/gambar-dan-cerita.html' title='Gambar dan cerita'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-8221440090198185747</id><published>2009-07-17T01:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T01:26:50.276-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SmA1pA-l8lI/AAAAAAAABYA/JgSSxp5D0RA/s1600-h/Bhikkhu+Candasilo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 293px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SmA1pA-l8lI/AAAAAAAABYA/JgSSxp5D0RA/s400/Bhikkhu+Candasilo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359342535324332626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bhikkhu candasilo dilahirkan di Medan pada tanggal 13 mei 1969,pada tahun 2006 bertempat di provinsi Buriram Thailand beliau diupasampada oleh Y.M. Bhikkhu Avudhapanno Mahathera (Choukun Phraprasatsarakhun) dimana beliau pernah mengabdikan dirinya sebagai Dhammaduta untuk Indonesia pada tahun 2522-2526(1979-1983).&lt;br /&gt;Bhikkhu candasilo menyelesaikan 2 (dua) vassanya di Thailand dan Vassa ke 3 di cetiya Mahasampatti-Medan (Sekarang Vihara Mahasampatti) dan pernah Ditabis oleh  Y.M.Bante.Jinnadhammo Maha Thera sebagai Samanera di vihara Kasappa (Tanjung langkat) Medan.B eliau Pernah kulia di Institut ilmu Agama Buddha (SMARATUNGGA)  Program S.I,Jawa Tengah Fak .DHARMA  ACARIYA CABANG-MEDAN dan sekarang  Berdomisili di vihara Buddha Sujata Medan, Indonesia  Jl. Danau batur no.35 ,kode pos:20117.Medan,Keterangan lebih lanjut dapat hubungi Alamat Web atau  E_Mail:http//www.candasilo@yahoo.com&lt;br /&gt;Slogan Beliau “The Sprituality of science Buddha”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-8221440090198185747?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/8221440090198185747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=8221440090198185747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/8221440090198185747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/8221440090198185747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/bhikkhu-candasilo-dilahirkan-di-medan.html' title=''/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SmA1pA-l8lI/AAAAAAAABYA/JgSSxp5D0RA/s72-c/Bhikkhu+Candasilo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-2348732417429126545</id><published>2009-07-17T01:19:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T01:23:01.200-07:00</updated><title type='text'>Mahasampatti Peduli Sesama</title><content type='html'>(tigabelas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasampatti Peduli Sesama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipam dari (Medan),Analisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetiya Mahasampatti (CMS) Medan menggelar empat acara sekaligus dalam satu hari yang dinamai “Mahasampatti Peduli SEsama”,Minggu(10/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 6.30 wib banyak umat dengan antusias telah terlihat berdiri di sepanjang jalan yang akan dilalui oleh para bhikkhu(7bhikkhu dan 1 samanera)untuk menerima dana makanan yang berupa makanan kering dan basah jalan yang dilalui ialah jalan Panjang yang merupakan ttik awal bagi para bhikkhu untuk pindapata kemudian menuju jalan tilak,bakaran batu,asia,emas(yang lim plaza),wahidin,bakaran batu,asia,thamrin,sutrisno dan kembali ke jalan panjang no.7-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindapata yang merupakan persembahan dana yang dilakukan umat kepada para bhikkhu mengawali acara `Mahasampatti Peduli Sesama`adapun para bhikkhu yang melakukan pindapata adalah Y.M Bhikkhu Punnajato(baca : Punynyajato,vassa di vihara Buddha Sujata),Y.M. Bhikkhu Khemanando(yang bervassa di Cetiya Mahasampatti),Y.M Bhikkhu Pannasami (baca : Panynyasami,vassa di vihara Buddha Sujata),Y.M Bhikkhu Tavaro,Y.M. Bhikkhu Candasilo vassa di CMS,Y.M. Bhikkhu Cittasamvaro(baca : Cittasangwaro),Y.M. Bhikkhu Cattapunno (baca : Cattapunynyo),dan Samaneara Maggavira.Adapun dana yang terkumpul adalah sembako,bhiskuit,minuman jadi,serta makanan basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 09.09 wib selain diadakan pujabhatti seperti biasanya, dilangsungkan juga upacara pattidana atau pelimpahan jasa kepada para leluhur yang telah meninggal dunia .kegiatan ini diikuti oleh umat yang pagi harinya tadi memberikan dana makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Bhuddhis pelimpahan jasa dapat dilakukan kapan saja tampa melihat hari atau bulan,dengan sendiri atau  dengan kelompok yang dipimpin oleh Bhikkhu maupun Pandita.yang penting&lt;br /&gt;Ialah setelah kita melakukan suatu kebajikan kemudian kebajikan itu dilimpahkan dengan tekat:”Semoga jasa kebajikan yang telah ku lakukan kini atau di waktu yang lain melimpah kepada sanak saudara yang telah meninggal dunia,semoga mereka turut berbahagia hingga mencapai Nibbana.dan semoga kebajikan ini akan membawa kebahagiaan,kedamaian,kesehatan, dan kekuatan bagi kami sekeluarga.semoga semua makhluk berbahagia.”jadi pesan Bhante Khemanando(yang bervassa dengan Y.M. Bhikkhu Candasilo di CMS) dalam bimbingannya pada pattidana,kita jangan takut dengan makhluk-mahkluk yang katanya pada chi gwe pua keluar dari alam neraka,karena menurut kepercayaan bahwa pada bulan ini pintu neraka dibuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sememtara dalam pandangan Buddhis,kita sebaiknya selalu melakukan pelimpahan jasa dengan harapan makhluk-makhluk yang terlahir di alam rendah merasa ikut berbahagia atas kebajikan yang telah kita lakukan,dengan demikian mereka akan terbebas dari tempat mereka berdomisili karena kamma buruk yang telah dilakukan sebelumnya.&lt;br /&gt;PMI&lt;br /&gt;Setelah pattidana diadakan kegiatan donor darah bekerjasama dengan PMI unit Transfusi Darah kota Medan.Y.M Bhikkhu Khemanando,Y.M. Bhikkhu Cittasamvaro,dan diikuti oleh anggota Cetiya Mahasampatti dan ratusan umat lainya melakukan donor darah sebagai wujut kepedulian dan cinta kasih bagi sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan kita darah yang telah didonorkan dapat dipergunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka membantu mereka yang membutuhkan darah.kegiatan yang sama ini juga akan dilaksanakan tiga bulan kemudian tepatnya pada 30 nopember 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-2348732417429126545?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/2348732417429126545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=2348732417429126545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/2348732417429126545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/2348732417429126545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/mahasampatti-peduli-sesama.html' title='Mahasampatti Peduli Sesama'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-708984029253030295</id><published>2009-07-17T01:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T01:16:47.272-07:00</updated><title type='text'>The Meditation within to Sprituality</title><content type='html'>(duabelas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Meditation within to Sprituality of the Phisicology to human life avery day and science Phisicology&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Meditasi didalam spirituality dari Phisicology ke manusia hidup setiap hari dan ilmu Phisicology&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meditasi dapat dilihat dari kehidupan kita sehari-hari dimana kegiatan Meditasi dapat dilaksanakan baik dirumah atau di tempat cetiya atau di Vihara,dijaman dahulu kalah sang Buddha bermeditasi didalam hutan selama 6 enam tahun sensarah di hutan uluvela dengan bersama lima petapa,sehingga mencapai penerangan sempurna dibawah pohon bodhi,kemudian sprituality jaman dahulu sebagai dasar ilmu pengetahuan,akan tetapi Phisicology jaman dahulu dan sekarang tidak sama cuman dasarnya sama dari kehidupan manusia yang berbeda-beda sebagai ilmu pengetahuan Phisicology,hanya pelaksananya yang berbeda-beda dan tempat lingkungan yang berbeda-beda sehingga ilmu pengetahuan juga berbeda sama yang lain dan selalu berkembang maju pesat kedepan dengan perkembangan jaman yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himpunan dari Meditasi sangat banyak dan dapat dikembangkan generasi kegenerasi berikutnya dari sprituality dari Phisicology manusia hidup setiap hari,kalau dilihat Meditasi berhubungan erat dengan Phisicology dari kehidupan sifat dan tingkah_laku manusia yang berbeda-beda,tentunya sama dengan kembali melihat sisi lingkungan dimana pertumbuhan manusia itu sendiri maka dapat timbul masalah Sprituality dari kehidupan manusia itu.Phisicology dapat secara langsung atau tidak langsung dapat muncul dengan setiap kehidupan dimana manusia itu berasal,maka sprituality dari Phisicology dapat dipelajari dari kehidupan sehari-hari itu sangat banyak &lt;br /&gt;sekali dan tak terhitung jumlanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-708984029253030295?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/708984029253030295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=708984029253030295' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/708984029253030295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/708984029253030295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/meditation-within-to-sprituality.html' title='The Meditation within to Sprituality'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-6573059981226851675</id><published>2009-07-17T01:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T01:12:42.915-07:00</updated><title type='text'>The Meditation of the Buddha</title><content type='html'>(sebelas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Meditation of the Buddha is for Sprituality of the human life according to the Phisicology science in the society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Buddha dan Meditasi dapat untuk Sprituality ilmu pengetahuan Dhamma Phisicology ilmu badan jiwa rohani dari manusia hidup didalam masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan manusia didalam masyarakat seringkali di ketemukan Phisicology tentang kehidupan manusia disisi kehidupan manusia dengan perorangan yang tidak luput dari bergejolaknya ilmu pengetahuan tecknology, social,moral, etika beradaptasi dengan sesamanya didalam lingkungan hidup dimana manusia hidup sesama masyarakat,disini tentunya dimana dilihat setiap sisi kehidupan manusia itu berada.kehidupan manusia perorangan seringkali diketemukannya problema masalah –masalah yang timbul setiap hari-hari yang tak tehitung jumlanya,manusia hidup perorangan dapat dilihat dari kehidupan setiap hari didalam rumah tangga yang berkeluarga yang tentunya ialah :&lt;br /&gt; “perbuatan,tingkah_laku,moralitas,etika,bersosialisasi,beradaptasi, sesamanya,”akan tetapi semuanya berawal dari pengalaman hidup setiap manusia yang dapat di utarakan disini : Tentang “,Problema Phisicology mendapat ilmu pengetahuan tentang Dhamma “, kemudian masalah tentang ini dapat diutarakan dengan pengalaman yang seringkali berhubungan,pertemuan,dialog,seminar,acara talk show,konsultasi dan tanya jawab yang tentunya di sini dilakukan setiap hari-hari dimana hubungan sesama “,MANUSIA”, atau dalam pertemuan Sprituality dari Phisicology kehidupan sehari –hari yang timbul dari perorangan sampai kelompok masyarakat tertentu sampai kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari ilmu pengetahuan tentang Phisicology kehidupan perorangan yang dapat di ceritakan tentang etika ,moral ,interaksi ,hubungan sesamanya dari : dimana akan dimulai dari pendirian orang yang akan memilih dari mana kehidupannya yang akan dijalankan ,yang tentunya disini dari gerakan dari (tubuh ,pikiran,rohani) : tentang tubuh jasmani adalah sangat vital didalam kehidupan manusia karena sebagai alat vital untuk melakukan sesuatu kegiatan sehari-hari yang disini adalah “,Anatomy dan Metabolisme tubuh manusia yang mempunyai system yang bekerja secara menual,akan tetapi di sini pikiran sangat menunjang gerakan-gerakan kearah mana dan tujuan yang akan di capai yang di awali dengan perkembangan dari ketenangan dan kesatabilan dari rohani yang tentunya dari perkembangan kehidupan sehari-hari dari lingkungan dimana kehidupan itu berada baik kehidupan negative dan kehidupan positive dari lingkungan manusia itu hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba dilihat dari kehidupan dari tubuh manusia yang berawal dari Biology tentang Anatomy dari Metabolisme setiap manusia jasmani itu berbeda dari lingkungan di mana kehidupan itu hidup pasti sudah tidak sama baik perorangan baik kelompok dari semua kelompok,baik moral,etika,interaksi,hubungan,Komunikasi,akan tetapi tubuh manusia dari system Anatomy manusia perkembanganya balang tentu sudah berbedah dari gerakan-gerakan kehidupan Phisicology apa lagi dari Gerakan-gerakan dari Sprituality dari kehidupan Rohaniawan dari setiap manusia menbutukannya untuk mendekati kepada Tuhan Yang Maha Esa  baik secara fisik tubuh manusia dan mencari ketenangan hidup setelah mati hidup sebagai manusia,kemudian disini  manusia selalu bertanya kepada dirinya sendiri dikalah semua kehidupan manusia telah dijalaninya,kemudian bertanya “,didalam diri sendiri setelah hidup jadi manusia setelah mati mau kemana”, ?ada yang bisa jawab “,kepada sisi Tuhan Yang Maha ESa”,dan kembali.&lt;br /&gt;Ada yang tidak bisa mejawab kemanakah akan pergi dan berpulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan phisicology tentang Rohani disini adalah tentang Sprituality berkeTuhan Yang Maha Esa yang tidak luput dari siap saja dari kehidupan manusia dimana berada sesama didalam kehidupan,yang diutarakan tentang Meditasi dari gerakan yang timbul dimana perubahan dapat terjadi setelah latihan pelatihan dari kehidupan dimana melaksanakan Sprituality dari Meditasi dan perkembangannya dari kehidupan setiap hari dimana Meditasi sangat mempengarui system mental sprituality dari tubuh Anatomy, Metabolisme system ekolusi suatu mental phisicology, setiap hari dari manusia itu hidup baik laki-laki atau wanita akan mempengaruinya secara bertahap dari kehidupan menual manusia itu. Sehingga sendiri pelaksananya didalam Meditasi dapat dilaksanakan dengan metode-metode yang dibantu dengan system raga dan tubuh manusia yang tentunya Anatomy Metabolisme system yaitu jasmani atau rupa manusia, kemudian disini jasmani manusia (tubuh rupa) terdapat tengkorak kepala ,otak besar,otak kecil, kerangka manusia tulang bahu,tulang tangan kanan dan tulang tangan kiri,tulang rusuk kanan dan kiri,vertebal colom tulang sumsum dan sumsum tengah tubuh manusia dari ujung kepala sampai ujung ekor,tulang pingul kanan dan kiri,tulang pahak kanan dan kiri,tulang dungkul kanan dan kiri,tulang kering kanan dan kiri,tulang betis kanan dan kiri, tulang talapak kaki kanan dan kiri dan pungung kaki kanan dan kiri,jari-jari kaki kanan dan kiri.            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endapan dari semua kumpulan terdapat hubungan dan sambungan dari semua kehidupan manusia terdapat di dalam Anatomy yang tentunya dari hubungan dari Metabolisme dari system tubuh manusia yang tumbuh dan berkembang secara menual dan outometick dari system yang berkembang,sehingga Metabolisme berjalan dengan baik tentunya disini di dukung oleh otak besar kanan dan kiri ,otak kecil kanan dan kiri,jantung brik kanan dan brik kiri serambi kanan dan serambi kiri,saluran pernafasan Asfaragus paru-paru kanan dan paru-paru kiri,saluran pencernaan lambung dan usus besar,usus dua belas jari dan usus kecil,limpa,empedu,pangkeras,hati,buah pingang kanan dan buah pingang kiri,kantung kenih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formasi yang berkembang dengan baik tidak luput dari dukungan dengan Anatomy  ,Metabolisme dari system tubuh manusia yang berkembang setiap hari dari perkembangannya di dalam tubuh manusia itu,yang tentunya disini adalah dukungan dari urat-urat besar kanan dan kiri ,urat-urat menegah kanan dan kiri ,urat-urat kecil kanan dan kiri,urat-urat saraf besar kanan dan kiri,urat-urat saraf menegah kanan dan kiri,urat-urat saraf kecil kanan dan kiri,otot –otot basar kanan dan kiri ,otot-otot menegah kanan dan kiri,otot-otot kecil kanan dan kiri,daging kanan dan kiri,minyak kanan dan kiri,lapisan kulit kanan dan kiri, sehingga sampai ke rambut dan ujung ranbut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang pelaksanan suatu Meditasi yang mempengarui jasmani dan rohani dari Anatomy hubungan Metabolisme system tubuh manusia yang tumbuh berkembang sangat berhubungan erat diantaranya dari rohani yaitu Phisicology kehidupan manusia setiap-hari dari perkembanganya sampai pertumbuhanya yang tentunya sangat dipengaruih oleh system tingka –laku ,molaritas,etika, dari jiwa disini (rohani ),didalam Meditasi sangat membantu untuk mendapat dan mencapai suatu titik ketenangan dan kesempurnaan dengan rasa sejati dari Meditasi yang outometik dapat Phisicology kehidupan sendiri dan kehidupan manusia masyarakat dan alam semesta, sehingga didalam Meditasi dapat  pengendalian diri dan pengenalan diri dari jati diri baik dari dalam diri sendiri baik di luar diri sendiri dapat diketemukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga Meditasi dapat memperbaiki  mental Sprituality dari semua hubungan Anatomy ,Metabolisme tubuh manusia yang secara nenual dan bisa melihat Phisicology hubungan rohaninya didalam diri sendiri sampai hubungan phisicology masyarakat yang bekembang,seperti halnya dengan gerakan didalam duduk Meditasi dapat dilihat dari sati yaitu pikiran yang terkonsentrasi kemudian mengamati muncul dan lenyapnya pikiran dalam memory yang ada dan tersimpan didalam otak manusia dalam kegiatan sehari-hari dapat didisplay kembali,kemudian pikiran sebagai objeck dapat mempengarui system energy negative dan positive yang berputar dan mempengarui system urat-urat,otot-oto,dan saraf-saraf dan rangsangan-rangsangan sensorik dari gerakan dari vakum tubuh Anatomy,Metabolisme yang tentunya energy yang dikeluarkan dari tubuh manusia berserta aura-aura yang dihasilkan,kemudian dapat dilihat setiap pelaksanan Meditasi bisa dilihat seeorang yang melaksanakan Meditasi kadangkakah bisa menangis sendiri,ketawa sendiri,marah sendiri,sedih sendiri,gembira sendiri,putus asah sendiri,benci sendiri,irihati sendiri,serakah sendiri,penuh cinta sendiri,kasihan yang belebihan,niat jahat,niat baik, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikutih semua pekembangan dan pertumbuhannya dari Phisicology dari jasmani dan rohani yang berkembang disetiap saat,adapun dari Meditasi yang berkembang dari jaman sebelum masehi yang tentunnya dari ajaran Sang Buddha sangat berguna dan bermanfaat untuk kita karena metode-metode yang berkembang sangat pesat dijaman melinium ini,jadi didalam metode-metode yang berkembang sampai saat di pakai dengan metode-metode yang sangat mendasar dari sang Buddha sampai sekarang.sehingga ilmu pengetahuan dapat berkembang secara menual dari semua ilmu pengetahuan  Phisicology yang ada di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kembali dari Meditasi sangat berguan dan bermanfaat itu dapat dijalankan dengan hubungan kembali dengan manusia itu sendiri dengan tubuh manusia dari Anatomy ,Metabolisme system dari Meditasi dapat ilmu pengetahuan Phisicology kehidupan manusia secara menual dan outometick dari kehidupan setiap-hari,sehingga dilihat kembali system yang berkembang dan tumbuh dari Anatomy,Metabolisme jasmani (raga tubuh manusia) sangat berhubungan erat sesamanya dari silkulasi energy yang mempengarui dari dalam tubuh manusia sampai diluar tubuh manusia.kemudian disinggung kenapa seseorang yang melaksanakan Meditasi dapat tertawah,menanggis sendiri ini disebabkan oleh pikiran sati yang berkembang disaat itu mendorong system saraf-asarf dan mendorong system otot-otot yang ada sehingga energy dari sati (pikiran) mempengarui sysem otak besar kanan dan kiri untuk bekerja kemudian hubungan yang muncul dari memory yang memulai menjalankan semua ingatan-ingatan kegiatan sehari-hari,sehingga pikiran yang muncul disaat itu mempengarui system otot-otot besar sampai yang kecil yang secara printahan-printahan pikiran refeksi   dari otak mengerakan dari urat-urat saraf sampai hubungan ke urat dan otot-otot yang ada didalam Anatomy, Metabolisme system tubuh manusia sampai dapat dilihat reaksi-reaksi sentuhan dapat terlihat dari luar tubuh manusia yang dikeluarkan secara menual dikala mengigat sesuatu masalah yang timbul dari pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali melihat kalau seseorang lagi terawa sendiri itu diakibatkan dengan pikiran yang muncul disaat itu reaksi dan aspirasi yang muncul disaat itu dipengarui oleh pikiran kegiatan sehari-hari yang dilalui baik itu yang diingat dan muncul disaat itu,kemudian dari otak memory,urat-urat saraf,otot-otot,yang menghubungi ke asfirasi tingkah_laku emosional dari perubahan dari raut wajah dan mata yang telihat berkerut disaat lagi tertawa atau tersenyum,dan mata terlihat mengecil ini didorong oleh rangsangan dari urat - urat saraf dan otot-otot yang mengreaksikan itu sampai terlihat raut wajah berubah dan merah dikalah seseorang menegurnya heh……..?kenapa tertawa sendiri,kemudian yang tertawa sendiri berubah haluhan layer pikiran menjadi raut wajah yang marah dan merah pucat sehingga dikeadaan sadar terbagun dan melihat disekelilig lingkungan hidup,kemudian secara Anatomy,Metabolisme tubuh manusia secara menual berubah dari pikiran yang muncul dan lenyapnya pikiran sampai yang awalnya keadaan melamun,bepikir sesuatu,menghayal sesuatu,menciptakan sesuatu didalam pikiran, kemudian berpaling dan terbangun dari pikiran dalam dan melihat diluar perobahan ruang dan waktu tidak cocok dan tepat terakhir menyadarkan diri sehingga berobah haluan layer pikiran dan menjawab sesuatu kepada orang yang menegurnya dan ada yang tidak menjawab dan mungkin pergi dari tempat itu ada mencari tempat yang baik dan cocok atau ruangan tertentu.didalam Phisicology dari permasalahan ini seringkali terjadi dikehidupan setiap manusia yang secara tidak disengaja baik disengaja dikehidupan setiap-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liputan setiap pikiran yang muncul disetiap hari dari masalah-masalah yang timbul dimana kegiatan-kegiatan sehari-hari berjalan dengan lingkungan dimana manusia hidup berdampingan sesamanya baik bermacam suku dan bengsa yang ada di dunia ini yang pasti Phisicology akan muncul dan muncul lagi dengan perbedaan dan peradapanya dari perkembangan manusia penduduk dan dunia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program didalam kehidupan dari tentunya pengendalian diri sangat berguna dan bermanfaat disisi hidup berdampingan sesama manusia baik yang lingkungan buruk dan lingkungan baik yang baik,nah begitu juga dengan Meditasi didalam keadaan seorang keadaan sedih atau menanggis sendiri karena teringat sesuatu yang menjadikan dari masalah kehidupan sehari-hari yang timbul dan lenyapnya masalah yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang kehidupan- kehidupan setiap manusia tidak luput dari problema masalah dari rangkaian kehidupan itu sudah pasti,akan tetapi semua kembali kekehidupan sendiri untuk memulai dari awal dan mengakhirnya itu berada ditangan sendiri.akan ada lagi untuk melihat sesuatu masalah timbul dikalah pikiran dalam keadaan kacau seperti computer yang terserang sesuatu virus yang tadinya telah deprogram dengan baik dan teratur,nah…..?begitu juga dengan kehidupan manusia dan bermasyarakat yang saling hidup berdampingan sesamanya,tentunya juga didorong dengan Sprituality kehidupan Rohani dari Tuhan Yang Maha Esa.tentunya setiap manusia tidak akan ada masalah yang strees sampai manusia itu sendiri mencari kehidupan yang membahagikan atau mencari ketenangan hidup yang lebih hidup baik manusia apa pun disini tidak luput dari masalah kelahiran kemudian usia tua,kemudian penyakit,kemudian kematian.apa yang dikaryakan diciptakan semuanya akan berubah sesuatu saat dari hasil karya manusia itu sendiri baik kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-6573059981226851675?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/6573059981226851675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=6573059981226851675' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/6573059981226851675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/6573059981226851675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/meditation-of-buddha.html' title='The Meditation of the Buddha'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-9210620669927186229</id><published>2009-07-17T01:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T01:11:15.255-07:00</updated><title type='text'>The Meditation every nice</title><content type='html'>(sepuluh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Meditation every nice to life here every day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meditasi sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dimana ketenangan secara batin baik rohani sangat mendukung kehidupan ,awal dari latihan sangat baik dipraktekan baik di didalam program Meditasi baik meditasi sendiri yang dijadwalkan ,kemudian sehingga kalau pelatihan dan latihannya sangat berguna untuk pemakaian metode –metode yang sangat banyak berkembang pesat dengan bermacam –macam metode yang ada yang tentunya adalah :Anapanasati yang dipergunakan dengan metode mengamati keluarnya masuk dan keluarnya nafas dengan dasar dari pengolahan dari suatu Meditasi ,karena disini metode Meditasi dan dibelahan dunia sampai asia tenggara sampai Asia timur jauh sampai asia Eropah sampai benua Asia fasifik kemudian sampai benua Amerika,semua metode yang dipergunakan sama dengan Anapanasati baik yang diajarakan sang Buddha sampai ajaran Hindunisme dari aliran yoga sampai Meditasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa cara yang dipakai dengan Anapanasati sampai dengan pengabungan dengan konsentrasi dengan berbagai unsur objeck yang ada didalam tubuh Anatomy ,Metabolisme tubuh manusia  yang tentunya dari paru-paru untuk dasar dari objeck oksigen dari keluar masuknya udara ,kemudian objeck bekerja sekian lama dan timbul satu titik objeck dari meditasi yaitu sati sampai ke bermacam metode sati yang ada sampai ini.sehingga sati terbentuk menjadi objeck yang behubungan dengan pengendalian hubungan ke organ tubuh Monotorik ,Anatomy, Metabolisme manusia yang tentunya sangat banyak metode-metode yang dipergunakan dari kontak hubungan dari anatomy tubuh manusia yang disini dengan bermacam metode yang dapat secara menual apa yang dijalankan menurut hubungan dengan Anatomy tubuh manusia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya para master meditasi ?Meditasi banyak sekali bermacam ragam penggunan metode Meditasi dengan hubungan didalam tubuh manusia ada yang diluar tubuh manusia ,kalau metode yang dipergunakan dari hubungan dari tubuh manusia dengan kontak hubungan Anatomy tubuh yang dikelolah sampai hubungan ini yang sangat banyak dari yang di objeckan dengan berbagai macam metode yang ada,disini tentang sati pikiran yang diperintakan melalui otak yang bekerja sehingga perintah dari otak dijalankan dengan objeck sati yang ada sehingga perintah dari otak dapat mempengarui semua Anatomy tubuh manusia yang tentunya dari gerakan sensorik Monotorik ,Anatomy tubuh manusia ,yang kemudian proses berjalan dengan menual dari setiap sati yang muncul dan lenyapnya pikiran sehingga sampai munculnya  sati yang terobjek dengan perintah dari pikiran yang sangat terfokus dengan kekuatan perintah yang lebih tajam dan kekuatan power yang lebih mudah dan kuat untuk memerintah dari lorong unsur pengendalian dan pemerintah suatu pikiran yang lebih akurat, tentunnya di sini adalah sati yang dipergunakan dengan pengendalian dari bola mata sati yang di objeckan sebagai konsentrasi suatu Meditasi kemudian dikembangkan lagi dengan hubungan ke otak dan pikiran muncul dan lenyapnya permasalahan dari memory dari otak yang terekam sampai dapat didisplay kembali ingatan dan memperkuat ingatan sampai mempertajam (Iq) dari otak itu sendiri.  &lt;br /&gt;Berawal dari objeck Meditasi dengan objeck sati dari kedua bola mata yang sangat baik/bagus didalam Meditasi sebagai objeck konsentrasi dari pengendalian dari pikiran yang ada ,sehingga sampai dengan hubungan pengendalian Anatomy ,Monotorik, Metabolisme silkulasi sampai unsur –unsur dari pengendalian dari pikiran ke tubuh manusia ini dengan pengolahan dari perintahan-perintahan yang menujuh terciptanya dan terciptanya  dari bola mata yang baru dan lahir dan terbentuknya bola-bola mata baru yang di ciptakan dari meditasi sehingga dapat memciptakan bola mata dari Anatomy ,Monotorik ,Metabolisme dari tubuh manusia ini dengan pengendalian energy dari pikiran tentunya sampai  bola mata yang ada didalam tubuh manusia yang belum di kelolah dapat di kelolah ,kemudian disini tentunya dihubungi dengan cakra-cakra yang ada di tubuh manusia sampai  terciptanya hubungan  bola mata dari meditasi dengan cakra-cakra yang ada dan disatukan kemudian dikelolah dengan meditasi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menciptakan kekuatan Meditasi atau lahirnya Meditasi dari bola mata yang ada didalam indera mata tubuh monotorik Anatomy ,Metabolisme  tubuh manusia yang setiap manusia ada cuman dikelolah atau latihan dari Meditasi itu,tubuh manusia dapat dikelolah dengan sedemikian rupa dengan Meditasi yang berkelanjutan dan bertahap ,sehingga dapat terciptanya kekuatan Meditasi dan bola-bola mata  dan lahir yang diciptakan  tentunya dari Meditasi di dalam tubuh Anatomy, Monotorik, Metabolisme tubuh manusia yang tentunya disini Meditasi dari bola mata tubuh manusia maka semua unsur –unsur dari bola mata sampai urat-urat,otot –otot yang ada dicopy di ciptakan dilahirkan dikelolah dengan meditasi  kemudian digabungkan dengan cakra-cakra yang ada sampai terbentuknya Meditasi yang disini adalah Meditasi bola mata yang dikelolah dengan Meditasi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam dunia medis ini sering disebut dengan tengker(kangker) atau emor(tumor)/baut kuncian atau ikatan dari otot -otot  ,sehingga rerik antara besar dan kecil kalau kecil akan jadi mutiara batu rerik bola mata,tetapi sebenarnya kelolahnya dari Meditasi sudah jadi atau belum sempurna hanya tempat dan waktu untuk mengelolah dengan meditasi.maka meditasi disini adalah dengan konsep –konsep yang  megajarakan tentang pengelolahan pikiran karena dalam pelatihan dan latihan keadaan lama atau keadaan baru itu akan muncul dan tidak boleh takut dan   kembali kepengobatan dengan Meditasi sampai dikelolah sampai sempurna dan jangan dibongkar atau dioperasi kalau tidak mengangu ruang lingkup dari anatomy external dari tubuh manusia disini tentunya letak yang benar dan tidak mengangu ruang lingkup dari organ-organ tubuh manusia itu sendiri .sehingga dapat dijinakan atau dikendalikan dimanfaatkan dengan baik ,kemudian dari : yang disini perna mendengar lahirnya mutiara dalam limpa,mutiara dalam empedu, sampai mutiara dari jantung ,mutiara buah pinggang,mutiara hati .jadi disini energy yang terikat telah terjadi sekian lama sehingga didalam dunia medis itu di katakana penyakit kalau didunia sprituality itu Adalah mutiara-mutiara atau rerik-rerik yang dilahirkan atau diciptakan  yang dilahirkan dari manusia itu sendiri mungkin dari meditasi jadi karena itu kembali dikelolah dengan meditasi. kembali jangan dibongkar atau dioperasi sebab kalau dioperasi kasihan secara energy menular energy dari operasi sehingga  mutiara rerik –rerik  menjadi untuk melatih diri dan sambung kembali untuk melatih rerik-rerik itu kembali dengan Meditasi karena ada pun  kembali keilmu pengetahuan ilmia ,medis dan dikembalikan ilmu dasar dari ilmu dan hukum energy dari semua hukum pasti saling berhubungan dan berpindah energy karena secara umunya manusia telah dikaruni dengan energy dari perkembangan sampai pertumbuhanya,sehingga Monotorik manusia yang rusak dan terserang kuman penyakit itu bisa terjadi dimana saja cuman menjaga kesehatan lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balangkali disini dapat  hikmanya untuk menambah satu ilmu pengetahuan dari ilmu ilmia sampai ilmu pengetahuan lainnya yang berkelanjutan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang ada sampai jenjang ilmu pengetahuan tecknology yang bekembang begitu pesat sampai kembali keilmu pengetahuan jamam dulu yang diberikan sebagai ilmu pengetahuan yang mendasar dari semua ilmu pengetahuan yang ada untuk dipelajari kembali sebagai dasar pelindungan dari semua ilmu pengetahuan yang ada.jadi disini untuk menimbun ilmu pengetahuan dapat dicapi setiap manusia dan mau atau tidak dipelajari dari semua ilmu pengetahuan yang ada tersedia di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meditasi dalam metode yang ada dari sekian banyaknya metode yang berkembang sampai saat ini bermacam ragam metode,yang sini istilah dari metode ini dengan maksud dari seperti kalau ingin memasak suatu makan- makanan yang enak tentunya harus mencari bahan yang ada dalam pasar yang tersedia berbagai macam bahan dan menu yang akan dimasak begitu banyak juga,sehingga terciptanya berbagai resep yang ada inginkan kemudian setiap resep yang ada dalam menu makan itu balang tentu sudah berbeda-beda sehingga terciptanya berbagai resep yang baru .nah begitu juga ilmu pengetahuan yang ada didunia ini baik ilmu pengetahuan ilmia non ilmia saling berkompotisi sesamanya,kemudian muncul beragam protein,vitamin yang baru secara instant dan cepat berkembang ,tidak seperti dulu yang meneliti ,mencari ,mengenbankan dan menciptakan sehingga terciptanya ilmu pengetahuan baru memberi nama sebuah penemuan baik penemuan nama dari biology,kimia,sampai penyakit yang diberi nama baru kalau penemuan yang baru dan tentunya yang berkembang dari awal dasar dari ilmu pengetahuan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang terbaik untuk melaksanakan suatu metode meditasi adalah dengan menu masing-masing yang ada sehingga dapat mempelajari beragam metode yang ada tergantung metode apa yang ditekuni dan menu apa yang diinginkan untuk menjalankan kehidupan berilmu pengetahuan yang ada didunia ini baik dengan ilmu pengetahuan secara sprituality berkeTuhanan Yang Maha Esa yang tentunya semua akan kembali kesisinya setelah dikatakan semua ilmu pengetahuan yang ada didunia ini telah habis dirai itu pun belum cukup ingin lagi mencari ilmu pengetahuan yang tak terbatas ini sampai hayat dikandung badah,sebagai manusia yang diciptakan oleh semua unsur yang ada didunia ini yang tentunya Yang Maha pencipta tentunya Tuhan dan selulu isinya dan sisi lain yang terciptanya ayah dan ibu sebagai manusia sampai manusia yang berkembang  terus -menerus bekembang biak sampai manusia yang bermoral dan etika berkeTuhan Yang Maha Esa dari awal yang ilmu pengetahuan yang dari Tuhan Yang Maha Esa pencipta sampai manusia dan makhluk hidup dapat hidup dengan baik di alam dunia manusia ini. Dan dunia ahkhirat dimana manusia makhluk hidup akan mengalami kelahiran,usia tua,penyakit,dan akhirnya mengalami suatu kematian baik dia orang kaya,pejabat,raja,presiden,pedana mentri sampai orang miskin,tuna wisma,tuna rungu dan sebaginya ,semuanya tidak luput dari semua hal itu dari lahir,tua,dan mati.sedangkan ilmu pengetahuan sebagai gelar dari suatu kehidupan mencari ilmu pengetahuan untuk lebih menunjang ilmu pengetahuan itu yang sebelumnya tak terhitungnya ilmu pengetahuan yang ada didunia ini yang dipelajari sampai mati itu ilmu pengetahuan pun masih ada dan tetap ada takkan habis-habisnya selagi ingin mempelajarinya dengan baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-9210620669927186229?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/9210620669927186229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=9210620669927186229' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/9210620669927186229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/9210620669927186229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/meditation-every-nice.html' title='The Meditation every nice'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-5239283989227859015</id><published>2009-07-17T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T01:09:04.517-07:00</updated><title type='text'>Tuntunan upacara Pattidana</title><content type='html'>(Sembilan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntunan upacara Pattidana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aradahana Devata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samantacakkavalesu atragacchantu Devata,Saddammam munirajassa sunantu Saggamokkhandam.Sagge kame ca game ca rupegirisikharatate cantalikkhe vimane.Dipe ratthe ca game taruvanagahane gehavatthumhi khette.Bhumma cayantu deva jalathala visame yakkhagandhabbanaga,titthanta santike yam munivaravacanam sadhavo me sunantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddhadassanakalo ayam bhadanta&lt;br /&gt;Dhammassavanakalo ayam bhadanta&lt;br /&gt;Sanghapayirupasanakalo ayam bhadanta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua deva dialam semesta hadir disini,mendengarkan Dhamma nana gung dari sang Bhijaksana,yang membimbing(umat)ke surga dan kebebasan.dialam surga dan di alam brahma,di puncak-puncak gunung,diangkasa raya,di pulau-pulau,di desa-desa dan dikota-kota,dihutan belukar,disekeliling rumah dan ladang.Semoga deva bumi mendekat(datang)melalui air,daratan atau pun angkasa,bersama-sama dengan yakkha,gandhaba dan naga.dan semoga dimana pun mereka berada,mereka dapat mendengarkan sabda sang Bhijaksana,seperti berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tiba saatnya melihat sang Buddha&lt;br /&gt;Sekarang tiba saatnya mendengarkan sang Dhamma&lt;br /&gt;Sekarang tuba saatnya menghormat sang sangha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Namakara Gatha&lt;br /&gt;Araham sammasambuddho Bhagava&lt;br /&gt;Buddham bhagavantam abhivademi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bhagava; yang Maha Suci,yang telah mencapai penerangan Sempurna;aku bersujut dhadapan sang Buddha,sang bhagava (namakara)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Svakkhato bhagavata Dhammo Dhammam namassami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh sang bhagava;aku bersujud dihadapan Dhamma.(namakara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Puja Gatha&lt;br /&gt;Pemimpin kebaktian;&lt;br /&gt;Yamamha kho mayam bhagavantam saranam gata,yo no bhagava sattha,yassa ca mayam bhagavato dhamma rocema,imehi sakkarehi tam bhagavantam sasaddhammam sasavakasangham abhipujayama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berlindung kepada sang bhagava,sang bhagava guru jujungan kita.dalam dhamma sang bhagava kami berbahagia.dengan persembahan ini kami melakukan puja kepada sang bhagava,dhamma sejati serta sangha para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Pubbabhaganamakara&lt;br /&gt;Namo tassa bhagavato Arahato Sammasambuddhassa&lt;br /&gt;Namo tassa bhagavato Arahato Sammasambuddhassa&lt;br /&gt;Namo tassa bhagavato Arahato Sammasambuddhassa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpujilah sang bhagava ,yang Maha suci,yang telah mencapai penerangan Sempurna.(3x)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Aradhana Tisarana Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Pujabhatti dan umat :&lt;br /&gt;Mayam bhante,&lt;br /&gt;Tisaranena saha panca silani yacama.&lt;br /&gt;                  Dutiyampi mayam bhante,&lt;br /&gt;                  Tisaranena saha panca silani yacama.&lt;br /&gt;Tatiyampi mayam bhante,&lt;br /&gt;Tisaranena saha panca silani yacama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhikkhu  ; yamaham vandami tam vadetha&lt;br /&gt;Hadirin   ; Ama bhante&lt;br /&gt;Bhikkhu ; Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa(3x)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa&lt;br /&gt;Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa&lt;br /&gt;Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin  ; Mengulangi sebanyak tiga kali&lt;br /&gt;Bhikkhu; Mengucapkan Tisarana kalimat perkalimat dan diulang oleh umat kalimat perkalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddham Saranam Gacchami&lt;br /&gt;Dhamma Saranam  Gacchami&lt;br /&gt;Sanghang Saranam Gacchami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dutiyampi Buddham Saranam Gacchami&lt;br /&gt;Dutiyampi Dhamma Saranam Gacchami&lt;br /&gt;Dutiyampi Sanghang Saranam Gacchami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatiyampi Buddham Saranam Gacchami&lt;br /&gt;Tatiyampi Dhamma Saranam Gacchami&lt;br /&gt;Tatiyampi Sanghang Saranam Gacchami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhikkhu;Tisarana Gamanam Paripunam&lt;br /&gt;Hadirin ; Ama Bhante&lt;br /&gt;Bhikkhu;Mengucapkan Pancasila kalimat perkalimat dan diulangi oleh umat kalimat perkalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panatipata Veramani Sikkhapadam Samadiyami&lt;br /&gt;Adinnadana Veramani Sikkhapadam Samadiyami&lt;br /&gt;Kamesu Miccahacara Veramani Sikkhapadam Samadiyami&lt;br /&gt;Musavada Veremani Sikkhapadam Samadiyami&lt;br /&gt;Surameraya Majjapamadatthana Veramani Sikkhapadam Samadiyami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhikkhu ; Imani Pancasikkhapadani &lt;br /&gt;                 Silena Sugatim yanti&lt;br /&gt;                 Silena Bhogasampada&lt;br /&gt;                 Silena Nibbutim Yanti&lt;br /&gt;                 Tasma Silam Visodhaye&lt;br /&gt;Hadirin :  Ama Bhante,Sadhu!Sadhu!Sadhu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Namokaratthaka Gatha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namo Arahato Sammasambuddhassa Mahesino&lt;br /&gt;Namo uttamadhammassa Svakkhatassevatenidha&lt;br /&gt;Namo Mahasanghassapi visuddhasiladitthino&lt;br /&gt;Namo Omatyaraddhassa Ratanattayassa Sadhukam&lt;br /&gt;Namo Omakatitassa Tassa vatthuttayassapi&lt;br /&gt;Namo Karappabhavena vigacchantu Upaddava&lt;br /&gt;Namo Karanubhavena Suvatthi Hotu Sabbada&lt;br /&gt;Namo Karassa Tejena Vidhimhi homi Tejava &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujudku pada Maha Pertapa,Buddha nan suci tampa noda&lt;br /&gt;Sujudku pada Dhamma nan Mulia,yang telah dibabarkan dengan sempurna&lt;br /&gt;Sujudku pada Mahasangha nana gung yang ber-sila dan berpandangan suci&lt;br /&gt;Sujudku pada sang Tiratana ,yang Mulia berkahnya dengan”aum”[a(rahato)u(ttama)m(ahasanghassapi)]&lt;br /&gt;Sujudku pada Tiratana Yang telah bebas dari kekejaman.&lt;br /&gt;Dengan kekuatan sujudku ini,semoga semua gangguan lenyap&lt;br /&gt;Dengan kekuatan sujudju ini,semoga semuanya sejahtera&lt;br /&gt;Dengan sujudku yang lengkap ini,semoga saya sukses adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Buddhanussati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iti pi so bhagava araham Sammasambuddho,Vijjacarana-sampanno sugato&lt;br /&gt;Lokavido,Anuttaro purisadhammasarathi sattha devamanussanam,Buddho  bhagava`ti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Sang Bhagava,Yang Maha Suci,Yang Telah mencapai Penerangan Sempurna:Sempurna pengetahuan serta tindak-tanduknya.Sempurna menempuh Sang jalan (ke nibbana).Pengenal segenap alam.Pembimbing manusia yang tiada taranya.guru para dewa dan manusia.yang sadar(bangun),yang patut Dimuliakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dhammanussati&lt;br /&gt;Svakkhato Bhagavata Dhammo,&lt;br /&gt;Sanditthiko Akaliko Ehipassiko,&lt;br /&gt;Opanayiko Paccattam Veditabbo Vinnuhi’ti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhamma Sang bhagava telah sempurna dibabarkan;berada sangat dekat,tak lapuk oleh waktu,mengundang untuk dibuktikan;menuntun kedalam batin,dapat diselami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Sanghanussatti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supatipanno bhagavato Savakasangho&lt;br /&gt;Ujupatipanno bhagavato Savakasangho&lt;br /&gt;Nayapatipanno bhagavato Savakasangho&lt;br /&gt;Samicipatipanno bhagavato Savakasangho&lt;br /&gt;Yadidam cattari purisayugani atthapurisapuggala,Esa bhagavato Svakasangho,Ahuneyyo Pahuneyyo Dakkhineyyo Anjalikaraniyo,Anuttaram Punnakettam lokassa`ti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak baik;&lt;br /&gt;Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak lurus;&lt;br /&gt;Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak benar;&lt;br /&gt;Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak patut.&lt;br /&gt;Mereka,merupakan empat pasang makhluk,terdiri dari delapan jenis makhluk suci),itulah Sangha siswa sang bhagava;patut menerima pemberian,tempat bernaung,persembahan serta penghormatan;lapangan untuk menanam jasa,yang tiada taranya dialam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;)Mereka disebut Ariya Sangha: makhluk-makhluk yang telah mencapai Sotapatti Magga dan Phala,Sakadagami Magga dan phala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Saccakiriya Gatha&lt;br /&gt;Natthi me Saranam Annam&lt;br /&gt;Buddho Me Saranam Varam  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sotthi te hoto sabbada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natthi me saranam Annam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sotthi te hoto sabbada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natthi me saranam Annam&lt;br /&gt;Sangho me Saranam Varam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sotthi te hotu Sabbada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada pelindung lain bagiku sang Buddha-lah sesungguhnya pelindungku berkat kesungguhan peryataan ini semoga anda selamat sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada perlindungan lain bagiku sang Dhamma-lah sesungguhnya pelindungku berkat kesungguhan pernyataan ini semoga anda selamat sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada perlindungan lain bagiku sang sangha-lah sesungguhnya pelindungku berkat kesungguhan pernyataan ini semoga anda selamat sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Tirokuddakanda Suttam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tirokuddesu Titthanti&lt;br /&gt;Sandhisinghatakesu ca&lt;br /&gt;Dvarabahasu Titthanti&lt;br /&gt;Agantvana Sakam Gharam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahute Annapanamhi&lt;br /&gt;Khajjabojje upatthite&lt;br /&gt;Na tesam koci sarati&lt;br /&gt;Sattanam Kammapaccaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evam Dadanti Natinam&lt;br /&gt;Ye Honti Anukampaka&lt;br /&gt;Sucim Panitam Kalena&lt;br /&gt;Kappiyam Panabhojanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idam Vo Natinam Hotu&lt;br /&gt;Sukhita Hontu Natayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natipeta Samagata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahute Annapanamhi&lt;br /&gt;Sakkaccam Anumodare&lt;br /&gt;Ciram jivantu No Nati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amhakanca kata Puja&lt;br /&gt;Dayaka Ca Anipphala&lt;br /&gt;Na Hi Tattha Kasi Atthi&lt;br /&gt;Gorakkhettha Na Vijjati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vanijja Tadisi Natthi&lt;br /&gt;Hirannena Kayakayam&lt;br /&gt;Ito Dinnena Yapenti&lt;br /&gt;Peta Kalakata Tahim&lt;br /&gt;Unnate udakam vuttham&lt;br /&gt;Yatthaninnam Pavattati&lt;br /&gt;Evameva Ito Dinnam&lt;br /&gt;Petanam upakappati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yatha Varivaha Puja&lt;br /&gt;Paripurenti Sagaram&lt;br /&gt;Evameva Ito Dinnam&lt;br /&gt;Petanam Upakappati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adasi Me Akasi Me &lt;br /&gt;Natimitta Sakha Ca me&lt;br /&gt;Petanam Dakkhinam Dajja&lt;br /&gt;Pubbe Katamanussaram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na Hi Runnam Va Soko Va&lt;br /&gt;Ya Vanna Paridevana&lt;br /&gt;Na Tam Petanamtthaya&lt;br /&gt;Evam Titthanti Natayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam kho Dakkhina Dinna&lt;br /&gt;Sanghamhi Supattitthita&lt;br /&gt;Digharattam Hitayassa&lt;br /&gt;Thanaso Upakappati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So Natidhammo ca Ayam Nidassito &lt;br /&gt;Petana Puja ca Kata Ulara&lt;br /&gt;Balanca Bhikkhunamanuppadinnam&lt;br /&gt;Tumheni Punnam Pasutam Anappakanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun diluar dinding-dinding,mereka berdiri dan menanti,ada juga yang dipersimpangan-persimpangan jalan atau.kembali kerumah-kerumah mereka yang dahulu serta menanti di samping tiang-tiang pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pada saat diadakan pesta keluarga yang meriah,dengan makanan dan minuman yang beraneka ragam,ternyata tiada seorang pun anggota keluarga mereka yang ingat kepada mahkluk-makhluk menderita ini,yang berasal dari perbuatan-perbuatan jahat mereka yang lampau.hanya keluarga baik yang hatinya penuh welas asih dan mengerti Dhamma,bisa mau memberikan makanan,minuman,untuk sanak keluarganya yang telah meninggal dengan baik,dari jenis yang disukai pada waktu hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga persembahan ini buah jasa-jasa baiknya bermanfaat untuk sanak keluarga yang telah meninggal dunia,sanak keluarga kita yang telah meninggal yang sedang berkumpul disini,Semoga mereka berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rasa simpati,mereka akan memberikan doa,setelah menerima pemberian jasa-jasa makanan dan minuman yang melimpah-limpah dari kita,Semoga sanak keluarga kita panjang umur karena perbuatan baik kita kepada mereka sehingga kita mendapat keberuntungan ini. Perbuatan penghormatan diberikan kepada kami,pemberi tidak akan pernah kosong dari buah perbuatan baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena disina tidak ada pertanian ataupun perternakan,juga tidak ada perdagangan,tidak ada pertukaran uang/emas,sehingga,sanak keluarga kita yang telah meninggal dunia,disana hidup dengan bergantung pada pemberian dari kita disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan air yang tercurah dari bukit, kebawah menggenangi dataran-dataran rendah,demikian persembahan yang kita berikan disini,dapat menolong sanak keluarga kita yang telah meninggal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan Sungai,jika airnya penuh dapat mengalir kelautan,demikian pula pemberian yang telah diberikan disini.Dapat menolong sanak keluarga kita yang telah maninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akan memberikan kepadaku,bekerja untukku,apakah ia sanak keluarga,sahabat atau kerabatku yang memberikan sesaji kepada yang telah meninggal,dan merenungkan kembali perbuatan baik yang pernah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan ratap tangis,bukan pula kesedihan hati,bukan perkabungan apapun juga,yang dapat menolong mereka yang telah meninggal perbuatan itu tidak akan membawa manfaat bagi mereka yang telah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya apabila persembahan ini dilakukan dengan penuh bakti,dan sipersembahkan kepada Bhikkhu Sangha,jasa ini akan memberikan manfaat yang sangat lama kepada mereka yang telah meninggal untuk masa sekarang  dan masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran kebenaran telah ditunjukkan kepada keluarga.Dan juga bagaimana cara penghormatan yang bernilai kepada sanak keluarga yang telah meninggal,serta bagaimana cara menyokong untuk kekuatan para Bhikkhu.Dengan demikian kita dapat menimbun jasa kebaikan dan keberuntungan buah jasa yang sangat besar sekali dari berbuat seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Karaniya Metta Sutta&lt;br /&gt;Karaniyamatthakusalena&lt;br /&gt;Yantam santam Padam Abhisamecca&lt;br /&gt;Sakko Uju ca Suhuju Ca&lt;br /&gt;Suvaco cassa Mudu Anatimani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santussako ca subharo ca&lt;br /&gt;Appakicco ca sallahukavutti&lt;br /&gt;Santindriyo ca nipako ca&lt;br /&gt;Appagabbho kulesu ananugiddho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na ca khuddam samacare kinci&lt;br /&gt;Yena vinnu pare upavadeyyum&lt;br /&gt;Sukhino va khemino hontu&lt;br /&gt;Sabbe satta bhavantu sukkhitatta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ye keci panabhutatthi&lt;br /&gt;Tasa va thavara va anavasesa&lt;br /&gt;Digha va ye Mahanta va &lt;br /&gt;Majjhima Rassaka Aukathula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dittha va ye ca adittha&lt;br /&gt;Ye ca dure vasanti avidure&lt;br /&gt;Bhuta va sambhavesi va&lt;br /&gt;Sabbe satta bhavantu sukhitatta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na paro param nikubbetha&lt;br /&gt;Natimannetha katthaci nam kanci&lt;br /&gt;Byarosana patighasanna&lt;br /&gt;Nannamannassa Dukkhamiccheyya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata yatha niyam puttam&lt;br /&gt;Ayusa ekaputtamanurakkhe&lt;br /&gt;Evampi sabbabhutesu&lt;br /&gt;Manasambhavaye aparimanam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mettanca sabbalokasmim&lt;br /&gt;Manasambhavaye aparimanam&lt;br /&gt;Uddham adho ca tiriyanca&lt;br /&gt;Asambhadham averam asapattam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titthancaram nisinno va&lt;br /&gt;Sayano va yavatassa vigatamiddho&lt;br /&gt;Etam satim adhittheyya&lt;br /&gt;Brahmametam viharam idhamahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditthinca aupagamma&lt;br /&gt;Silava dassanena sampanno&lt;br /&gt;Kamesu vineyya gedham&lt;br /&gt;Na hi jatu gabbhaseyyam punareti`ti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan.untuk mencapai ketenangan,ia harus mampu,jujur,sungguh jujur,rendah hati,lemah lembut,tiada sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa puas,mudah disokong/dilayani,tiada sibuk,sederhana hidupnya tenang inderanya,berhati-hati tahu malu,tak melekat pada keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada berbuat kesalahan walaupun kecil yang dapat dicela oleh para bijaksana,hendaklah ia berpikir;&lt;br /&gt;Semoga semua mahkluk berbahagia dan tentram,&lt;br /&gt;Semoga semua mahkluk berbahagia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahkluk hidup apa pun juga,yang lemah dan kuat tanpa kecuali,yang panjang atau besar,yang sedang,pendek,kecil atau gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tampak atau tak tampak,yang jauh atau pun dekat,yang terlahir atau yang akan lahir,semoga semua mahkluk berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menipu orang lain,atau menghina siapa saja.jangan karena marah dan benci mengharapkan orang lain celaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan jiwanya melindungi&lt;br /&gt;Anaknya yang tunggal,demikianlah terhadap semua mahkluk,dipancarkannya pikiran (kasih sayang)tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayangnya kesegenap alam semesta dipancarkannya pikirannya itu&lt;br /&gt;Tanpa batas,keatas,kebawah,dan kesekeliling,tampa rintangan,tampa benci dan permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi berdiri,berjalan atau duduk,atau berbaring,selagi tiada lelap ia tekun mengembangkan kesadaran ini yang dikatakan;berdiam dalam brahma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada berpegang pada pandangan salah(tentang atta/aku),dengan sila dan penglihatan yang sempurna hingga bersih dari nafsu indera ia tak lahir dalam rahim manapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Pattidana&lt;br /&gt;Punnassidani katassa&lt;br /&gt;Yanannani katani me&lt;br /&gt;Tesanca bhagino hontu&lt;br /&gt;Sattanantappamanaka&lt;br /&gt;Ye piya gunavanta ca&lt;br /&gt;Mayhem matapitadayo&lt;br /&gt;Dittha me capyadittha va&lt;br /&gt;Anne majjhattaverino&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satta titthanti lokasmim&lt;br /&gt;Te bhumma catuyonika&lt;br /&gt;Pancekacatuvokara&lt;br /&gt;Samsaranta bhavabhave&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natam ye pattidanamme&lt;br /&gt;Anumodantu te sayam&lt;br /&gt;Ye cimam nappajananti&lt;br /&gt;Deva tesam nivedayum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya dinnanapunnanam&lt;br /&gt;Anumodanahetuna &lt;br /&gt;Sabbe satta sada hontu&lt;br /&gt;Avera sukkhajivino&lt;br /&gt;Khemappadanca pappontu&lt;br /&gt;Tesasa sijjhatam subha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga jasa-jasa yang kuperbuat kini diwaktu lain diterima oleh semua makhluk disini tak terbatas tak ternilai;mereka yang kukasihi serta berbudi luhur seperti ayah dan ibu ,yang terlihat dan tak terlihat yang bersikap netral atau bermusuhan;makhluk-makhluk yang berada dialam semesta di tiga alam,empat jenis kelahiran,terdiri dari satu atau empat bagian mengembara dialam-alam besar kecil;semoga dengan persembahan jasaku ini,setelah mengetahui mereka bergembira,dan kepada mereka yang tidak mengetahui semoga para dewa memberitahukanya;berkat jasa-jasa yang kupersembahkan ini yang membawa kegembiraan,semoga semu mahkluk selamanya hidup bahagia,bebas dari kebencian,semoga mereka mendapatkan jalan kedamaian,semoga cita-cita luhur mereka tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sampai pelaksanaan dengan sprituality dengan acara kotbha dhammadesana dari bhante Candasilo dengan topic mengenai masalah pattidana dari kehidupan sehari-hari dari setiap manusia tentunya hidup berumah_tangga dari umat Buddha yang ada,akan tetapi dari semua kehidupan yang sering dijumpai adalah: Permasalahan  yang timbul dari akibat persaingan hidup sesama dari lingkungan baik yang sama baik yang tidak sama dari setiap kehidupan contonya : kalau menjumpai satu kehidupan dari perumah_tangga dengan masalah antara anak dan ibu,antara ayah dan saudarahnya banyak dijumpai dengan permasalah kalau dari anak yang tidak sekolah dan bolos sekolah sedangkan ayah bekerja ditoko dan sibuk kemudian siibu  sibuk memasak dan menjaga baik kemudian Abang yang sibuk bersama ayah lagi bekerja sedangkan adik tidak masuk sekolah dan bolos pulang untuk mintak uang atau mencuri uang untuk jajan atau pergaulan yang kurang baik misalnya berjudi,nakobah,mabuk-mabukan,kumpul kebo,karoke,diskotik dan berjina sesama teman-temannya, sehingga sampai dengan perbuatan onar dengan balap-balapan baik sepeda motor, baik mobil sampai terjadinya onar dan tauran sesama temanya yang saling “Memperlebutkan teman hidupnya atau pacarnya dari pergaulan itu”.&lt;br /&gt;Jadi kembali dari kehidupan itu cuman hanya sementara saja dari setiap lingkungan dimana manusia itu hidup berdampingan sesamanya dari yang miskin dan orang kaya yang saling mengembangkan kehidupan moral dan etika masing-masing,akan tetapi itu tidak luput dari permasalahan yang timbul yang mengakibatkan tejadinya pertikaian dari loba.moha,irsia,tanha yang artinya jalan yang salah dengan pandangan yang salah dari kehidupan dimana lingkungan hidup sesama manusia yang moral dan etika dari perkembangan jaman dan hasil karya manusia itu setiap saat sehingga terjadinya pertikaian,pertengkaran dari nafsu keinginan,sehingga terjadinya mabuk akan nafsu keinginan dan emosional amarah dari pikiran yang salah dan tujuan yang salah sampai dengan timbulnya irihati dengan apa yang ada dari keinginan kesenjangan sosial yang saling membutukan dan saling merebut hasilnya timbul pertikaian dari emosional dan irihati sampai terjadinya perampokan dan pencurian yang diakibatkan oleh tanha,dengan keadaan yang (free) bebas untuk merai sesuatu,tetapi itu adalah hal yang salah karena dari jaman dahulu kalah alat pertukaran bukan uang akan tetapi beras tukar dengan garam,jadi disini sudah Nampak jelas untuk merai sesuatu atau menimbun barang sesuatu harus bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balang tentunya semuanya tidak mau terjadi hal seperti yang diatas sampai terjadinya pertikaian antara ayah dan ibu kemudian Abang dan adik sampai dengan yang berbuat suatu kesalah sampai ayah kapada ibu dan Abang bertikai, marah,emosional,kepada adik yang berbuat salah sampai terjadinya permusuhan antara saudarah,sehingga yang walau pun ibu yang penuh kasih sayang kepada anak-anaknya dari (Metta)cinta kasih menjadi memudar,akan tetapi kasih sayang dari ibu akan kembali untuk anak-anaknya karena seorang ibu kasih sayangnya sangat besar sekali kepada anak-anaknya karena anaknya di rawat sejak kecil sampai dewasa dan jadi orang yang berguna dan selalu melindungi anak baik dan jangan bebuat jahat atau barbuat baik sehingga memanjakan anaknya sampai mungkin&lt;br /&gt;Parkembangan lingkungan setempat sampai terpengaru dari pergaulan dari perbuatan jahat dan buruk dan “salah jalan”,sampai dengan terjadinya pencurian,perampokan dan sebagainya sampai dengan terjadinya pelangaran hukum keluarga sampai dengan hukum masyarakat setempat sampai dengan hukum perundang-undangan kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sampai kembali dengan masalah yang timbul dari dalam lingkungan sendiri atau diluar lingkungan itu sendiri tentunya dari diri sendiri yang memperbaiki dimana jalan kehidupan sangat banyak yang harus dijalankan dari setiap sisi kehidupan demi kehidupan baik yang buruk, baik yang baik itu tergantung anda sendiri yang mau kembali dari kehidupan awal atau kembali kehidupan yang baru,oleh karena itu dari semua ajaran sang Buddha yang mengajarkan kita supaya hindari perbuatan jahat berbuat baik sucikan hati tambakan amal kebijaksanaan menolong dirinya sendiri dan menolong orang yang membutukan pertolongan,sehingga sampai dengan timbulnya dari diri sendiri dari rubuk hati yang timbul rasa kasih sayang(Metta)untuk sesamanya tentunya manusia disini karena manusia sudah pasti hidup dengan sesama manusia baik yang ada dilingkungan dimana manusia itu hidup berada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau ingin hidup yang lebih baik tentunya pilihan berada ditangan anda baik yang buruk baik yang baik itu tergantung dari kehidupan anda atau (saudarah) yang ingin mempunyai satu kehidupan yang baik dari lingkungan baik yang di dalam baik yang diluar,sehingga sampai dengan rasa ingin untuk penuh belas kasihan (karuna)untuk menolong dirinya sendiri dan orang lain,yang tentunya kembali dari dimana kehidupan itu berada sampai dengan menyadarkan dirinya dari perbuatan yang kurang baik sampai dengan mengendalikan dirinya untuk sempurna dalam kehidupan demi kehidupan,tentunya belas kasihan (karuna)untuk membantu orang tuanya dan menyokong kehidupan sanak keluarganya yang tentunya orang tua kita yang merawat,mengajarkan sejak dari kecil sampai dewasa jadi belas kasihan jasa yang harus kita balas dan membantu untuk kehidupan mereka dengan baik istilanya (take and give ) setelah orang tua kita marawat kita kembali kita setelah dewasa kita merawat orang tua kita itu perbuatan baik dan bijaksana dan benar.Disamping itu kalau kehidupan telah sempurna dan lengkap belas kasihan dapat disalurkan atau dikembangkan membantu sesama sanak-keluarga yang membutukan uluran tangan dari perbuatan baik untuk menolong sesamanya dari hal kekurangan sampai dengan menolong kehidupan sesaman teman,kerabat,saudarah,dan manusia masyarakat luasnya seperti membatu orang yang kekurang dari panti-panti jompo,panti-panti Asuhan,panti-panti sosial dan masyarakat umunya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai dengan kembali dengan kehidupan dimana awal dari kehidupan itu bermulah dari lingkungan hidup manusia itu untuk saling menciptakan kehidupan baik yang lama baik buruk tentunya dari terciptanya yang tidak luput dari hasil karya manusia itu sendiri baik yang buruk baik yang baik,seperti karya kehidupan manusia dari kebutuhan hidup baik sandang dan pangan kemudian hiburan untuk manusia itu sendiri,akan tetapi semuanya tidak luput dari kehidupan dirinya sendiri tentunya seperti dengan halnya hidup dilingkungan yang baik pasti hidupnya baik,dan hidup dilingkungan yang jahat pasti hidupnyan jahat,tetapi mungkin saja bisa terbalik hidup dilingkungan yang baik bergaul dilingkunga kurang baik akan terpengaru oleh perbuatan yang kurang baik dan akan jahat atau mungkin kehidupan yang jahat bergaul kelingkungan baik bisa jahat mempengarui yang baik atau yang baik mempegarui yang yang jahat.kemudian itu tidak luput dari perbuatan kita untuk memilih supaya kehidupan merasa untuk mempunyai yang turut simpati untuk menolong(mudita) kehidupannya sendiri atau turut simpati untuk membantu,menolong sesama yang merai sesuatu keberuntungan seperti halnya dengan melihat kehidupan sendiri yang merai suatu keberhasilan baik dibidang pendidikan,ekonomi,politik,sosial dan masyarakat umunya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut serta didalam kehidupan itu untuk turut simpati untuk melihat,mambantu,menyokong,turut berbahagi rasa simpati untuk melihat keberhasila orang lain tentunya seperti hanya dari masa pendidikan dari awal SD,SMP,SMA dan sampai dengan falkultas, Universitas, Perguruan tinggi yang selesai untuk keberhasilan sampai dengan mendapat satu gelar tertentu sampai dengan turut simpati melihat baik dirinya sendiri,baik orang lain teman-teman,kerabat,saudarah,handai tolan dan masyarakat umun,sehingga sampai dengan melihat kalau teman atau kerabat kita berusaha contonya buka toko dan berhasil ikut simpati dan berbahagia jangan irihat,kebencian,dendam,yang timbul justru (Mudita) ikut simpati dari keberhasila orang lain berkat usahannya sendiri atau dukungan dari orang lain dan masyaraka,kemudian sampai dengan keberhasilan baik sanak-saudarah,teman-teman,kerabat dekat dan jauh,yang tentunya melaih keberhasila dibidang politik dan sosial kemasyarakatan seperti keberhasilan didalam merai suara terbanyak dari pemilihan umum,yang akhirnya menjabat sesuatu tugas Negara seperti jadi kepala lingkungan,kepala desa,kepala camat,kepala walikota,kepala gebenur dan wakil gebenur,kepala DPR,MPR,dan Presiden pemimpin Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra dari kehidupan dapat dikembangkan dengan baik dari diri sendiri yang untuk semua kehidupan yang saling mempertahankan kehidupan demi kehidupan baik orang kaya dan orang miskin saling mempertahankan kehidupannya masing-masing sampai dengan munculnya kehidupan-kehidupan yang baru dan sampai terciptanya kehidupan baru dari tentunya perkembangan jaman dan perubahan yang terjadi disetiap perkembanga dari ilmu pengetahuan dari Kebudayaan.suku,bangsa baik Negara cina,Asia tenggara,Asia timur,Asia barat,technology ipteck, dan sampai dengan perkembangan dari suku bangsa dunia lain seperti Eropa barat,Eropa timur,dan Amerika sampai Negara Afrika sampai keseluluh dunia yang duduk sejajar dengan bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan dari kehidupan demi kehidupa yang saling bergantungan dengan sesamanya dari setiap sudut pandang yang berbeda dengan sesamanya disini mungkin untuk merasa apa yang didalam kehidupan telah sempurna baik dari pengaru dari luar baik yang dari dalam itu semua adalah suatu ilmu pengetahuan baik yang diketahui atau tidak diketahui itu semua dapat bekerja dengan dilingkungan dimana manusia itu hidup, yang kadangkalah dapat dijumpai dengan hal yang baik dan buruk karena hidup sesama manusia yang begitu banyakanya sifat,nafsu,keinginan,kebencian,dari semua suku dan bangsa yang berbeda itu tidak sama itu sudah pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kembali dengan peradapan dan adaptasi sesama manusia itu tidak sama dengan yang lain sangat banyak dari sisi kehidupan demi kehidupan baik yang sama baik yang tidak sama,itu hanya dari perbuatan kehidupan sehari-hari dari kehidupan manusia itu hidup untuk mendapat satu Keseimbangan baik jasmani,batin dan rohani yang akhirnya dengan (upekkha)yang ketenangan hidup,keseimbangan hidup baik dari dirinya sendiri baik dari luar dirinya sendiri,sampai dengan seimbang dalam kehidupan bersama dengan kehidupan manusia baik dari teman-teman,kerabat-kerabat,handai_tolan,handai_tolan,saudarah jauh dan dekat,sampai dengan masyarakat umunya yang hidup berdampingan sesama manusia dengan manusia lainya. Hingga mendapatkan kelengkapan hidup dari semua kehidupan yang akhirnya merasa semua dari Metta,Karuna,Mudita dan Upekkha itu telah lengkap untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari yang tentunya tidak luput dari kehidupan dimana kita berada dan hidup dimana lingkungan kehidupan manusia itu berada. Sampai dengan kembali dari kehidupan untuk keseimbangan dalam hidup itu perana sangat penting untuk merasa seimbang didalam segalah bidang kehidupan manusia dan makhluk hidup yaitu Upekkha keseimbangan jasmani dan batin yang tenang dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian didalam pelaksanaan dalam Pattidana  dari Tirokuddakanda yang dilaksanakan dengan undangan dari umat-umat Cetiya Mahasampati dengan para bhikku disini saya sendiri dari prak atau Bhikkhu candasilo yang melaksanakan pemimpinan upacara Sprituality dari acara Tirokuddakanda dari Pattidana untuk sprituality pelimpahan jasa untuk manusia dan makhluk hidup dimana berada baik yang kelihatan baik yang tidak kelihatan sesama kehidupan dari semua kehidupan,balang tentunya tidak luput dari kerjasama &lt;br /&gt;Sesama  umat dari Cetiya Mahasampati dari romo,upasakah , dan upasikah dan muda-mudi dari Cetiya baik dari luar cetiya sampai umat dari dalam dan luar untuk melaksanakan sprituality dari pelimpahan jasa untuk menanam buah karma baik untuk dirinya sendiri atau untuk kedua orang tuanya atau untuk sanak-keluarga yang telah meninggal dunia baik juga untuk pelimpahan jasa kepada teman-teman yang terkena musibah dari bencana alam baik korban gempa bumi,baik dari bencana kecelakan alam yang disengaja atau tidak disengaja dan lain-lainnya untuk pelimpahan jasa dan  sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kalau kembali dari permasalahan yang ada sampai dengan perkembangan dari awal pelaksanaan dari sprituality dari Pattidana dari Tirokuddakanda suttam yang dibacakan dengan bersama dengan umat sampai dengan pelimpahan jasa pada waktu itu untuk memberi uluran buah jasa baik dari berbuat karma baik untuk diniatkan dan disalurkan melalui pikiran dan ucapan baik secara sprituality pada waktu itu dengan membacakan paritta-paritta suci dari Tirokuddakanda suttam dan Pattidana untuk pelimpahan jasa kepada leluhur yang telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan disediakan oleh panitia atau anggota muda-mudi untuk menuangkan air suci yang telah dibacakan dan dituliskan kedalam air untuk pelimpahan jasa dengan mengelilingi satu bentuk gunung yang terbuat dari disaind yang mirip dengan gunung benaran yang kemudian gunung yang dicat warna keemas-emasan itu dilancang sekian rupa dengan dibawahnya ada seperti kolam yang mengelilingi gunung dan tentunya di barengi dengan bunga-bungaan tersebut,sehingga sampai dengan pemimpin acara sprituality dari Pattidana itu yang tentunya dari anggota shang yaitu prak/Bhante candasilo yang memimpin upacara dari pelaksanan dari Pattidana untuk pelimpahan jasa untuk uluran tangan yang membutukan bantuan dari sanak keluarga yang membutukan pelimpahan jasa itu,sehingga sampai dengan keluar dari bakti sala membawak sebotol air suci yang dibacakan parita bersama umat yang ada sambil membacakan paritta suci dari pattidana itu sambil mengelilingi gunung dan menuangkan air suci itu dengan mengelilingi gunung yang disiapkan untuk pelimpahan jasa sambil meniatkan yang dipancarkan dari pikiran dan batin untuk tujuan ada yang ingin dicapai dari apa yang diniatkan masing-masing untuk pelimpahan jasa tersebut.tujuan supaya ada sanak keluarga yang telah meniggal dunia baik yang masih dialam tiga samsarah baik dialam peta seperti setan,setan kelaparan,setan gentayangan yang dan mungkin arwah leluhur dari nenek dan kakek yang membutukan uluran tangan dari sanak keluarga untuk membantu berbuat karma baik untuk terlahir kembali dialam-alam bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampai dengan kembali kedalam sala untuk kemudian pelaksanaan dari sprituality dari acara untuk pelaksana membaca paritta suci dari pelimpahan jasa Anumodana dari Bhante candasilo,” tentunya saya sendiri yang membaca paritta suci dari paritta suci dan sampai selesainya acara sprituality pelimpahan jasa dari Tirokuddakanda suttam dan penutupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-5239283989227859015?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/5239283989227859015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=5239283989227859015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/5239283989227859015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/5239283989227859015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/tuntunan-upacara-pattidana.html' title='Tuntunan upacara Pattidana'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-8396726192472136540</id><published>2009-07-17T01:05:00.001-07:00</published><updated>2009-07-17T01:06:07.530-07:00</updated><title type='text'>Pelaksana hari Pattidana</title><content type='html'>(delapan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksana hari Pattidana di hari bulan vassa selama tiga bulan masa penghujan&lt;br /&gt;                          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana Tirokuddakanda suttam untuk pelimpahan jasa kepada arwah-arwah yang telah meningal dunia jadi untuk pelaksananya tentunya dari anggota keluargga dari umat yang mempunyai niat dan tujuan yang baik untuk menanam buah karma baik yang dimana karma-karma buruk yang ditanam masa-masa lampau atau karma buruk yang sebelumnya secara sengaja ditanam baik tidak sengaja tidak diketahui, maka dari perbuatan sekarang yang ada sangat baik untuk ikut andil dalam turut serta didalam untuk berbuat karma baik untuk dirinya sendiri baik untuk keluarganya baik sanak sekeluarga yang masih hidup,baik sanak keluarga yang telah meninggal dunia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sampai dengan perbuatan-perbuatan dimana dari sendiri baik dari orang tua ,baik dari sanak keluarga sangat membantu uluran tangan dari sendiri dan sanak keluarga untuk menanam buah karma baik yang tentunya dibulan-bulan ini antara bulan 7 sampai bulan 9 yang dikatakan sebagai bulan untuk  pelimpahan jasa kepada manusia dan makhluk hidup dialam semesta ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-8396726192472136540?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/8396726192472136540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=8396726192472136540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/8396726192472136540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/8396726192472136540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/pelaksana-hari-pattidana.html' title='Pelaksana hari Pattidana'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-935790355118362089</id><published>2009-07-17T00:59:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T01:04:52.529-07:00</updated><title type='text'>kebutuhan yang telah dicapai</title><content type='html'>(TUJUH)&lt;br /&gt;Kehidupan dari semua kebutuhan yang telah dicapai sangat sempurna dari UPEKKHA(ketenangan batin yang seimbang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana kehidupan ini berlanjut dengan kehidupan berbagai ragam kehidupan yang muncul bersamaan baik yang baik dan baik yang buruk tidak luput dari kehidupan lingkungan dimana berasal untuk mencari keseimbangan, tenang dan bahagia hidup yang ada sangat membutukan perhatian dan latihan dari pelatihan yang ada tersedia sehingga dapat menjalankan kehidupan ini dengan sempurna untuk diri sendiri dan orang lain sampai masyarakat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himpunan dari semua kehidupan dapat dilihat dari perbuatan-perbuatan sehari-hari dari semua kehidupan dimana lingkungan yang tentunya berbeda sama yang lain untuk mempertahankan kehidupan demi kehidupan satu kehidupan demi satu kehidupan yang sili berganti sesama manusia baik hidup di tempat lingkungan orang kaya baik hidup dilingkungan tempat orang miskin itu adalah kehidupan baik ditempat yang baik atau baik ditempat yang buruk sehingga  masalah yang sering dijumpai sesama manusia tidak saja beradaptasi sesama manusia dilingkungan orang baik saja atau orang jahat saja karena semua kehidupan tidak luput dari pergaualan dari orang miskin,orang kaya,orang baik,orang jahat dan lain-lain berbaur sesamanya untuk mempertahankan kehidupan sesama manusia baik dilingkungan dimana kehidupan itu berlangsung sesamanya dari kehidupan demi kehidupan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut andil dalam kebersaman sesaman manusia dengan menolong yang kekurangan untuk menanam buah karma baik dimana karma buruk yang masa lampau yang kita tanam tidak bisa diketahui jadi untuk keseimbangan dari perbutan untuk menanam buah karma baik sangat banyak dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari,sehingga sampai dengan ikut andil dalam suatu kegitan kelompok tertentu dengan kegiatan berbagai bakti sosial untuk menolong sesama manusia tentunya makhluk hidup sekitarnya,Akan tetapi dengan melihat kembali dengan kehidupan dimana lingkungan kita hidup yang merasa berkelebihan baik materil,moral,dan waktu untuk menolong sesama manusia dengan kesenangan hati supaya hidup merasa tenang dan bahagia seimbang dengan kehidupan-kehidupan yang lainnya.&lt;br /&gt;Jumlah perbuatan baik dan perbuatan jahat tidak dapat dihitung dimana manusia masih hidup karena perbuatan jahat dan perbuatan baik sengaja atau tidak sengaja bisa terjadi dimana saja&lt;br /&gt;Yang dapat di timbun secara sengaja atau tidak sengaja itu bisa terjadi dimana saja….?karena manusia hidup baik yang berkecukupan baik tidak berkecukupan sama-sama mempertahankan  kehidupan sesama lainya,yang tentunya tidak luput dari hasil karya yang timbul dan terciptanya karya-karya baru dari hasil manusia itu sendiri seperti rumah untuk pelindungan manusia,gedung kantor untuk manusia bisa mengembangkan hasil karya didalam segalah bidang sebagai modal awal sebagai harta benda,seperti mobil,rumah,gedung,dan sebaginya dari hasil karya manusia sebagai alat perjalanan kehidupan itu, sampai dengan tentunya sandang dan panggan yang sebagai dasar dari kehidupan manusia apa saja dari semua suku setempat dan suku-suku bangsa kehidupan dimana berada saling saing mempertahankan kehidupan demi kehidupan sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat dari kehidupan dimana lingkungan kehidupan saling berkompetisi mengembangakan,menciptakan karya-karya baru dari sisi lingkungan dimana berada baik social,ekonomi,politik dan pelindungan mempertahankan bangsa dan Negara,yang tentunya dari anak-anak cucu generasi-demi generasi yang diturunkan dari orang tuanya masing-masing untuk melanjutkan kehidupan demi kehidupan sesama manusia,kemudian kembali kekehidupan manusia seutuhnya yang bermoral dan etika kebangsan untuk melindungi bangsa dan tanah airnya tentunya bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga perbutan baik dapat ditanam diladang yang sangat baik yaitu ladang anggota shanga yaitu para bhikkhu yang melaksanakan melatih diri dari hidupan suci sampai dengan tebentuknya berbagai organisasi kelompok sosial untuk membantu para bhikkhu untuk menyebarkan ajaran sang Buddha,dhamma,shanga yang tentunya Trilatana tiga mestika keranjang dari ajaran sang Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbangan dari kehidupan dimana lingkungan hidup dapat tercukupi dengan berbagai masalah kemasalah yang lainnya sampai dengan masalah positive dan masalah negative yang tentunya baik dan buruknya kehidupan dapat terjadi dimana dan kapan saja,,,?sampai dengan pengaturan peraturan hidup supaya hidup teratur dengan kebutuhan yang mencukupi baik jasmani dan rohani baik materi,moral,waktu untuk menolong,membantu sesama manusia dengan berbagai kesempatan yang tersedia.supaya hidup ini terasa damai, tentramseimbang,bahagia,cinta kasih,belas kasihan,turut simpati sama sama senang,dan akhirnya dengan keseimbangan batin yang seimbang dan tenang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-935790355118362089?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/935790355118362089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=935790355118362089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/935790355118362089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/935790355118362089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/kebutuhan-yang-telah-dicapai.html' title='kebutuhan yang telah dicapai'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-8079751537636062372</id><published>2009-07-17T00:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T00:59:27.851-07:00</updated><title type='text'>Jadi dari semua kehidupan sesama manusia</title><content type='html'>(ENAM)&lt;br /&gt;Jadi dari semua kehidupan sesama manusia banyak yang didapat dengan Mudita(ikut simpati dari keberhasilan orang lain)  &lt;br /&gt;                                                       &lt;br /&gt;bersukur atas rakmat dari Tuhan Yang Maha Esa turut simpati dari hari yang dicapai berkat usahanya sendiri baik dari orang lain,Ini tidak luput dari lingkungan dimana manusia itu hidup bedampingan sesamanya dari beragam suku bangsa yang ada sampai dengan keberhasilan dari ilmu pengetahuan pendidikan,Ekonomi,sosial,politik, dan kebudayaan dan lain-lain sampai sehingga turut simpati rasa senang dan bergembira melihat keberhasilan orang lain baik didalam kehidupan manusia dan kehidupan diluar kehidupan manusia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang kehidupan setiap manusia dengan berbagai kehidupan yang ada tentunya manusia kehidupan yang berkeluarga dengan berbagai masalah yang ada sampai dengan permasalahan kehidupan ekonomi,kelompok ,komunitas dan politik dari setiap sisi kehidupan yang ada sampai dengan pemeritahan yang ada.Memang setiap manusia tidak semua sama dengan manusia yang lain sesama hidup dilingkungan yang sama dan hidup dilingkungan yang berbeda tentunya beradaptasi dengan manusia dan lingkungannya itu pasti berbeda sama yang lain kalau ada yang sama itu hanya kebetulan yang ada karena setiap manusia dari pandangan jasmani dan rohani pasti ada sifat dan ada nafsu yang berbeda baik berbagai nafsu dari keinginan,istilahnya apabila melihat sesama teman kita lagi belajar bersama baik belajar sekolah bersama dari&lt;br /&gt;Cookie: __utma=150635877.1395189684.1244889004.1247810362.1247813821.63; __utmz=150635877.1247454013.52.5.utmccn=(referral)|utmcsr=candasilo3.blogspot.com|utmcct=/|utmcmd=referral; PREF=ID=87ad247491585e9e:TM=1245145364:LM=1245145364:S=lSSCWEsdHOt5d_g5; blogger_TID=176a40f4371b60f; S=blogger=iRBOLspyZaqN2KEJq0qeAw; __utmc=150635877; blogger_SID=DQAAAJgAAACWO9nHxBir0loQiJ4RNsQEGNHuYXTySKaRprLPtRR9KZlHaolhBBD_RvufCGJZbrX5Uz97aqNujaVe-GA2kAEWfj2L9rLvVdalodlnZCAroY5ffvc2rtufw2C1gg0-yv5-W4LnLClghKqEqAOhv0sNMV3RA7sbt5dL-XUVLtRilNOzYWM5wmBMJBYiv5mAm2QxOhc5LJHoOAPSKFWuyZb7; TL=-; __utmb=150635877&lt;br /&gt;Content-Type: application/x-www-form-urlencoded&lt;br /&gt;Content-Length: 6002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;security_token=AOuZoY5LFfJp82wotjsd_hoazwc_ex5p-Q:1247817456527&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-8079751537636062372?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/8079751537636062372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=8079751537636062372' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/8079751537636062372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/8079751537636062372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/jadi-dari-semua-kehidupan-sesama.html' title='Jadi dari semua kehidupan sesama manusia'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-3539693564731905121</id><published>2009-07-17T00:54:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T00:57:22.362-07:00</updated><title type='text'>Lihat kembali kehidupan</title><content type='html'>(LIMA)&lt;br /&gt;Lihat kembali kehidupan&lt;br /&gt;dari setiap sisi kehidupan dapat diraih dengan KARUNA(belas kasihan sesama makhluk hidup)  &lt;br /&gt;                                        &lt;br /&gt;Bermacam-macam pelaksanaan dari pelatihan dan latihan Dhamma yang ada sampai PTT praktek Dhamma dengan tugas tempat langsung dengan penuh belas kasihan sesama makhluk hidup dengan terjun langsung PTT praktek tugas tempat dengan dhamma belas kasih menolong manusia tentunya disini yang membutukan pertolongan dari uluran tangan dari kehidupan-kehidupan yang patut di tolong dengan berbagai kegiatan-kegiatan social yang ada dengan belas kasih menolong orang tua,sanak keluarga,famili,guru,kawan-kawan dan orang-orang yang membutukan pertolongan dari pakir miskin,panti-panti asuhan,panti-panti jompo,panti-panti bencana alam sampai panti-panti sosial dari kecelakan lalu lintas baik besar dan kecelakan yang kecil sehingga cacat mental,cacat tuna rungu,cacat fisik dari kecelakan dan sebagainya dari kehidupan sesama manusia baik pengobatan gratis dan donor darah yang di adakan setiap program untuk menolong makhluk hidup yang membutukan pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari kehidupan yang benar sangat berguna di dalam kehidupan sebagai manusia untuk saling mempertahankan kehidupan demi kehidupan yang ada sampai dengan pertikaian yang ada dari satu hal yang tidak penting sampai hal yang penting,yang tentunya dari setiap cerita kehidupan dari setiap kehidupan sangat banyak dan berbeda sampai dengan permasalahan badan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia ini,Pelangaran –pelangaran sering terjadi baik yang disengaja baik yang tidak disengaja itu bisa terjadi dari semua lingkungan kehidupan manusia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian setiap masalah yang ada sampai dengan satu cerita tentang kehidupan dari manusia dengan manusia sering dijumpai dengan bermacam-macam persoalan yang ada,misalnya dengan kejadian yang sering terjadi yaitu dengan pertikaian antara manusia dengan kesenjangan, sehingga sosial yang timbual akibat dari sikaya dan si miskin saling menimbun hasil kekaya dengan dali berbagai cara yang tentunya ada dengan ekonomi,berdagang,sampai dengan melanggar hukum undang-undang yang berlaku di Negara ini. Sehingga akhirnya saling berhubungan dengan baik sampai dengan  bertikai dengan sesamanya untuk mempertahankan kehidupan yang akhirnya terjadinya pencurian,perampokan,peganiaan,pembunuhan,berjina,berbohong,mabuk dan nakobah yang semua manusia tidak terhindar dari semua kehidupan yang saling berdampingan hidup sesama suku rakyat bangsa yang&lt;br /&gt;Begitu banyak,namun tidak luput dari loba,moha,irsia dan tanha yang artinya jalan salah dengan pandangan yang salah dari loba keserakahan kemudian tujuan yang salah yaitu moha kebencian dengan keinginan hawa nafsu yang berlebihan sampai dengan timbulnya irihati yang diakibatkan ketamakan tanha,sehingga sampai dengan terjadinya sesuatu masalah yang akibat dari satu piring nasi hingga melanggar sila yang mengakibatkan terjadinya pembunuhan dari sila pertama dari pancasila yaitu :Panatipatta veramani sikkhapadam samadiyami dan sampai bentrok antara sesama kawan atau sanak famili baik adik dan abang sampai keluarga dekat dan keluarga jauh, sampai bentrok antar suku ,sampai bentrok antar bangsa dan sebagainya dan begitu juga dengan terjadinya : Adinnadana veramani shikkapadam samadiyami terjadinya, pencurian yang mengakibatkan kerugian baik berbagai pihak dan begitu juga dengan tejadinya: Kamesu micchacara veramanai sikkhapadam samdiyami berbuat perzinahan yang terjadi didalam keluarga yang tentunya suami yang selingku atau isteri yang selingku dan begitu juga dengan tejadinya : Musavada veramani sikkhapadam samadiyami yang terjadi didalam keluarga atau diluar keluarga yang mengakibatkan bohong sana bohong sini dan ucapan yang tidak benar, sampai dengan Sura meraya majja pamadattana varamani sikkhapadam samadiyami yang terjadi didalam keluarga yang mengakibatkan mabuk minuman keras dan nakobah yang membuat lemahnya kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eloknya lebih baik untuk menjalankan sila supaya kehidupan lebih baik supaya terhindar dari permusuhan yang timbul akibat lalainya kehidupan yang tentunya dengan belas kasihan sesama manusia dengan menolong sesama manusia dengan berbagai cara yang ada didalam kehidupan manusia tentunya saling menolong supaya tidak  menbunuh,mencuri,berzina,berbohong,minuman keras ada akibatnya yaitu dihukum,seperti membunuh menolong dengan belas kasih supaya tidak membunuh makhluk hidup,seperti mencuri menolong dengan belas kasih supaya tidak mencuri,seperti berzinah menolong dengan belas kasih supaya tidak berzinah,seperti berbohong menolong dengan belas kasih supaya tidak berbohong, seperti minuman keras menolong dengan belas kasih supaya tidak minuman keras.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-3539693564731905121?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/3539693564731905121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=3539693564731905121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/3539693564731905121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/3539693564731905121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/lihat-kembali-kehidupan.html' title='Lihat kembali kehidupan'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-3457679270393637374</id><published>2009-07-17T00:52:00.001-07:00</published><updated>2009-07-17T00:53:58.210-07:00</updated><title type='text'>Demikian  pula dengan Perbuatan Baik yang Selalu Diniatkan</title><content type='html'>(EMPAT)&lt;br /&gt;Demikian  pula dengan Perbuatan Baik yang Selalu Diniatkan oleh Metta (cinta kasih sesama makhluk hidup)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap hari dimana tentunya dari awal tujuan apa yang di laksanakan untuk berbagi menolong sesamanya dari penderitaan baik tujuan apa yang diberikan kepada orang atau program kelanjutan dan tujuan yang bejalan sesuai ajaran sang Buddha ,&lt;br /&gt;Kemudian setelah pindapata untuk makan pagi didalam cetiya Mahasampatti ada melaksanakan suatu program dimana program tersebut dapat dilakukan dengan baik yaitu :program pindapata keliling komplek metal yang dilaksanakan dari metal 1 sampai metal 9 dengan sampai berakhir di lapangan bola_basket di komplek cemara asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga pelaksananya dan dana yang terkumpul baik makanan ringan,beras,indome,minuman ringan dan sebagainya dikumpulkan menjadi satu kemudian dibelsing dengan pemberkahan oleh para Bhikkhu kemudian dana yang terkumpul di danakan kembali kepada pakir miskin,panti jompo,panti tuna netra,panti anak yatim piatu,dan panti Asuhan,sehingga sampai pelaksananya dengan selanjutnya acara pembagian dana makan kepada suster  yang pemimpin pelaksanaan pembagian sembako dana makanan untuk panti Asuhan itu, dan saya sendiri Bante candasilo terlibat didalamnya untuk melaksanakan dana makanan kepada panti Asuhan itu dan mengikuti acaranya sampai pembagian nya rata untuk panti Asuhan yang ada sekitar kota Medan, tentunyan program berjalan dengan baik dan berkelanjutan sampai keprogram yang berikutnya yang rencana program Pindapata di lokasi Jl. Panjang dari Cetiya Mahasampatti keliling  Jl. Thamrin sampai kembali lagi ke Cetiya Mahasampatti , kemudian rencana dana dari hasil pindapata tersebut akan sama dibagikan kembali ke panti-panti yang ada di kota Medan itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan masa vassa di cetiya Mahasampatti memasuki tahap kebulan kedua yang di jadwalkan selama tiga bulan, ada pun kegiatan yang dilakukan seperti biasanya yaitu dengan pelaksanaan Cheng thing baca paritta suci dan sehingga pelaksanaan Meditasi yang dilakukan setiap hari dan kemudian Pindapata setiap hari yang dilakukan sebagai tugas atau sebagai kewajiban setelah vinaya dan sila dilaksanakan dengan baik, akan tetapi tanyak jawab yang dilakukan dapat dilakukan dengan tempat dan waktu yang ada biasanya tanyak jawab dapat dilakukan dengan baik setelah selesai Meditasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kalau pelaksanaan tanyak jawab dapat dilakukan dengan umat tentunya dapat dilaksanakan dengan berbagai pertanyaan yang ada pada saat itu,seperti halnya dengan umat yang datang pada waktu Meditasi atau datang pada waktu berdana makanan untuk para bhikkhu lalu pertanyaan dapat di tanyakan dengan para bhikkhu yang ada saat itu,contohnya seperti kegiatan yang dilakukan sprituality setiap hari dengan umat yang bertanyak tentang kehidupan tentunya kegiatan dari PTT yang artinya bekerja langsung ketempat-tempat yang membutukan pertolongan baik di lapangan baik diluar lapangan, adapun kegiatan kerja lapangan dapat langsung di praktekan tugas tempat  Phisikology  tanyak jawab tentang masalah yang timbul dari setiap kehidupan baik yang buruk dengan permasalahan yang ada pada umat manusia tentunya karena di sini sesama umat manusia yang ada,tentunya fisioterapi tentang Phisicology dapat dilaksanakan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut serta dalam pelaksanaan dan pelatihan serta latihan dengan itu dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai kegiatan dengan tentunya menolong ,meyelamati sesamanya yang menbutukan pertolongan dengan baik yang di desa terpencil,desa dan kota yang ada untuk menolong pakir miskin di desa,dan sehingga masyarakat desa terpencil sampai masyarakat desa dan kota denga ajaran Dhamma.kemudian didalam Phisicology religion of source untuk umat Buddha tentunya dengan didasari dengan ajaran sang Buddha dan sebagai guru  kita yang sempurna,maka ajaran dan penyebaranya ilmu pengetahuan dhamma ajaran sang Buddha dapat di praktekan dengan baik untuk menolong sesama manusia yang membutukan pertolongan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika akan memperdalam ilmu pengetahuan dari ajaran sang Buddha tentunya dengan giat praktek berlatih ,belajar, tentang kehidupan demi kehidupan yang ada,meskipun semua berawal dari dasar ilmu pengetahuan Dhamma yang ada yang tersimpan sebagai bekal kehidupan yang akan datang tidak luput dari praktek lapangan yang ada, baik berpindah dan berpindah tempat itu tak masalah apa lagi praktek yang sering dipraktekan berpinda tempat dari desa terpencil,desa,kota sampai berpindah antar bangsa yang tentunya praktek dhamma dan sekolah lagi di Negara besar,Cina,Eropa barat seperti Amerika Serikat yang dimana ilmu pengetahuan yang lebih maju,Seperti dengan praktek lapangan dengan PTT dengan praktek Dhamma dan tugas tempat daerah yang berpidah-pindah dengan propesi dan tentunya dengan kealihan kotbah dhamma yang  baik di praktekan tempat  umum dengan kondisi yang situasi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kembali dengan pelatiahan sprituality dari ajaran sang Buddha dari acara Sprituality of religion of source yang tentunya dari kegiatan dari sprituality dari setiap hari yang dapat diceritakan dan ditulis dengan dhamma desana,cerama,atau kotbah yang kemudian tanyak jawab sampai dengan talk show,seminar tentang science Dhamma dan problem atau masalah dengan kehidupan umat berumah tangga dari berbagai lingkungan kehidupan sehari-hari dengan konsultasi tentang kehidupan baik yang positive baik negative yang datang saling berganti setiap hari,kadang-kadang kehidupan tidak luput dari penyakit masyarakat yang sering timbul dari akibat dari persaingan hidup baik orang miskin dan orang kaya  yang saling mempertahankan hidup setiap hari,jadi timbulnya masalah baik yang lama dan masalah yang  baru hingga pertikaian dalam dan pertikaian luar itu hanya dari dasar kembali kehidupan dimana berasal masalah  itu berasal. Sehingga PTT dapat dilaksanakan dengan praktek dhamma dan tugas tempat langsung dengan dhamma desana yang artinya disini membabarkan ajaran sang Buddha dengan  dhamma dari desa-kedesa baik desa yang terpencil sekalipun dari bimbimgan dhamma sebagai obat atau medicin mental dan sprituality  dapat bimbimgan sampai ke kehidupan yang lebih tenang dan bahagia dalam kehidupan Dhamma itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-3457679270393637374?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/3457679270393637374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=3457679270393637374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/3457679270393637374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/3457679270393637374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/demikian-pula-dengan-perbuatan-baik.html' title='Demikian  pula dengan Perbuatan Baik yang Selalu Diniatkan'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-1137884748888953771</id><published>2009-07-17T00:51:00.001-07:00</published><updated>2009-07-17T00:52:31.472-07:00</updated><title type='text'>Dari Perkembangan ajaran Sang Buddha</title><content type='html'>(TIGA)&lt;br /&gt;Dari Perkembangan ajaran Sang Buddha sangat penting adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panna yang arti dari bahasa pali yang kebijaksanaan dari perbuatan kita sehari-hari dari perjalanan terutama sprituality dari religius kehidupan kita yang dapat kita praktekan dalam latihan  sprituality , terutama kegiatan kotbha dhamma atau dhamma desana yang mengelola isi cerita yang datang dari dalam atau datang dari luar secara outometik dari batin kita yang dikembangkan setiap hari baik dari Cheng thing sampai Meditasi yang spritualitynya sangat berguna dan bermamfaat, yang terutama dari acara_gocar dari sprituality dari undangan makan sampai dengan berdana makan untuk para bhikkhu yang melaksanakan sprituality dari Buddha,sehingga ilmu pengetahuan yang dari rangkaian kehidupan manusia dan masyarakat dapat di dalam kehidupan baik kehidupan didalam keluarga baik didalam masyarakat desa dan kota ilmu pengetahuan dhamma dapat rangkaian dari ilmu secara menual dan outometik dari setiap kehidupan, Seperti para bhikkhu Pindapata setiap pagi dan jalan melintasi hutan,desa,kota dan dana yang di berikan baik satu sendok nasi umat dapat berkah karma baik  oleh bhikkhu di saat itu, kemudian makanan di kumpulkan di dalam sala vihara atau Tample,sehingga sejak itu dapat dikembangkan dari tempat situasi sprituality disaat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya setiap umat berdana makanan baik di pagi hari sewaktu para Bhikkhu melaksanakan pindapata dipagi hari maka kesempatan dan berkesempatan kepada umat yang ingin berbuat baik untuk menanam buah karma baik dimana kehidupan setiap umat manusia tentunya umat yang berumah tangga, sangat baik dan berguna untuk berdana makanan kepada orang yang tepat dan waktu yang tepat kepada Bhramma acariya tentunya disini para Bhikkhu yang menjalani sprituality dari ajaran sang Buddha, itu sangat bermanfaat bagi yang berdana makanan diwaktu yang tepat terutama waktu jam makan para Buddha,Bhodisatvaya,para Braman,para Arahat,para deva dan devi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dari setiap umat yang datang tidak semua yang sama ada yang umat miskin ada yang kaya dan ada umat yang datang dari mana saja,baik dari dalam umat cetiya sendiri baik dari umat yang datang dari luar cetiya Mahasampatti,jadi setiap hari dana makanan ada yang berdana untuk menanam buah karma baik dari setiap umat yang ingin menambah berbuat baik dengan tujuan dan niat yang tentunya dengan tulus dan niat yang baik untuk kehidupan umat itu sendiri dari setiap permasalahan umat setiap hari yang berbeda-beda dari setiap problema kehidupan yang tentunya umat manusai yang berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan manusia disetiap kehidupan masalah yang dijumpai selalu tidak sama ada yang sama itu hanya kebetulan karena dunia manusia dan makhluk hidup di dunia ini saling hidup dan mempertahankan hidup baik dia orang miskin baik dia orang kaya tidak luput dari semua masalah yang ada baik yang bertikai,bermusuhan,mencintai,menyayangi,benci,irihati,seraka,dan sebagainya dari kehidupan dari kehidupan dari berumah-tangga sampai organisasi, kelompok, komunitas, suku dan bangsa sampai kepemerintahan dan Negara itu semua tidak luput dari masalah yang di hadapi setiap hari untuk ketenangan dan kebahagian baik batinia dan rohani adalah berTuhan Yang Maha Esa yang dipercainya dari kehidupan dimana berada,sehingga sejak itu manusia tidak luput dari permasalahan baik dari kehidupan manusia didalam masyarakat tentunyan baik dari rangkaian dari desa sampai rangkaian dari manusia hidup di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halnya dari kehidupan dimana pelaksanaan latihan dan pelatihan &lt;br /&gt;Untuk memulai kegiatan sprituality dari ajaran sang Buddha untuk menanam buah karma baik dengan berbuat baik sesamanya di mana berada baik orang miskin baik orang kaya dapat berbagi rata untuk berbuat baik,seperti bisanya prak/ bhikkhu dalam pelaksanaan dibulan vassa kegiatan yang dilakukan setelah pindapata dimana kegiatan dilakukan setiap hari dari kehidupan sprituality yaitu dengan program extra sprituality dari kegiatan dengan berdana bersama dari hasil pindapata dan didanakan kembali kepada parkir miskin,rumah jompo,panti Asuhan ,baik panti Asuhan tuna netral atau panti asuhan tuna rungu dan panti Asuhan yatim piatu dan lain lain dalam program organisasi bakti sosial,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dengan paritta suci yang dibacakan oleh para bhikkhu setiap selesai umat berdana makanan  di berkahi oleh para bhikkhu dan umat pun akan mendapat  kebaikan itu bentuk kelangsungan kehidupan sesamanya dan berbagi berbuat karma baik yang disini parittanya berbunyi:&lt;br /&gt;-yatha varivaha pura&lt;br /&gt;Paripurenti sagaram&lt;br /&gt;Evameva ito dinnam &lt;br /&gt;Petanam upakappati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Icchitam patthitam tumham&lt;br /&gt;Khippameva samijjhatu&lt;br /&gt;Sabbe purentu sankappa&lt;br /&gt;Cando pannaraso yatha mani jotiraso yatha&lt;br /&gt;Sabbitiyo vivajjantu &lt;br /&gt;Sabbarogo vinassatu&lt;br /&gt;Ma te bhavatvantarayo&lt;br /&gt;Sukhi dighayuko bhava&lt;br /&gt;Abhivadanasilissa&lt;br /&gt;Niccam vuddhapacayino&lt;br /&gt;Cattaro dhamma vaddhanti&lt;br /&gt;Ayu vanno sukham balam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhavatu sabbamangalam&lt;br /&gt;Rakkhantu sabbadevata&lt;br /&gt;Sabbabuddhanubhavena&lt;br /&gt;Sada sotthi bhavantu te&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhavatu sabbamangalam&lt;br /&gt;Rakkhantu sabbadevata&lt;br /&gt;Sabbadhammanubhavena&lt;br /&gt;Sada sotthi bhavantu te&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhavatu sabbamangalam&lt;br /&gt;Rakkhantu sabbadevata&lt;br /&gt;Sabbasanghanubhavena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya disini dengan bahasa Indonesia :&lt;br /&gt;Laksana sungai-sungai yang melimpah airnya memenuhi samudera,demikian pula dengan yang diberikan disini akan memberi manfaat kepada para arwah yang menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang anda harapkan,&lt;br /&gt;Semoga dapat segera terwujud!&lt;br /&gt;Semoga semua cita-citamu akan tercapai,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga terhindar dari semua kemalangan(duka-cita)&lt;br /&gt;Semoga terbebas dari semua penyakit&lt;br /&gt;Semoga terbebas dari semua mara bahaya&lt;br /&gt;Semoga anda panjang umur dan bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan mendapatkan empat berkah dan kemuliaan,yakni&lt;br /&gt;Umur panjang ,kecantikan,kebahagian dan kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua berkah ada pada anda&lt;br /&gt;Semoga para deva melindungi anda&lt;br /&gt;Dengan kekuatan semua Buddha&lt;br /&gt;Semoga kesejahteraan melimpah pada anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua berkah ada pada anda&lt;br /&gt;Semoga para deva melindungi anda&lt;br /&gt;Dengan kekuatan semua dhamma&lt;br /&gt;Semoga kesejahteraan melimpah pada anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua berkah ada pada anda&lt;br /&gt;Semoga para deva melindungi anda&lt;br /&gt;Dengan kekuatan semua sangha&lt;br /&gt;Semoga kesejahteraa melimpa pada anda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-1137884748888953771?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/1137884748888953771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=1137884748888953771' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/1137884748888953771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/1137884748888953771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/dari-perkembangan-ajaran-sang-buddha.html' title='Dari Perkembangan ajaran Sang Buddha'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-3404310985953723548</id><published>2009-07-17T00:48:00.001-07:00</published><updated>2009-07-17T00:50:39.603-07:00</updated><title type='text'>Pelatihan dan latihan</title><content type='html'>(DUA)&lt;br /&gt;Pelatihan dan latihan&lt;br /&gt;dapat kita ikuti dimana ada pelaksanan suatu program Meditasi yang berjalan seperti pelaksanan Meditasi Athangga sila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu bersamaan dari bulan dan hari masa vassa sangat baik untuk satu hari yang tentunya pelaksanaanya berawal dari cetiya Mahasampatti,kemudian dilaksanakan dengan dari awal yaitu berdana makanan di waktu pagi hari dimana sewaktu para bhikkhu lagi melaksanakan sprituality Pindapata yang kegiatannya sehari-hari seorang bhikkhu dari kewajibannya, di sini umat dapat berkesempatan untuk berbuat baik untuk berdana makanan ,Setelah itu hari yang bersama dapat  memohon sila kepada para bhikkhu yang ada sehingga pelaksanaanya dilaksanakan dengan sempurna dan selanjutnya kotbha Dhamma sampai melaksanakan awal dari Meditasi /Samadi yang di programkan dan petunjuk-petunjuk awal dari suatu Meditasi dan dilaksanakan dengan baik sampai selesai kelanjutanya  sehingga istirahat untuk para bhikkhu untuk melaksanakan Meditasi Rileksasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paska selama latihan dan pelatihan dalam  ke bhikkhuan dapat dijumpai dan dipelajari dari vinaya yaitu peraturan –peraturan yang tentunya vinaya itu,sehingga sejak itu dapat diperajari banyak Sprituality didalam agama buddha baik didalam kehidupan baik diluar kehidupan seorang manusia hidup di dunia ini, akan tetapi (science) ilmu pengetahuan yang dapat kita ketemukan seperti ilmu pengetahuan (science) dari sprituality dari Buddha,  yang tentunya dari Dhamma itu dalam rangkaian kehidupan demi kehidupan yang dijalankan tentunya kehidupan sprituality kehidupan sehari-hari dari kehidupan rangkaian masyarakat hidup di dunia dan alam universal itu.&lt;br /&gt;Yang tentang masalah untuk berbuat baik sampai sutra-sutra kotbha atau Dhamma yang sampai ke Tripitaka yang dasar dari ilmu dalam Agama Buddha yang terdiri dari Vinaya pitaka,Abhidamma pitaka,Suttanikaya pitaka dan tentang kotbha sang Buddha yang terbentuk jetaka sutta cerita kehidupan riwayat sang Buddha sampai riwayat hidup para Bhikkhu semasa sang Buddha masih hidup 2552 tahun yang lalu itu.kemudian vinaya pitaka biasanya di pakai untuk pembacaan hari Ophosatta dimana hari untuk para Bhikkhu untuk melaksanakan cara gocara dalam pelaksanaan acara pembacaan dari vinaya peraturan dari para Bhikkhu yang disebut dengan pembacaan Phattimoka antara penaggalan bulan tanggal 1 sampai tanggal 15 setiap bulan,bisanya pelaksanaanya di Ophosattagara kalau di Negara Thailand Ophosattagara sangat banyak ditemukan di Negara Thailand  yang sangat besar-besar dengan gedung yang dilengkapi dengan disain tradisi Therawadha Thailand yang ada dua aliran yaitu aliran Therawadha Dhammayut dan aliran Mahanikayi yang tentu disainnya hampir sama tapi berbeda,cuman gedungnya sangat besar-besar untuk menampung para Bhikkhu baik yang ada di hutan baik ada yang di kota sehingga kalau dilihat setiap tample atau vihara pasti ada dijumpai satu Oposattagara baik yang dihutan baik yang di kota yang tentunnya kalau di Negara Indonesia untuk menjumpai satu gedung Oposattagara itu mungkin dapat dihitung dengan jari tangan itu pun dari aliran Shanga Therawadha Indonesia mungkin Shanga Agung Indonesia sudah ada Oposattagara yang tersebar di selulu Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerbang untuk melaksanakan setelah vinaya pitaka yang tentunya dari Phattimoka peraturan para Bhikkhu yang dibaca oleh bhikkhu yang bisa Phattimoka ,selanjutnya yaitu pelaksanaan dari seorang Bhikkhu untuk memasuki dan mempelajari Abidhamma pitaka yang tentunya tentang khotba Shang Buddha dan khotba pra Guru besar seperti dari Somthet shanga raja,somthet sampai Sembilan,nafdham,naftri,Pali Sembilan,chou kun yang disini long po ,sampai prakkhu yang disini Achan dan  prak/ bhikkhu long pi sampai samanera,disini khotba dhamma di laksanakan setiap hari dimana dalam acara gocara dari Sprituality dari tradisoanal Therawadha.&lt;br /&gt;Kemudian para Bhikkhu baik yang vassanya dibawah Achan yahh…………? Mendengarkan khotba atau cerita Dhamma dari para guru long po tentunya bersama dengan umat yang ada didalam tample atau vihara itu,sehingga Abidhamma dapat dipraktekan didalam kehidupan sehari-hari yang tentunya Abidhamma diwaktu chen thing pagi hari dan chen thing malam hari khotba dhamma dapat dilaksanakan pada waktu itu, sampai dengan waktu makan pagi setelah pindapata acara makan bersama yang tentunya bersama umat yang hadir untuk berbuat baik untuk berdana makanan ke tample atau vihara atau undangan makan diluar dari umat sampai upacara, acara_gocara dari orang berkabung atau orang mati untuk kremasi,sampai acara didalam pelaksanaan chen thing malam hari untuk para Bhikkhu yang tentunya murid-murid dari long po. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kalau pelaksananya dari Suttanikaya pitaka yang disini tentunya dipakai untuk pelaksanaan dari acara_gocara dari Sprituality untuk menbaca parita suci, Nah…..? Suttanikaya pitaka ini adalah sutta-sutta dari parita suci yang dibaca setiap hari oleh para bhikkhu dan umat yang tentunya sudah tersedia dimana dari umat yang beragama buddha. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai pelaksana dari Meditasi yang kewajiban dari seorang Bhikkhu yang harus dijalankan, Disini para bhikkhu dapat melaksanakan meditasi tentunya di dalam tample atau vihara dimana para bhikkhu melaksanakan meditasi baik dalam kuti atau didalam hutan,kalau dinegara Thailand bhikkhu banyak yang dilihat dan di dengar yang tentunya tentang bhikkhu wak thu dong yang sini diartikan dengan bhikkhu yang bermeditasi didalam hutan dan kemudian berpidah-pindah atau ada yang menetap didalam hutan tertentu atau didalam hutan dan (guo) didalam hutan tertentu,sehingga sampai dijumpainya dengan tample atau vihara baru berasal dari dalam hutan maka di Negara Thailand terkenal dengan vihara hutan atau (Tample jungle) yang setiap  hutan dapat dijumpai dengan adanya vihara hutan baik yang besar atau baik yang kecil, karena di Thailand prak/ Bhikkhu sangat banyak dan lokasi daerah atau tanah hutan sangat banyak dan luas terbentang  yang tentunya penduduk di sana terbagi rata sampai didalam hutan,Sampai dari latihan untuk memasuki massa vassa kalau di Thailand untuk melaksanakan acara spritualitiy didalam acara memasuki acara vassa yang dihadiri oleh para Bhikkhu yang ada pada waktu itu,seperti halnya kalau di Thailand tentunya seorang Bhikkhu melaksanakan Pradhaksina&lt;br /&gt;Atau nisaya untuk pemohonan dan pelidungan oleh para guru disini long po atau achan selama masa vassa di suatu tempat dan beraditana untuk melaksanakan masa vassa selama tiga bulan dimana massa penghujan untuk menetap disuatu vihara atau didalam hutan yang tentunya sini vihara hutan,Namun berdiam didalam hutan atau vihara selama tiga bulan dan mengikuti sprituality chen thing dan Meditasi,seperti halnya pelaksanaan massa vassa yang satu pelaksanaanya seperti di laksanakan divihara hutan yang saya jalankan selama dua tahun dinegara Thailand yang pertama saya jalankan di what tum po di propinsi Buriram dengan long po AD atau long po Avudhapanno, tentunya sehingga ke vihara hutan di tempat prakku dari Jerman dengan long po yang berbeda yang nama long ponya (long Po Sam wan) yang saya laksanakan massa vassa saya yang kedua (2) disana selama tiga bulan sehingga selesai dan memasuki masa khatina selama sebulan,kemudian pelaksanaan sprituality sampai ke chiang Mai propinsi selama seminggu sampai kembali ke What tum PO Tample dimana guru saya yang di Thailand.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-3404310985953723548?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/3404310985953723548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=3404310985953723548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/3404310985953723548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/3404310985953723548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2009/07/pelatihan-dan-latihan.html' title='Pelatihan dan latihan'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-4719926398773648899</id><published>2008-11-16T05:52:00.000-08:00</published><updated>2009-07-17T00:46:34.775-07:00</updated><title type='text'>Buku 1</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCANDAS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCANDAS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCANDAS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="Hyperlink"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Elephant; 	panose-1:2 2 9 4 9 5 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"Viner Hand ITC"; 	panose-1:3 7 5 2 3 5 2 2 2 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-unhide:no; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menjelang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Memasuki Masa Vassa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(Masa Penghujan)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Melaksanakan Hari Ashada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perdana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(Pengalaman Sprituality Sehari-hari)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Viner Hand ITC&amp;quot;;"&gt;Bhikkhu candasilo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Edisi 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pengarang &amp;amp; Editor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tjung teck S.1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium medium 1pt; padding: 0in 0in 1pt;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bhikkhu : &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;http://www.&lt;a href="mailto:candasilo@yahoo.com"&gt;candasilo@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Medan, 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCANDAS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCANDAS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCANDAS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" Name="Hyperlink"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Elephant; 	panose-1:2 2 9 4 9 5 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"Bookman Old Style"; 	panose-1:2 5 6 4 5 5 5 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-unhide:no; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;Kata Pengantar &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Elephant&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;---------------------------------------------------------------------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Namo Buddhaya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Terpujilah Yang Mahamulia, Sang Arahat, yang Mencapai Pencerahan dengan kemampuan sendiri”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Para pembaca yang budiman, ketika (pengalaman &lt;i style=""&gt;sprituality &lt;/i&gt;sehari-hari) tercipta dalam karangan, banyak pengalaman (perjalanan &lt;i style=""&gt;sprituality&lt;/i&gt;) dapat diceritakan dengan seksama diwaktu mendapat undangan aktifitas &lt;i style=""&gt;sprituality, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;yang merupakan tradisi masyarakat buddhis yang mana berakar dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga membawa pembacanya ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wawasan yang lebih luas. Saya berusaha sebaik mungkin dengan tekun menyajikan sebuah karangan yang mudah-mudahan adalah yang terbaik dan bermanfaat bagi banyak orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Setelah terciptanya karangan “Menjelang memasuki masa vassa di masa penghujan dan melaksanakan hari Ashada”&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;edisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertama ini terbit dan beredar,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang sesungguhnya sangat terbatas jumlahnya, yang mana tidak menutup kemungkinan juga terdapat hal teknis mengenai tulisan dan bahasanya yang kurang tepat sebagai ciptaan dan karangan dari penyaji sendiri, maka dengan kerendahan hati penyaji menerima segala kritikan yang dapat membangun sajian ini semakin baik. Untuk itu para pembaca dapat menghubungi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Y.M. Bhikkhu Candasilo dengan E_mail: &lt;a href="mailto:http//www.candasilo@yahoo.com"&gt;http//www.candasilo@yahoo.com&lt;/a&gt;. Agar bila terdapat kesalahan, atau adanya pendapat lain dan koreksi pembaca, akan saya teliti kembali, kemudian diterbitkan edisi kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Semoga Edisi pertama ini bermaafaat bagi umat Buddha, dan kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sadhu ! Sadhu !&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sadhu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Medan,13 September 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mettacittena,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Penyaji&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-4719926398773648899?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/4719926398773648899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=4719926398773648899' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/4719926398773648899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/4719926398773648899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2008/11/buku-1.html' title='Buku 1'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-4359737765314004285</id><published>2008-10-04T04:00:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T00:43:14.270-07:00</updated><title type='text'>Menjelang memasuki masa vassa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SOdM_PsCSSI/AAAAAAAAAEA/gAwX4iAhtsk/s1600-h/wallpaperborobudur.jpg"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCANDAS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCANDAS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCANDAS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Century; 	panose-1:2 4 6 4 5 5 5 2 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Broadway; 	panose-1:4 4 9 5 8 11 2 2 5 2; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:decorative; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"Engravers MT"; 	panose-1:2 9 7 7 8 5 5 2 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"Century Schoolbook"; 	panose-1:2 4 6 4 5 5 5 2 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Broadway;"&gt;(SATU)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Engravers MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menjelang memasuki masa vassa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;di masa penghujan dan melaksanakan hari Ashada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di Yayasan vihara Mahasampatti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Cerita Riwayat hidup masa kecil &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Puji syukur kita panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa dan Ti-Ratana bahwa kita diberi kesempatan untuk menggabdi,menyebaluaskan Ajaran sang Buddha melalui cerita Dhamma yang bermanfaat.Tekat yang pertama dimana saya berjanji kepada diri saya sendiri dan beraditana bahwa saya akan melanjutkan sekolah saya baik dimana saya berada baik sekolah formal atau sekolah nonformal baik di mana saya mengalami kesulitan saya selalu berusaha bangkit kembali dan tetap sekolah dan sekolah sampai hayat ku baik umur ku mengalami ketuan dan tetap sekolah dan belajar karena saya sudah berjanji kepada Tuhan Yang Maha Esa dan teman semasa saya kecil dari kawan Ninongnya dan pak Sawat (Ir.)Insinyur yang pakaian dari pakaian tentara jaman dahulu TRD dengan sebungkus rokok yang terbuat dari rumput lalang kuning yang diisi dengan gulungan tembakau ,semenjak waktu saya kecil saya sudah berjanji dan bertekat untuk sekolah yang tinggi dan sekolah baik kesulitan apa yang terjadi pada diriku saya harus tetap sekolah.baik kesulitan ekonomi, baik kesulitan orang yang membenci,baik kesulitan orang yang sirik/irihati membuat seolah-olah saya jadi sulit,baik dendam dari teman-teman saya semasa saya kecil saya tetap sekolah dan sekolah yang telah perna berjanji kepada teman-teman saya sejak kecil yang terutama pak sawat yang perna berpesan dan berbisik kepada saya sekolah yang tinggi-tinggi sampai jadi (dr.)&lt;i style=""&gt;dokter&lt;/i&gt; karena saya dulu Insinyur kata pak sawat, kemudian semasa saya kecil saya ditanyak oleh pak sawat kamu nanti kalau besar mau jadi apa saya bilang saya mau jadi (dr.)&lt;i style=""&gt;dokte&lt;/i&gt;r dan (polisi) karena saya berteman dengan kucing-kucing yang diperihara oleh ibu Ninong sangat banyak kemudian kami makan bersama dengan ikan kering yang dicampur dengan nasi, kemudian kucing satu piring saya satu piring jadi saya sudah menjadi keluarga kucing kemudian pak sawat yang tidak perna ketawa terakhir saya bikin dibisa ketawa,kemudian pak sawat merokok satu batang rokok yang digulung dengan rumput lalang yang kuning, sehingga pak sawat berkata bagus anak pintar berjanjilah dan tekun belajar selagi saya hidup, kemudian pak sawat pergi dan bawak karung yang diisi dengan berbagai baju tentaranya yang karungnya dari goni beras kearah sungai, kemudian sampai sekarang saya selalu teringat dikalah saya dalam kesulitan dan baik saya akan melanjutkan sekolah saya yang mungkin dikendalah dana dan kesulitan keadaan saya oleh orang yang membenci saya baik orang yang tidak suka dengan saya tapi saya tetap berjuang sampai apa yang terjadi tetap sekolah baik didalan negeri baik diluar negeri dan sampai saya bertekat dan berjanji kalau saya dihalangi sekolah di dalam negeri saya akan bertekat sekolah diluar negeri baik dengan berbagai cara pokonya tetap sekolah dan dapat gelar baik korban apa yang ku korbankan baik kehidupanku sampai mati aku tetap sekolah dan sekolah begitulah saya berjanji kepada diri ku ini. Jadi beginilah sekilas kehidupan saya semasa kecil yang saya ceritakan dan saya tulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Nah…………….? Kembali didalam kehidupan didalam &lt;i style=""&gt;Sprituality &lt;/i&gt;saya sebagai seorang bhikkhu yang diajarkan oleh sang Buddha untuk berusaha bangkit dan berjuanglah mencapai kesempurnaan dari ilmu pengetahuan Dasar dari semua ilmu pengetahuaan Dhmma itu, Sehingga sampai saya kenegara Thailand dan sekolah formal dan nonformal di hutan dari Agama Buddha sehingga dan ditakbis jadi seorang bhikkhu yang sah disamping itu saya bertekat kalau saya punya parami saya bisa sampai ke Negara Asia, Eropa tentunya mungkin Amerika atau&lt;br /&gt;Jerman atau Negara cina saya berjanji akan sekolah lagi dan beraditana sekolah ilmu pengetahuan technology barat dan dapat gelar(&lt;i style=""&gt;Doctor&lt;/i&gt;).lagi dan melajutkan sekolah aliran yang saya cita-citakan semenjak saya kecil dan amanat yang saya pegang dan benjanji dari teman saya kecil yaitu pak sawat (Ir.)Insinyur, karena kalau janji kata orang tua itu adalah hutang apalagi pak sawat dulu semenjak saya kecil suka mengatakan sesuatu selalu dengan perkataan &lt;i style=""&gt;keramat&lt;/i&gt;……..?dan saya ucapkan ………&lt;i style=""&gt;.Keramat&lt;/i&gt;………?ayoh……….nak………&lt;i style=""&gt;keramat&lt;/i&gt;……….?yang saya tidak mengerti pada waktu itu kalau pak sawat lagi marah…………..!hal sesuatu selalu diawali dengan kata &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;keramat……….?kaget sedikit …….?piring makan saya yang terbuat dari kaleng pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;waktu itu bersama nasi dan ikan yang dikopek halus-halus itu tercecer sedikit dan kucing yang ada pada waktu itu bermain kian kemari memang pada waktu itu kami keadaan yang sangat sulit sekali yahhh………..dikatakan………….&lt;i style=""&gt;.miskin&lt;/i&gt;……….rumah terbuat dari bambo dan tepas, ijuk sebagai alas gentengnya, kemudian saya ingat sampai sekarang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang tak perna saya lupakan,sehingga sampai saya melanjutkan kehidupan &lt;i style=""&gt;Sprituality&lt;/i&gt; saya yang kujalankan sampai sekarang untuk kehidupan manusia dan akhirat saya sebagai Bhikkhu yang seperti sang Buddha meninggalkan Mahkotanya sebagai seorang pangeran dari raja sakya dari keluarga Gotama yang memiliki segalahnya dari kehidupan yang mewah untuk melati diri dan akhirnya mencapai penerangan sempurna Samasambhodi jadi Buddha, namun saya belajar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang kumiliki sebagai Bhodisatvaya yang setiap manusia mempunyai bhodicitta Satvaya itu. Nah sekarang sudah jadi Polisi Bhodisatvaya…! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sekian beragam pelatihan dan latihan seorang ke bhikkhuan yang saya tekuni dari mulai perjalanan saya dari awal menjadi seorang samanera sampai saya ditakbiskan seorang Bhikkhu yang sah di Negara Thailand yang guru pertama saya Bhante Yang Mulia JinnaDhammo Maha Thera yang sekolah Alam dan perna jadi Dosen Institut ilmu Agama Buddha (SMARATUNGGA) Program S.1 , jawa Tengah Fak.DHAMMA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ACARIYA CABANG-MEDAN dan latihan samanera di kassapa selama satu tahun dan kemudian siap untuk berangkat kenegara Thailand untuk melanjutkan study saya sebagai bhikkhu,Awalnya kami berangkat dengan pesawat Air_Asia yang sampai kenegara Malaysia dan transit kepesawat kedua dengan pesawat yang berbeda dan melanjutkan penerbangan kenegara Thailand, sehingga sampai ke Bangkok dan kami ginap di &lt;i style=""&gt;Wat Bho Wen&lt;/i&gt; cuman bisa tinggal (3)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tiga hari atau seminggu untuk pendatang terutama dari orang Indonesia jadi kami menginap di kuti bhante Won,setelah itu kami melanjutkan perjalan &lt;i style=""&gt;ke Adhuttaya wang noi di Universitas Maha mangkut &lt;/i&gt;dan tinggal disana selama satu 1 minggu lalu melanjutkan perjalan ke &lt;i style=""&gt;Buri ram&lt;/i&gt; propinsi &lt;i style=""&gt;(wat thum po) Tample&lt;/i&gt; dan kami tinggal disana dan ditakbiskan menjadi Bhikkhu dan memasuki masa vassa selama dua tahun disana sampai saya kembali lagi ke Negara saya Indonesia dan melanjutkan &lt;i style=""&gt;Sprituality&lt;/i&gt; dari agama Buddha yang saya tekuni dan memasuki masa vassa saya berikutnya yang berada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di Medan Vassa ke tiga tentunya di Cetiya Mahasampatti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Berhubungan dengan pekembangan kehidupan sering menjumpai masalah yang dari satu masalah kemasalah yang satu sehingga menjalankan kehidupan &lt;i style=""&gt;sprituality &lt;/i&gt;dari Buddha selalu mengikuti tradisi dari vinaya tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menjalankan dengan pelaturan-pelaturan dari vinaya tersebut,tentunya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terutama dari pelaturan yang mengikuti vinaya peraturan dari vassa yang dimana para bhikkhu yang melaksanakan masa vassa mengikuti peraturan dari vinaya,Vassa yang lebih tinggi dan baik lebih tinggi masa vassanya 3 tiga dari senior &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang vassanya lebih tinggi dan kemudian ditunjuk sebagai pembimbing/memimpin semua acara tradisional semua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pelaturan untuk melatih diri dari latihan ke bhikkhuanya dimasa vassa tentunya terutama cheng thing dan Meditasi sampai sehingga memberi dhamma desanang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;atau kotbha dhamma.setelah itu sampai selama tiga bulan, yang senior membimbing yang junior. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hubungan &lt;i style=""&gt;sprituality&lt;/i&gt; dengan Meditasi dan science ilmu pengetahuan &lt;i style=""&gt;Phisikology&lt;/i&gt; tentang perubahan pikiran-pikiran yang sering terjadi dimana setiap pikiran yang muncul baik satu negative dan satu positive dapat mempengarui oleh mental dan emosional dan jiwa, Sehingga dapat dilihat dari semua permasalahan yang timbul dimana lingkungan dimana hidup itu tentunya berbeda dari peradapan seseorang atau makhluk hidup dimana dia berada dengan satu putaran pikiran dalam hitungan detik antara satu negative dan satu positive dari akan berubah terus menerus sampai muncul pikiran baru yang berubah-ubah terus dan menerus tentunya keseimbangan hal yang lebih penting, itulah yang disebut dengan &lt;i style=""&gt;phisicology&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;religion of source&lt;/i&gt; dengan digabung dengan rangkaian &lt;i style=""&gt;sprituality &lt;/i&gt;yang tentunya yang positive berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan yang negative berhubungan dengan alam bertua dan kepercayaan tentang alam renda dan Aninisme yang salah satunya dengan kepercayan tentang adanya hubungan dengan fonomena dengan alam gaib dan alam metafisika yang semua &lt;i style=""&gt;energy&lt;/i&gt; dapat berhubungan dengan adanya satu gerakan kehidupan setelah kehidupan manusia berbentuk ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Berawal dari kita sendiri yang mengatur hidup kita kearah mana tujuan yang kita inginkan dari semua permasalahan yang kita inginkan baik atau buruk sampai dengan menciptakan permasalahan yang muncul dari diri kita sendiri atau dari diluar diri kita sendiri itu sering terjadi disetiap kehidupan manusia, yang hidup berdampingan dengan sesama manusia lainnya yang saling mempertahankan kehidupan demi kehidupan, seperti kehidupan yang di Indonesia karena saya orang Indonesia jadi masalah yang diceritakan tentang kehidupan yang tentunya berada di Negara saya sendiri yang begitu banyak kehidupan dari kehidupan manusia yang saling berhubungan dan beradaptasi ,Apalagi kepercayan Negara Indonesia ada lima (5)yang dianut oleh rakyat Republik Indonesia, yaitu agama Islam,agamaKristen katolik,agama Kristen protestan,agama Buddha,dan Hindu berserta dengan kepercayaan lainya yang ada di Indonesia ini,sehingga sampai dengan hubungan interaksi secara menual dan outometic hidup berdampingan sesamanya di dalam kehidupan kita sehari-hari yang tentunya diatur oleh kepermeritahan oleh seorang mentri agama dan rangkaiannya sampai kepelosok tanah air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Phisikology&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; yang timbul dari kehidupan manusia setiap hari baik dari masyarakat perorangan , masyarakat berkeluarga,masyarakat suku dan bangsa,masyarakat kelompok,masyarakat organisasi,masyarakat sampai kepermeritahan. &lt;i style=""&gt;Phisikology &lt;/i&gt;yang berawal dari perorangan itu tak terhitung banyaknya setiap perorangan hidup didunia ini dengan beragam permasalah yang timbul setiap hari,Di sini saya menceritakan tentang &lt;i style=""&gt;phisikology&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kehidupan menjalankan kehidupan &lt;i style=""&gt;Sprituality &lt;/i&gt;itu dulu, karena manusia hidup tidak sendiri dan mendapatkan informasi dari semua masalah yang tentunya dibantu oleh istansi-istansi- tertentu dari informasi tersebut salah satunya informasi dari media cetak dan media elektronik kalau lebih baik lagi ke instansi kepemeritahan kepolisian ,rumah sakit,sampai ke kekepalah desa ,itu lebih komplit untuk mendapatkan bahan masalah &lt;i style=""&gt;phisikology&lt;/i&gt; kalau mau data-data kehidupan manusia di dalam kehidupan &lt;i style=""&gt;phisikology&lt;/i&gt; dapat dibaca dan dipelajari gejolak kehidupan manusia di sekitarnya, tentunya saya kutip sebagian kehidupan berasal dari kehidupan sehari-hari setiap manusia berbeda-beda dan tidak sama karena lingkungan manusia hidup tidak sama dan cerita &lt;i style=""&gt;phisikology&lt;/i&gt; setiap manusia pasti sudah berbedah-bedah.kalau saya mau ambil semua cerita&lt;i style=""&gt; phisikology&lt;/i&gt; semua istansi saya dapat buku setiap hari itu sudah pasti ada. Kemudian dari semua sisi kehidupan manusia ada yang pelaksanaannya berawal dari kehidupannya pribadi yang kemudian timbul &lt;i style=""&gt;phisikology&lt;/i&gt; kehidupannya sehari-hari yang tercatat sebagai awal dari ilmu&lt;i style=""&gt; phisikoloy &lt;/i&gt;yang ada di dunia &lt;i style=""&gt;phisikology of human&lt;/i&gt; ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kembali dari ke &lt;i style=""&gt;Sprituality&lt;/i&gt; dari Buddha yang di jalankan dari setiap perjalanan &lt;i style=""&gt;sprituality&lt;/i&gt; maka kebahagian dari ilmu &lt;i style=""&gt;phisikology&lt;/i&gt; dapat dijumpai dari kehidupan sehari-hari dimana kehidupan lingkungan &lt;i style=""&gt;phisikology &lt;/i&gt;setiap manusia dapat kita catat simpan jadi bahan cerita dan jadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;buku, ini tentunyan tidak luput dari dukungan lingkungan yang dihadapi setiap hari dimana berada,ada satu hal yang perlu dilihat dari dalam dan keluar itu adalah suatu ilmu pengetahuan yang di peroleh dan dicatat dikehidupan sekarang sampai kehidupan berikunya ,itu tidak luput dari tanggu jawab kita niat berbuat baik .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seperti menjalankan suatu sprituality dari Buddha adalah perjalanan kita berawal dari memberi kesempatan untuk kita untuk melatih diri dari yang kita pelajari setiap hari, yang tentunya beawal dari diri kita sendiri sehingga dapat mempelajarinya dengan muda disamping itu menambah ilmu pengetahuan yang ada sampai terciptanya suatu ilmu pengetahuan yang baru, seperti pelaksanaan Meditasi yang intruksikan cara baik untuk melaksanakan Meditasi dari dasar ilmu pengetahuan tentang Meditasi yang akhirnya dapat dipraktekan dalam kehidupan kita sehari-hari ini sangat berguna untuk kehidupan kita di mana kita berada untuk melatihnya setiap hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Century Schoolbook&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Broadway;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-4359737765314004285?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/4359737765314004285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=4359737765314004285' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/4359737765314004285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/4359737765314004285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2008/10/blog-post.html' title='Menjelang memasuki masa vassa'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-1050811867497902779</id><published>2008-08-19T10:22:00.000-07:00</published><updated>2008-09-25T03:51:31.475-07:00</updated><title type='text'>The life of us Buddha within Sprituality Cheng thing some to the Meditation life to nice</title><content type='html'>By. Ven Candasilo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From : Tjung teck &lt;br /&gt;By.ven candasilo@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The life within to study the Buddha life here and after since to looking here to human life within society,the problem life here human not will some so good famili life.some tame to see human life within spirituality of the consultation, talk show after Cheng thing to spirituality the Buddha any way is problem not some this one problem human life some to human life,bat I will see here and there need life to science claster human life within question,answer and consultation some to talk show some to human problem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hight the life here to human some to looking setting problem life alone,bat will it over the way and see again what problem come here some to introfection the life after since the problem life negative and positive come here let”s is way it to see and study or service show room to problem no’t nice and nice,shold bat it go back to life alone to introfection some to human life within the life here society and brought to science  basic for human life some looking here help him self and help human life alone after help together some to friend and human life sociality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justice to human life some to help human life within human life is competation problem human some to human life,bat will it not save to problem within hin self after open eye to see alone location do you life within society,after since go back to help some to spirituality to the Buddha and change to talk show science darmma within organication shanga some together to help at human life problem spirituality life here and at to society sociality help human old folks,hause deaf people,human sick not money ,blood donor,after another some help together.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insert go back to see the job within the way spirituality religion Cheng thing to help some to people, definite have to visualition science phisicology to human life within the society some to read the book Cheng thing spirituality of the paritta pure,bat will it go back to see and consultation after file claster talk show to opening science problem darmma human life,some to looking here my job to prak Bhikkhu to every day to my location stay wihin cetiya at Vihara period vassa three mooth or spirituality of the Buddha .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The life spirituality of the Buddha I’am mast talking my life spirituality of the Buddha system and my job system within spirituality avery day,my life the spirituality of the Buddha I’am very lake that so nice the way within my life some to job help my life and then science help human some together.the mooning day I’am walk up avery day to 04’00 o’clock mooning day after to walk up strat bigan to going now to within sala cetiya or vihara to is read and Cheng thing paritta pure after since to Meditation some to my spirituality of the religion to the Buddha.bat will it definite don’t forget to walk up strat bigan to going now or Pindapatta to play hide eat mooning day,after finis to Pindapatta some togethere spirituality eat mooning day some to people be present some one tame that.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aften my job spirituality of the Buddha finis going now pindapatta some together within cetiya Mahasampatti and vihara to stay yield pindapatta,after since devide change yield Pindapatta or to help human life within sociality human life old folk,human life house deaf people,human sick no’t money,after blood donor and another some to help human together within society acting nice inflant fruit karmma  nice help some human within life here after to as than science fruit karmma nice life to human life within society some friend’s together.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-1050811867497902779?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/1050811867497902779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=1050811867497902779' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/1050811867497902779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/1050811867497902779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2008/08/life-of-us-buddha-within-sprituality.html' title='The life of us Buddha within Sprituality Cheng thing some to the Meditation life to nice'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1183567646580373966.post-3896214541527675472</id><published>2008-07-28T03:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T00:36:34.848-07:00</updated><title type='text'>DAN ESOK HARI YANG CERAH DIMANA PELAKSANAN SPRITUALITY  DARI BUDDHA MEDITASI DAPAT RANGKAIAN ILMU PENGETAHUAN SECARA UNIVERSAL DI DUNIA INI</title><content type='html'>Semenjak pelaksanan spirituality dari religion dari Buddha dapat melihat pagi hari menjelang musim hujan yang dikalah pelaksanan spirituality dapat berjalan dengan baik setelah selasai melaksankan spirituality cheng thing di pagi hari bersama setelah itu melaksanakan spirituality meditasi yang semenjak dahuluh sampai sekarang perkembangan ajaran shang Buddha yang diajarkan kepada kita dapat kita praktekan dikehidupan kita sehari_hari dimana alam semesta ini secara tidak langsung bersahabat dengan kita dikalah kalau kita melihat system kakulasi disetiap kehidupan secara alamia bumi alam semesta ini menurut ilmu fisika ,menurut ilmu biology,menurut ilmu astrology,menurut ilmu giografik,menurut ilmu metafisika,menurut ilmu akiology perbukaran,menurut ilmu pisikology,menurut sociology,menurut astrology sampai menurut ilmu antariksalogy .Secara ringkas saya utarahkan bahwa catatan kehidupan saya sedikit saya anak kedua dari keluargga saya yang dari enam bersaudara saya dilahirkan dikeluarga yang sederhana yang pada tanggal lahir saya jatuh pada tanggal 13 mei 1969 yang jatuh pada bulan suroh dari penaggal jawa maka saya dijuluki sebagai anak suroh dari keluargga saya yang semasa kecil saya pada waktu itu dikampung saya bertetangga pak/wak Ninongdengan pemaian gemelan jawa dari wayang kulit sampai wayang orang saya yang diingat semasa kecil saya ada seorang sawat yang pastinggal bersaman tetangga dengan saya yang semasa itu saya setelah dilahirkan saya banyak mengikuti tradisi dari jawa sehingga agama islam yang dulunya berkembang saat itu sedikitnya dapat saya pelajari tetapi waktu itu saya sangat kecil dan semasa Sawat masih hidup saya lahir dan dibuat acara tradisonal jawa yang dengan sukuran anak yang baru dilahirkan harus di masukan kedalam keranjang ayam pejantan nah kemudian di undang tetangga, ada untuk menghadirinya dengan mengundang anak-sebayah dari tetangga sehingga menggadakan bancaan dengan makan kue,urap sayaur dan bubur cenel ,semasa Sawat hidup yang dikatakan sebagai tetangga saya dan kami hidup bersama pada waktu itu saya sudah sering melihat alam gaib yang pada waktu itu umur saya yang lelatip kecil saya sudah bisa melihat alam gaib yang mengikuti diri ku sejak lahir salah satunya pada menjelang malam juma’t diwaktu magrip jam 6 enam sore saya bisa melihat bermacam- macam alam gaib bertua yang salah satunya (keris terbang) yang berbentuk cahaya keci terbang yang sampai kalau terbang lagi bermain-main kadang- kadang kalau berbenturan cahayanya akan megeluarkan cahaya yang biru dan seperti cahaya kembang api dan ditepih sungai kalau saya bermaian dan mandi sungai saya beryut saya kalau berhenti diantara bamboo=bamboo saya bisa melihat keris tetapi ujut aslinya adalah ular sungai yang lagi tidur dan semedih tetapi waktu saya kecil dekat dengan antara satu meter dan setenga meter saya maian –main disana tidak apa hiiii…………..?mungkin teman kalau bermain disungai sampai larut malam main alip batu bata yang dijatuka kalau penjaganya lagi mencari temananya yang lagi mempet yang hitungannya dari batu bata yang dijatukan itu seperti ini hitunganya (to,wa,ga,pat,ma,nam,jum,pan,nan,lo) sampai mumpet dan batu bata itu disusun keatas ,kemudian mumpet ketempat dibawah sungai, dibawah pohon bamboo yang kadang-kadang sampai terhinjak ular yang tadinya saya kita thik dan lem bek loh………?saya lihat ular kemudian waktu itu menjelang malam hari terakhir saya terkejut dan loncat seketika dan menghindarinya looh………..?saya kira thik orang yang buang hajat kemudian saya ucap dalam hati saya oh………..?ular maaf yah tidak sengaja langsung saya pergi tetapi tidak apa-apa kemudian sampai mempet dibawah meja kelenteng yang pada waktu itu kelentengnya kecil yang ada bersama disana dan mempet dibawah meja tangki itu kemudian saya keluar dan pulang tidur dan tidak apa,dan Sawat yang pada waktu itu suka bermain-main dengan saya sewaktu saya kecil,sehingga badan yang bauk itu saya bermain-main dan jadi kawan,sehingga setiap malam tidak bisa tidur Karen teman-teman yang main gemelan itu pada datang untuk bermain wayang.kemudian waktu saya lahir saya dan kemudian dari setiap tetangga ada pula tetangga yang disebelah saya ada kelenteng kecil dari agama Buddha dengan aliran tradisi dari cina yaitu pekong kecil yang katanya bisa keserupan dengan hut taou, pada waktu kecil saya tidak begitu suka dengan ilmu kudah kepang itu karena sangat berbahaya dan ilmu potong lidah itu karena waktu saya kecil ada tetangga yang bisu dan tuli sehingga mata satu dan kuping satu yang bisa menculek anak-anak kemudian yang saya inggat pada waktu itu Sawat menggatakan dari kuping saya mengatakan suara kecil jangan ikuti atau pakai ilmu seperti kesurupan itu sekolah yang tinggi sampai kamu jadi orang yang berguna untuk Bangsa, Pancasila dan Republik ini dan sekolah terus-dan sekolah baik kamu lagi susah atau mengalami kemiskinan yang seperti Sawat ini saya jawab yah……..Wak……?Sawat saya ingat kata-kata Sawat kemudian saya tanyak wak…?apa itu Republik dan Pancasila yah…….?seperti kamu yang dimasukan kekandang ayam untak acara sukuran yang disini Garuda atau burung yang terbang dilangit yang berputar-putar sewaktu kamu mau dilahirkan ohhh………..?Elang yah wak ………?iyah………!nantik kamu dewasa akan tahu warisan keramat ini seperti keris keramat itu …….?itu siapa nio…..nang……ning…. nong lalu Sawat diam =-diam menggendong saya sekejap diatas bok depan rumah dan kemudian saya pergi bermain-main setelah bermain lilin didekat teras itu.kemudian saya sampai sekarang tidak suka dengan ilmu kesurupan dan potong lida itu karena tidak ada gunany bisa mencelakan diri sendiri sangat berbahaya jadi saya jadi takut sampai sekarang saya tidak suka ilmu itu,tetapi tentunya untuk pelindungan dari ilmu itu pasti ada untuk hal yang timbul dari penyerangan orang yang penu kebencian,irihati,dendam,dosa,tan ha,mencuri rasa benci,mencuri rasa irihati dan lain-lain dari ilmu tersebut .Semogga Tuhan selaluh melidungi aku dan Shang Trilatna pun melindungi aku ini sebagai manusia itu ajah, banyak melihat permaian alam gaib yang berasal dari jawa yang salah satunya perkembangan manusia tentunya sampai sekarang berkembang begitu pesat sampai tecknology dapat mendahului kita dimana perjuangan hidup kita lagi berlangsung dan bersaing dengan kehidupan kita yang lain terus berkembang&lt;br /&gt;sampai saat ini tentunya dari kita yang mencari dan belajar dan belajar lagi untuk kita.didalam rangkaian metode system yang berkembang disaat ini yaitu pelaksanan Sprituality dari Meditasi ,yah……….. memang begitu banyak masyarakat kita untuk mencari spirituality yang tentunya memilih berbagi agama yang ada di Indonesia ini tentunya : misalkan bagian yang satu mencari Meditasi, bhrammaisme,yoga, thai chi master,chi khong,kung fu solimse,Se tangki pekong yang katanya bisa mengobati orang sakit,minta rejeki,jodo,masalah rumah tangga sampai urusan orang yang tergangu jiwanya dan orang yang kemasukan roh jahat atau orang yang kemasukan setan dan sampai mengobati berbagai masalah penyakit sampai penyakit rematik,pegalinug,patah tulang,kanker,tumor,penyakit ayan,kencing manis,darah tinggi,dan sampai masalah bagian wanita telat bulan,hait tidak teratur,usaha yang kurang maju sampai ,pecerain suami istri dan ketidak akuran didalam keluarga,anak yang sulit menangkap soal disekolah,sampai anak yang malas untuk sekolah dan berkerja,suami yang selingku atau istri yang selingku,sampai anak yang pergi tak pulang-pulang lagi,sehingga saya melihat lagi tentang seni belah diri dari pencak silat,seni belah diri kung fu sampai seni belah diri dari karate,the kuan do,jodo,hu shu,hu jhit shu,dan lain-lainnya sampai terciptanya berbagai seni belah diri yang baru menurut jaman yang berkembang disaat ini.jadi seni belah diri tenaga dalam seperti jaman dahuluh dari nenek moyang kita sudah berkembang dari Negara kita ini yang pada awalnya dari kerajan Mojopahit dan kerajan Sriwijaya dan sampai masuknya agama islam dan Kristen yang berkembang ditanah air ini yang tentunya Indonesia.jadi kalau kita melihat perkembangan sampai tenaga dalam aliran satria nusantara,tenaga dalam aliran kalimasdha,tenaga dalam aliran merpati putih,dan lain-lainnya yang ada di kehidupan kita sekarang ini.yang tidak kalanya dari ilmu-ilmu lainya yang memakai berbagai metode-metode yang berkembang saat ini yah…….tentunya dengan berbagi seni jurus yang berbeda tetapi intinya sama yang memakai metode seni gerakan mengesek sesuatu yang external dan internal untuk mengembangkan energy yang ada pada diri manusia itu, Yang pada awalnya energy yang ada pada manusia tersebut dikembangkan dari pada sebelumnya untuk anti body artinya untuk pertahan diri dari panas dan dingin dari suhu tubuh seseorang kemudian yang diolah dari inti energy yang tersimpan didalam tubuh manusia terutama yang tersimpan di dalam perut tiga jari dari pusar perut yang kemudian terpancar energy aura yang setiap manusia dapat memilikinya nah……….! ini kemudian diolah setiap melaksanakan jurus seni belah diri tenaga dalam yang biasanya digesekkan ketampat-tempat yang ada diluar tubuh kita yaitu aura tubuh manusia yang terdepan yang di gesekan sampai keinti aura yang melapisih tubuh manusia itu, dan kemudian sampai mengesekan posisi cakra yang ada disekitar tubuh kita dan katanya itu biasa menbuka dasar-dasar cakra yang belum diaktifkan seperti kalau kita ingin nenyalakan lampu di ruangan tentunya harus menbuka stut atau suet on dan suet off nah begitu juga tubuh manusia dari rangkaian cakra yang ada.kemudian ada yang bisa dipergunakan melalui teknik meditasi,yoga,bertapa,berpuasa,sampai yang mengunakan mantra-mantra atau Parita suci yang di agama Buddha dan agama hindu dengan pertapaan yang exstrim bertapa berat tertentu untuk membuka aura cakra kalau diagama islam yang dikenal dengan berjikir kemudian diagama Kristen doa-doa tertentu dan lain-lainnya . balangkali kita bisa meperolehnya dari pengalam yang didapat setiap hari yang tentunya kehidupan diman lingkungan kita hidup seperti pengalam yang berada dimedia cetak maupun media elektronika dapat satu hikma untuk mendapat ilmu pengetahuan seperti :media cetak dan siaran terevisi yang menayangkan tentang cerita pemburuh hantu,persugian dari alam gaip,jin,kodam,malekat,sampai pemeriharan salah satunya tuyul,dan lain-lain sampai santet yang dipergunakan untuk dikirim yang katanya melalui api cahaya yang disertai dengan roh atau setan jahat untuk menperoleh hal yang diinginkan yang katanya lagi penyeranganya dimalam hari dan dengan bentuk bunyian lentumman mercon biasanya masuk diatas genteng,jendelah,pintu,dan dimana ada ronga selah-selah rumah sampai limu kebal,susuk,tahan api,disiram minyak yang mendidih,melewati baranya api arang,tusuk lidah,tusuk pipi,tusuk paku yang banyak yang tidur dan dibebanni oleh batu yang besar dan kemudian dipalu yang salah satu mungkin akrobatik suatu aliran dan sampai yang kebal pakai tombak yang diletakan kedadah depan kemudian tombak tajam tidak melukai orang yang menpraktekannya sedikit pun tentunya ada lagi dari seni belah diri pencak silat yang sampai menpergunakan golok senjata tajam yang satu helai rambut di letakan keatas laluh dijatukan mengenai golok senjata tajam rambut tersebut terputus sedangkan katanya orang yang mendapat ilmu tingkat tertentu mungkin dari tenaga dalam alami yang dikelolah sekian lama mungkin tertentu tidak tauh apa caranya ayah……….? bisa ajah pakai pasangan atau jimat tertentu entah batu-batu akikh,keris,mimis,jarum sakti,kain mantra yang tulis dengan huruf gaib,emas,perak,benda bertua lainya dan sebaginya yang terakhir dapat dipertunjukan dengan adegan yang mengerikan golok yang tajam seketika di potong dan digesekan kesana kemari tetapi orang yang mempraktekannya tidak terluka sedikitpun aneh loh……….? Adalah lagi yang kita melihat bahwa ada yang orang bilang sampai ilmu yang tanah batak orang yang bisa jadi ikan,dan begu ganjang,sampai ilmu pasangan tato kalajengking,orang yang bisa jadi belut seketika,sampai orang yang sakti kebal dipotong jadi dua tidak mati katanya kalau kenak tanah orangnya akan hidup kembali.jadi ada satu pengalam cerita hidup tentang Kembali dari sampai kalau kita melayat orang mati yang katanya kalau orang mati setelah satu hari sebelum lewat tujuh hari mayatnya belum dikubur maka orang yang disekitarnya harus menjaganya dari kucing hitam untuk tidak melangkainya karea sebab kalau dilangkainya maka mayat tersebut akan bangkit dari kematian dan ada lagi kalau kita melihat ada orang yang pakai tarian harimau yang di katakannya arek-arek yang banyak mempergunakan ilmu gaib sampai kita melihat orang yang bisa kesurupan yang bisa makan apa ajah seperti ilmu kesurupan kuda kepang yang bisa makan paku,kaca,dan merobek kelapa dengan gigi sampai dicambuk berkali-kali tidak apa-apa yang tentu diiringi dengan tarian atau seni belah diri gaib dan music tradisional gemelan jawa yang tidak wajar sebagai makhuk sebagai manusia yang makan nasi dan palawija,nabati,buah-buahan dan roti untuk orang yang entelktual tecknology melinium yang secara fisika maupun biology tidak di masuk akal sehat tetapi itu ada di dalam alam tidak nyata yaitu alam gaib yah,…………..? itu semuanya pasti ada yang mendapatkan sebab dan akibatnya dari hal tersebut.fomena ini di alam semasta sangat banyak rangkaian kehidupan yang dapat kita pelajari ada yang sulit diterima akal dan sehat kita tetapi itu semuanya berawal dari diri kita untuk menpelajari semua ilmu pengetahuan yang sudah ditersediakan di alam bumi manusia ini,kemudian ada lagi cerita yang mengenai tentang orang yang bisa kesurupan makhuk gaib yang sampai memotong lida dengan pedang senjata tajam dan balang tentu dengan mantra-mantra tulisan-tulisan hurup gaib dari agama tou thua pekong yang dari dewa-dewa tertentu yang dirasuki dengan kekuatan gaib tersebut sampai bisa menyembukan semua permasalahan yang ada .&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan kalau suatu masalah timbul beawal dari sebab dan akibatnya yang di timbulkan akan menghadapi permasalahannya sendiri yang berhubungan dimana dia menanam bibit buah karmma kalau di agama Buddha,dan agama hindu aliran keras dengan petapa KERAS extrim yang terbagi dua bagian aliran hitam dan aliran putih dapat dikaitkan dengan hubungan karmma yang sering dikatakan tentang baik dan buruk dari ilmu yang ditekun selama seseorang yang menpelajarinya dan menanaminya buah diladang atau didaerah dimana iyah……anu……….situ…….dia…….?sampai kamu………anda yang menanamnya sebuah karmma baik atau karmma hubungkan dengan ilmu agama tou hisme yang bentuk lambangnya phak kua dengan antara hitam dan putih yang berbentuk bundar&lt;br /&gt;Kemudian yang dikatakan dalam ilmu gaib yang bundar dapat berputar dari kanan kekiri seperti baling-baling jarum jam atau seperti baling-baling pesawat capung yang jaman dahuluh semasa saya kecil itu sangat banyak dilihat mata telanjang pesawat buatan jepang pada masa itu disebut pesawat capung yang nama sebenarnya pesawat wing yang sekarang banyak dijumapai dengan berbadan besar dari pesawat ini, Seperti buatan tecknology IPTN bandung yaitu helkules dan sebagainya,jadi kembali ketopik semulah phak kua yang dikatakan dan tertulis dibanyak buku karang media cetak yang tentunya salah satunya yang berjudul tou yang saya ambil kutipan sedikit dari intisari dari cerita phak kua yang asal mulanya berasal dari negeri cina dan korea yang bisa nenankal semua unsur metafisika dari terutama ganguan alam gaib baik yang jahat dan baik yang baik dari semua unsur satu negative dan satu positive dari gerakan grafitasi bumi dari energy yang berkembang dengan daya tarikan dari angkasa raya langit yang ditarik grafitasi bumi itu kemudian terbentuknya satuan platikel yang sangat halus dan besar dan kecil yang bersatu dengan unsur lainya didalam kehidupan manusia itu.&lt;br /&gt;Fonomena yang terbentuk disaat itu akan sebenarnya adalah ciptan dari alam semesta ini, Yang bergesekan dengan unsur lainnya seperti banyak yang di lihat dari pengalam spirituality tentang masalah seni belah diri tenaga dalam yang ion-ion kecil yang terbentuk dari tubuh manusia yang tentunya aura manusia yang dikelolah sedemikian rupa sampai terbentuknya suatu energy yang sangat dasiat yang inti sebenarnya yang terpusat dari energy luar dan dalam manusia itu sendiri yang awalnya tenaga luar yang sering dipegunakan untuk berkerja dan berolah-raga kemudian digabungkan jadi satu dan disimpan didalam tubuh manusia yang awalnya sebagai pendingin dan pemanas suhu tubuh manusia yang sering disebut( chi) yin dan yang, Sehingga artinya dari ilmu timur tiongkok dataran cina yang terutama suhu-suhu atau sinse-sinse atau master-master jen dan kung fu menyatakan energy inti pusat tenaga manusai setelah itu energy yang tersimpan sabagai energy cadangan untuk dikelolah dengan berbagai seni belah diri yang ada sampai saat ini, Sehingga sampai terbentuknya partikel yang sangat halus dari ion-ion kecil yang ada didalam tubuh manusai itu ,yang salah satu saya katakana seperti ilmu thai chi master yang mengunakan energy bantuan alam gerakan dari grafitasi bumi dan meminjam energy lawan orang lain yang berhadapan lagi berkelahi dengan seni belah diri thai chi master dan dikembalikan dengan serangan energy lawan orang yang dipinjam dan dipakai itu dari tenaga orang itu sendiri, Yang tentunya dikelolah dengan jurus dari tenaga dalam itu sampai mengeluarkan ion-ion pratikel kecil dari gabungan aura atau (chi) yin dan yang tersimpannya inti tenaga dalam tubuh yang dikeluarkan atau disalurkan energy dari telapak tangan berupa ion-ion kecil pratikel menjadi suatu tenaga dalam yang dasiat,sedangkan aliran chi kung yang banyak dipergunakan sampai terciptanya berbagai seni belah diri terutama diAsia tenggara yang tentunya yang banyak dipergunakan oleh guru-guru besar tenaga dalam yang ada.Terutama dinegara Indonesia ini yang salah satunya dari perguruan tenaga dalam Satri Nusantara,kalimasadha,Merpati putih sampai Pencak silat yang mepergunakan inti tenaga dalam yang sama dan Cuma pengunanya lebih banyak dengan seni belah diri yang agak kasar dan lebih banyak pengunan energy ion-ion pratikel kecil yang digesekkan kedalam tubuh manusia yang negenai aura tubuh yang ada untuk menbuka cakra yang belum diaktifkan atau dihidupkan on/off jadi anda pernah melihat seni belah diri tenaga dalam yang dikelolah sedemikian rupa yang tentunnya cukup makan waktu untuk melatihnya sampai terbentuknya suatu tenaga yang sangat dasiat yang menpergunakan energy ion-ion tenaga dalam yang disalurkan dari tangan kebenda-benda tertentu seperti sehelai kain,Koran yang digulung,kemudian dapat mematakan besi baja kikir ,keris,pedang baja,pisau baja,tombak baja,pipa ron dan lain-lain adapun yang tampa benda yang disalurkan artikata tangan kosong untuk mematakan benda-benda tersebut itu sangat luar biasa dan ada dengan dua jari tangan dapat mengankat batu kecil dengan ion-ion partikel yang disalurkannya melalui dua jari kemudian mengikat batu kecil itu dan diangkat kira-kira satu dan dua meter keatas setelah itu, Dilepaskan dengan hentakan energy ion-ion dari tapak tangan yang arti kata ditembakan ion-ion dan batu itu terpental kedepan ini tentunya tidak luput dari pelatihan dan latihan yang cukup lama kalau mau seperti itu, dan ada lagi ilmu tenaga dalam yang bisa mengisi tenaga dalam kelampu nion kemudian di susun sejajar sekitar satu meter kedepan sampai sepuluh buah atau lebih nah………….? Kemudian anggota tenaga dalam menaiki bola lamp union itu, Dan melewatinya satu persatu tampa peca ini sini mengatakan tentang ilmu tenaga dalam untuk menpertunjukan akrobaktik tentang keringanan tubuh dari energy tenaga dalam yang tersinpan ditubuh manusia dengan mepratekkan ion-ion negative dan ion-ion positive berserta dengan bantuan gerakan dari grafitasi bumi yang mengambil energy bumi dan mengesekanya dari bawah keatas yang menbawak seolah -olah mengambang dan terbang yang energy ion negative dan ion positive berlawana arah untuk mengerakan naik dan turunya energy grafitasi bumi ini sehinga bola yang dilewatinya tidak pecah satu persatu kemudian bola yang diisi oleh ion-ion partikel tersebut berkumpul jadi satu dan terbentuk pagar yang mungkin energy yang dipagarnya menjadi keras yang tentunya dengan di dorong dengan niat memerintakannya sebuah niat itu, Sehingga bola yang dilewatinya atau dihinjak tidak pecah.dan kemudian ada lagi seperti seni belah diri dengan tenaga dalam yang bisa mematakan balok-balok ea yang disediakan .kadang-kadang dalam ilmu metafisica yang kita lihat dan dirangkum dari berbagai informasi yang ada energy tenaga dalam dapat dibuktikan seperti suatu atraksi yang dipertunjukan oleh guru besar yang mengadakan suatu demontrasi tenaga dalam dengan mempancarkan energy ion-ion partikel tenaga dalam dan di tembakan dari telapak tangan kemudian penyerangan beberapa orang kepada guru besar yang mengetes kemanpuan tenaga dalam itu, ada orang yang emosinya tinggi agak terpental jauh sedangkan orang emosinya rendah terpental agak sedikit dengan satu kali tembakan tenaga dalam orang yang disekitarnya banyak yang terpental bertaburan kesana –kemari, Inilah suatu hasil perjuangan yang gigih untuk merai keberhasilan suatu ilmu yang dipelajarinya dengan tekun dan rajin yang tentunya akan membuahkan hasil dari ilmu yang diperajarinya itu. Kemudian hasil pandangan yang banyak kita jumpai dengan permasalahan yang kompelk sering terjadi untuk kita mengamati atau mengunjungi mempelajari semua ilmu pengetahuan yang kita inginkan baik dari lapangan maupun dari prkatek sampai dengan penelitian,mengkaji,tentang ilmu pengetahuan yang baik dengan akal sehat maupun yang dibawah akal sehat kita yang tujuan untuk menambah ilmu pengetahuan secara nyata. Yang dipergunakan meyangkut ilmu gaib seperti halnya dengan ilmu yang saya kutip dari cerita tentan unsure metafisik yang megenai energy yang terbentuk dan dikumpulkan,akan dapat suatu unsure yang besar dan letak bentuk ruangan tertentu yang di ikat,diisi,ditransfer melalaui energy tertentu dapat menpunyai satu unsure ruang lingkup atau vakum baik dan tidak baik dari kekuatan unsure tersebut. Akan tetapi kalau melihat seperti halnya sebuah ujih cobak yang mepaktekan tentang persamaan dengan ilmu gaib yang ada saat ini yang duluh sebenarnya sudah dari dasar ilmu pengetahuan tetapi karena tidak nyata dan tidak dimasuk akal sehat manusia itu maka ilmu tersebut kurang minat diperajari seperti halnya dengan contoh: ilmu gaib dari aliran tertentu yang bisa menpraktekan ilmu yang dikatakan sebagai ilmu kebal,jadi dengan menggunakan mantra tertentu dan satu helai kain merah dan diisi dengan tulisan gaib serta benda gaib atau bertua,kemudian dimasukan energy ion-ion partikel halus dan di masukan kedalam mentimun laluh mentimu tersebut dipagari oleh energy tertentu setelah itu dibacok atau di belah-belah dengan kekuatan tenaga luar manusia berkali-kali sehingga selasai pertunjukan,laluh diperlihatkan mentimun yang tadi di bacok dengan senjata tajam tersebut tidak terluka sedikit ,Nah kemudian setelah itu jimat disini mengatakan(merah,kunig,hijau,hitam,biru, terbuat dari kain dan mantra tertentu )yang isi kedalam mentimun itu yang pertama kali di simpan kedalam mentimun kemudian dikeluarkan apa yang terjadi jimat yang tadi utuh semulah sedangkan mentimun yang tadi dicing-cang tersebut terakhir dilihat seperti bubur hancur nah………………….? Yahhhhhhh……………?geriyahhhhhhhhhhh……………….!ini salah satu ilmu yang dipergunakan untuk sementara tetapi sangat berbahaya untuk pemakaianya dan siap saja yang memakainya seperti itu ohhhhhh…………sangat mengerikan kalau bagi saya orang yang memandang ilmu pengetahuan yahh…………….katakan seorang ilmuan intellectual saya tidak mau mempergunakanya karena ilmu ini hamper mirip dengan ilmu gaib sunglap atau tipuan mata atau tipuan ilmu baik dari makhluk alam gaib lain yang seperti pemakaian alam gaib dari roh..jahat,setan,jin,roh gentayangan,roh penasaran dan makhuk halus, dan lain-lainnya yang ada di alam rendah yang hidup bersamaan dengan manusia berbentuk yang tentunya disini ajaran shang Buddha yaitu disebut sebagai alam peta yang lebih rendah dari kehidupan manusia dan dan alam dewa dan dewa-dewa rendah yang hidup dengan manusia yang seolah-olah benar tapi tidak benar dan sebaliknya tidak benar menjadi benar.kalau ilmu fisika,biology,kimia,Matematika,yang nyata dalam penelitian dengan akal sehat kita yang menyatakan kebenaran dan kepastian suatu bidang dan ruang waktu,Andai kata kita melihat dengan kenyataan bahwa setiap ilmu pengetahuan merupakan suatu inti dasar semua ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini baik ilmu yang menyangkut dunia fanah, ini baik yang menyangkut dunia akhirat dan sekarang merupakan semua yang dapat diperlihatkan dengan jelas apakah kita dengan tentunya diikutsertakan dengan ilmu yang menyangkut ilmu sejarah giografis dimana kita hidup dan ilmu yang menggerakan Grafitasi bumi dan unsure linnya yang termasuk didalam ilmu Metafisika yang ada bersama dengan ilmu Antopology yang menyangkut tentang ilmu antariksa alam raya yaitu alam semesta ini dibumi manusia ini yang begitu ruas sampai tak terhitung nya unsur –unsur yang terdapat didunia ini. Pengalam hidup sering dapat kita tulis disini dengan penemuan ilmia dan maupun non ilmia yang kadang-kadang kita bisa melupakanya dikalah kita sedang kalut dari permasalah kita yang kita hadapi dimana ajah kita berada yah………../? tentu baik dan buruknya tantangan,persaingan,kemudian sampai timbulnya suatu kebencian yang saling ajing-meganjingi sesame yang dibenci yang akibatnya sampai timbulnya senjata siluman yang dipakai oleh siluman tertentu contonya senjata siluman ular terakir di pakai oleh siluman lain yang bukan siluman ular ini sangat memalukan dialamnya sendiri jadi kalau perjuangan hidup dimana kita hidup untuk bertahan hidup sampai masuk kesiluman ular itu sudah resiko. Apalagi saya seorang bramanise seorang Bhikku yang meneriman makanan apa ajah dari pindapata baik dan buruk yang diberi tetapi tujuan saya adalah untuk menyelamakan manusia dan makhluk hidup dari penderitan itu ajaran shang Buddha. Kadang-kadang banyaknya manusia yang dibelengu oleh kehidupan oleh keserakahan yang mengunakan senjata siluman ular untuk meyerang sesamanya yang seolah-olah untuk mengguasainya dengan bermacam maksud atau tujuan salah satunya ,diktaktor,kebencian,penguasa,atau menjadi sama sebelum dia megalaminya dengan penipuan dan kebencian,ada yang sampai mengunakan berbagai merek racun untuk menaklukinya terakir merek suatu perusahan tanpa di promosi melejit sampai gopablik yang arti dan maksutnya supaya yang kenak racun itu jadi bodoh dan jerit-jerit batin dengan merek tertentu dengan racun tertentu kemudian dia menguasainya yang bukan dari senjata siluman itu . terakir shang Shang Buddha mengetahuinya dan Tuhan mengetahuinya waha celaka dua belasa nafsu keingina serakahan telah dari manusia sering terjadi dan para Bodhisattaya seperti Te tjong ong atau tjong te wang ,cu teck Sitigrabah Bodhisattaya dari raja nerak atau dr.neraka (cu teck )baik yang menjelma atau yang lengkernasi itu belum tauh baik yang lagi melunaikan tugas nya untuk menolong manusia dan makhluk hidup lainya pasti alam membuktikannya seperti cerita legenda tjong san tjong yang keluar masuk semua kehidupan manusia dan siluman dengan berbagai masalah kehidupan dengan hawah nafsu keingina dan keserakahan manusia dan kehidupan siluman yang penuh kebencian,sebenarnya semua Ajaran shang Buddha mengajarkan kita supaya berbuat baik ,baik ajaran shang Buddha dari aliran Therawada,Mahayana,dan Thantrayana itu semuanya sama yang di ajarkan shang Buddha.karena kehidupan kita yang begitu banyak kehidupan yang lainya sama kehidupan berdampingan dengan kehidupan yang tentunya dari agama lainya ,aliran lainya,kepercayan lainya,yang ada seperti agama Buddha,agama Hindu,agama islam ,agama Kristen,sampai agama kepercayaan tradisi dan aninisme dan lain-lain yang kita hadapi itu sudah resiko buat saya sebagai Bramanisme sebagai bhikku baik Spirituality sampainya kesiluman ular dan siluman baik yang menjelma baik yang tidak menjelma lainya itu.Baik kembali kekehidupan yang seperti dunia barat yang menghandalakan kekuatan seperti Batman atau ilmu yang menggunakan ilmu vanfire yang digunakan biasanya sebagai spirituality dengan mayat ,roh,atau orang yang sudah mati yang dibangkitkan kembali seperti cerita dalam legenda di tahun 1234 yang awalnya manusia mepelajari ilmu siluman kelerawar yang dipelajari ilmu gaib roh yang di alam rendah dan sekarang tak tauh itu benar atau tidak yang pasti semuanya dari sejarah langpau dan sejarah sekarang dan akan datang,yang legenda sepeti cerita di cina dataran dengan cerita venfire yang mempunyai gigi taring yang dapat diatasi dengan (hu tau )sejenis mantra kertas yang dituliskan ke dalam kertas kemudian ditempelkan ke vanfire tersebut. Yang supayah tidak mengigit dan menularkan sejenis virus.Bergembiralah dengan ajaran shang Buddha yang menuntun kita kejalan yang benar yang menberitahukan dengan limu pengetahauan yang dasar dari limu pengetahuan selurunya ajaran yang tentunya ilmu pengetahuan pemutaran roda Darmma dari inti semua ilmu pengetahuan baik dialam mana pun ilmu pengetahuan itu berada ajaran shang Buddha yang mengajari kita dari terbebasnya dari duhhka,kebodohan,kebencian,Sehingga sampai dengan kalau kita lihat kedunia barat yang maju begitu pesat pun masih ada ilmu siluman racun-meracuni seperti lambang ular di atas gelas diApoteck dengan menbuat senjata racun kimia dari inti asri kebutuhan sandang dan panggan manusia dijadikan inti yang dinamai dalam biology dengan nama(kimia) yang inti kimia dikembangkan dengan nama virus dan kemudian virus itu dikembangkan menjadi virus yang ganas dan mematikan sebenarnya di dalam anti body manusia sudah ada yang dinamai dengan penyakit dan kekebalan tubuh yang disebut dengan antibody nah……..?penyakit yang dihasilkan dari sisa anti body yang lemah yang kemudian jadi penyankit setelah mengendap didalam tubuh yang biasanya metabolismenya di keluarkan dari kotoran dan air seni manusia tersebut sehinga kotot yang dikeluarkan menjadi polusi dan pupuk untuk dunia sebagai proses sikulasi kemudian bercampur jadi satu yang akhirnya menjadi berkembanyan penyakit dan antibiotic dunia yang berkembang sampai saat ini,jadi untuk semua ilmu pengetahuan bahwa sebenarnya semua penyakit secara ilmia biology semua penyakit dapat dilemahkan, kemudian dijadikan dengan antibiotic sebagai obat yang sebenarnya semua obat terbuat dari penyakit yang dilemahkan kemudian diproses dengan baik dengan unsure rangkaian ikatan melekolnya yang negative dilemahkan dan menjadi molekol pembantu positive sampai sehinga menjadi obat untuk melawan penyakit yang penyakit tersebut diambil dan diantibiotikan sebelumnya dan kemudian system yang rusak dapat diperbaiki secara baik dan sel yang mati tumbuh kembali dengan ikatan rangkaiannya berkembag unsure berikutnya.nah kalau dengan virus sebenarnya sama dengan yang ada didalam tubuh manusia yang dihasilkan atau dikeluarkan dari tubuh manusia yang awalnya dijadikan pertahanan tubuh manusia yang itu sendiri yang juga bisa diolah untuk menjadi antibiotick yang sangat berguna dengan dikembangkan dengan merek obat tertentu dan menjadi obat,tetapi ini semuanya bisa dibalikan seperti obat tadi yang dibuat dari penyakit kemudian obat tersebut kalau kardar luasa ini bisa jadi penyakit yang semulah yang dilemahnya telah kembali menjadi penyakit yang menyerang yang lain yang arti sebenarnya penyakit dilawan dengan penyakit yang sama yang dilemahakan akan menjadi kulasi yang disebut netral dan menjadi antibiotic dan mempertahankan body itu sendiri,sedangkan virus yang dihasilakan manausia sangat banyak jumlahnya disetiap antibiotic yang dikeluarkan yang dibuang setiap hari. Nah dikembangkan oleh ilmu ilmia yang memilih sekian banyak unsure virus kemudian dirangkai dengan ikatan virus lain dan dikembangkan menjadi unsure baru yang mematikan ,yang kemudian sebenarnya rangkaian yang diikat sebelumnya dari alam semesta sudah terjadi secara nenual dan outomatik cuman bertemu atau tidak bertemuan ikatan rangkaian yang diinginkan itu ajah dan sedangkan senjata biology yang dikembangkan cuman dirangkai dan diikat berbagai macam virus sehingga, menimbulkan satu virus yang sangat mematikan dalam sekejap itu yang umunya ikatana rangkaina virus itu dipisakan satu rangkaian lain anti virus yang disebut (serum) yang sebenarnya telah dilemahkan .&lt;br /&gt;Kedewasan untuk menjalakan kehidupana didalam Sprituality&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat mengirimkan data cerita pengalam Sprituality tentang kehidupan Anda,permasalahan Anda mengenai pengalaman dalam ilmu pengetahuan tentang alam gaib,tentunya ilmu Metafisika dan ilmu pengetahuan lainya yang menyangkut tentang ilmu Sprituality baik Meditasi dan yoga !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;a language="JavaScript" class="msocomanchor" id="_anchor_1" onmouseover="msoCommentShow('_anchor_1','_com_1')" onmouseout="msoCommentHide('_com_1')" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1183567646580373966#_msocom_1" name="_msoanchor_1"&gt;[a1]&lt;/a&gt; &lt;a style=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;a language="JavaScript" class="msocomanchor" id="_anchor_2" onmouseover="msoCommentShow('_anchor_2','_com_2')" onmouseout="msoCommentHide('_com_2')" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1183567646580373966#_msocom_2" name="_msoanchor_2"&gt;[a2]&lt;/a&gt; Penjelasan lebih rinci dapat menghubungi alamat e_mail ini : &lt;a href="mailto:Candasilo@yahoo.com"&gt;Candasilo@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="_msocom_1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="msocomoff" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1183567646580373966#_msoanchor_1"&gt;[a1]&lt;/a&gt;On contine line to the book writing history&lt;br /&gt;&lt;a name="_msocom_2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="msocomoff" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1183567646580373966#_msoanchor_2"&gt;[a2]&lt;/a&gt;Open contine consultation to Sprituality of the Buddha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1183567646580373966-3896214541527675472?l=candasilo2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://candasilo2.blogspot.com/feeds/3896214541527675472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1183567646580373966&amp;postID=3896214541527675472' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/3896214541527675472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1183567646580373966/posts/default/3896214541527675472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://candasilo2.blogspot.com/2008/07/dan-esok-hari-yang-cerah-dimana.html' title='DAN ESOK HARI YANG CERAH DIMANA PELAKSANAN SPRITUALITY  DARI BUDDHA MEDITASI DAPAT RANGKAIAN ILMU PENGETAHUAN SECARA UNIVERSAL DI DUNIA INI'/><author><name>Master.Tjung Teck</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17007257404244117409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_JZb9b4fhMec/SjZUz6GzL1I/AAAAAAAABGk/XVDuYrXIirM/S220/15062009.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
